Laut Karimata Telan Korban, Pencarian Resmi Dihentikan

BELITUNG TIMUR,Dnid.Co.Id — Operasi pencarian korban jatuh dari Kapal Feliana 01 di Perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, resmi dihentikan Sabtu, 23 Mei 2026. Setelah tujuh hari penyisiran laut dilakukan tanpa henti, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan Haris Sukhatno (44), warga Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, yang dilaporkan terjatuh ke laut saat kapal melintas di perairan tersebut.

Keputusan penghentian operasi diambil usai evaluasi bersama seluruh unsur SAR dan pihak keluarga korban. Tim menyebut seluruh prosedur pencarian telah dijalankan maksimal, namun hasil di lapangan nihil.

Pada hari terakhir operasi, pencarian kembali difokuskan melalui penyisiran visual di permukaan laut menggunakan kapal nelayan. Area pencarian diperluas hingga sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban akibat arus laut Selat Karimata. Namun hingga operasi ditutup, tak satu pun tanda keberadaan korban ditemukan.

Danpos SAR Belitung Timur menegaskan tim gabungan telah mengerahkan seluruh kemampuan yang tersedia selama operasi berlangsung. Ia menyebut keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama dalam pencarian di laut terbuka.

“Selama tujuh hari operasi SAR, tim gabungan telah melakukan pencarian secara optimal dengan metode penyisiran di atas permukaan air menggunakan kapal nelayan. Namun hingga hari terakhir korban masih belum ditemukan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pencarian semakin berat karena area penyisiran terus meluas setiap hari. Sementara armada yang digunakan terbatas dan bergantung pada dukungan nelayan sekitar lokasi kejadian.

“Area pencarian yang semakin luas cukup menyulitkan proses pencarian. Armada yang digunakan juga terbatas hanya satu kapal nelayan serta bantuan nelayan di sekitar lokasi kejadian. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan unsur SAR gabungan, operasi pencarian disepakati untuk dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan,” katanya.

Situasi ini memunculkan sorotan terhadap keterbatasan fasilitas pencarian laut di wilayah perairan terpencil. Meski cuaca selama operasi relatif bersahabat dengan angin sekitar delapan knot dan gelombang hanya berkisar 0,4 meter, minimnya armada dinilai memengaruhi efektivitas pencarian.

Korban diketahui mengenakan jaket merah saat dilaporkan jatuh ke laut. Hingga kini belum diketahui pasti bagaimana kronologi detail insiden tersebut terjadi di atas Kapal Feliana 01. Tidak adanya saksi kunci yang memberikan penjelasan rinci juga membuat proses investigasi berjalan terbatas.

Meski operasi SAR resmi ditutup, pemantauan di sekitar lokasi kejadian tetap dilakukan. Tim SAR memastikan pencarian dapat kembali dibuka sewaktu-waktu apabila muncul informasi baru terkait keberadaan korban.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Belitung, USS Tanjung Pandan, TNI AL Belitung Timur, Ditpolair Polda Kepulauan Bangka Belitung, BPBD Belitung Timur, nelayan, hingga keluarga korban. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya Rescue Car Type II, Rescue Car Carrier, perangkat Starlink, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta kapal nelayan sebagai armada utama pencarian.

Hilangnya Haris Sukhatno di perairan Selat Karimata kembali menjadi pengingat keras tentang tingginya risiko aktivitas pelayaran di laut terbuka, terutama ketika dukungan sarana keselamatan dan pencarian masih terbatas.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 23 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: NINING

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: BASARNAS BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan
Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan
Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman
Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena
Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.
Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:45 WITA

Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:13 WITA

Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan

Sabtu, 7 November 2026 - 01:43 WITA

Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman

Jumat, 6 November 2026 - 22:11 WITA

Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena

Jumat, 6 November 2026 - 22:02 WITA

Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah

Jumat, 6 November 2026 - 21:19 WITA

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Jumat, 6 November 2026 - 20:52 WITA

Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.

Jumat, 6 November 2026 - 13:18 WITA

Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Berita Terbaru