Operasi Pencarian Besar Dikerahkan Menyisir Lautan Ganas Perairan Selat Karimata Belitung Timur
BELITUNG TIMUR ,Dnid.Co.Id — Misteri hilangnya seorang pemancing di ganasnya perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, masih belum terpecahkan. Hingga Rabu (20/5/2026), Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan Haris Sukhatno, korban yang dilaporkan jatuh ke laut saat memancing bersama rombongannya di atas Kapal Feliana 01, Minggu dini hari (17/5/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar 20 mil lebih dari wilayah Belitung Timur, di kawasan perairan yang dikenal memiliki arus kuat dan gelombang tidak menentu. Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan pemancing yang berjumlah 11 orang, didampingi dua Anak Buah Kapal (ABK).
Memasuki hari keempat pencarian, operasi besar-besaran terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, BPBD, Dit Polair Polda Bangka Belitung, TNI AL, hingga nelayan setempat yang ikut membantu penyisiran laut.
Komandan Pos SAR Belitung Timur, Indra Prasta, mengatakan tim masih terus memperluas area pencarian berdasarkan perhitungan arus laut dan titik koordinat yang dipetakan rescuer di lapangan.
“Ini masuk hari keempat kami melakukan pencarian. Pagi tadi kami berangkat bersama tim SAR gabungan, BPBD, Dit Polair Polda Babel, TNI AL, dan juga dibantu nelayan. Sampai sekarang hasil pencarian masih nihil. Sesuai SOP, pencarian dilakukan selama tujuh hari,” ujar Indra Prasta kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Dalam operasi tersebut, dua kapal utama dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban. Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan para nelayan yang sedang melaut agar ikut memantau kemungkinan keberadaan korban di tengah lautan.
“Kalau kapal yang kami kerahkan hari ini ada dua kapal, dan dibantu juga oleh nelayan yang sedang melaut,” katanya.
Kondisi medan pencarian disebut tidak mudah. Selain lokasi kejadian yang cukup jauh dari daratan, perubahan arus dan cuaca di perairan Selat Karimata menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjatuh saat aktivitas memancing berlangsung di tengah malam. Namun hingga kini, belum diketahui pasti bagaimana korban bisa tercebur ke laut. Tim SAR masih fokus pada upaya pencarian sebelum melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kronologi kejadian.
Di tengah operasi yang terus berjalan, pihak Basarnas juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami informasikan apabila menemukan korban yang sedang kami cari dan tidak berani mengevakuasi, segera laporkan ke Posko Basarnas di ASDP Manggar,” tegas Indra.
Ia menambahkan, radius pencarian terus diperluas mengikuti simulasi pergerakan arus laut yang dihitung tim SAR Map dan rescuer di lapangan.
“Untuk radius pencarian ada beberapa titik yang telah ditentukan oleh SAR Map kami yang ada di lapangan dan dikoordinasikan oleh rekan-rekan rescuer,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan berpacu dengan waktu dan kerasnya arus Selat Karimata demi menemukan korban yang hingga kini belum kembali.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Operasi Pencarian Besar Dikerahkan Menyisir Lautan Ganas Perairan Selat Karimata Belitung Timur
RABU, 20 MEI 2026
BELITUNG TIMUR ,Dnid.Co.Id — Misteri hilangnya seorang pemancing di ganasnya perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, masih belum terpecahkan. Hingga Rabu (20/5/2026), Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan Haris Sukhatno, korban yang dilaporkan jatuh ke laut saat memancing bersama rombongannya di atas Kapal Feliana 01, Minggu dini hari (17/5/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar 20 mil lebih dari wilayah Belitung Timur, di kawasan perairan yang dikenal memiliki arus kuat dan gelombang tidak menentu. Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan pemancing yang berjumlah 11 orang, didampingi dua Anak Buah Kapal (ABK).
Memasuki hari keempat pencarian, operasi besar-besaran terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, BPBD, Dit Polair Polda Bangka Belitung, TNI AL, hingga nelayan setempat yang ikut membantu penyisiran laut.
Komandan Pos SAR Belitung Timur, Indra Prasta, mengatakan tim masih terus memperluas area pencarian berdasarkan perhitungan arus laut dan titik koordinat yang dipetakan rescuer di lapangan.
“Ini masuk hari keempat kami melakukan pencarian. Pagi tadi kami berangkat bersama tim SAR gabungan, BPBD, Dit Polair Polda Babel, TNI AL, dan juga dibantu nelayan. Sampai sekarang hasil pencarian masih nihil. Sesuai SOP, pencarian dilakukan selama tujuh hari,” ujar Indra Prasta kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Dalam operasi tersebut, dua kapal utama dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban. Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan para nelayan yang sedang melaut agar ikut memantau kemungkinan keberadaan korban di tengah lautan.
“Kalau kapal yang kami kerahkan hari ini ada dua kapal, dan dibantu juga oleh nelayan yang sedang melaut,” katanya.
Kondisi medan pencarian disebut tidak mudah. Selain lokasi kejadian yang cukup jauh dari daratan, perubahan arus dan cuaca di perairan Selat Karimata menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjatuh saat aktivitas memancing berlangsung di tengah malam. Namun hingga kini, belum diketahui pasti bagaimana korban bisa tercebur ke laut. Tim SAR masih fokus pada upaya pencarian sebelum melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kronologi kejadian.
Di tengah operasi yang terus berjalan, pihak Basarnas juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami informasikan apabila menemukan korban yang sedang kami cari dan tidak berani mengevakuasi, segera laporkan ke Posko Basarnas di ASDP Manggar,” tegas Indra.
Ia menambahkan, radius pencarian terus diperluas mengikuti simulasi pergerakan arus laut yang dihitung tim SAR Map dan rescuer di lapangan.
“Untuk radius pencarian ada beberapa titik yang telah ditentukan oleh SAR Map kami yang ada di lapangan dan dikoordinasikan oleh rekan-rekan rescuer,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan berpacu dengan waktu dan kerasnya arus Selat Karimata demi menemukan korban yang hingga kini belum kembali.