Kemenag Sulsel Dan Gemabudhi Gelar Dialog Kebangsaan, Perkuat Moderasi Beragama

Makassar,DNID.co.id — Semangat kebangsaan dan moderasi beragama mengemuka dalam kegiatan Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Gemabudhi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan sebagai rangkaian peringatan Bulan Waisak 2570 BE.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sumarjo, Ketua Permabudhi Sulsel Dr. Yonggris, serta Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Gemabudhi, Bung Anes, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP Gemabudhi.

Ketua Komisi C DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, yang hadir mewakili Ketua DPRD Sulsel, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan dan kebangsaan umat Buddha di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang dibangun di atas keberagaman suku, ras, bahasa, dan agama sehingga seluruh elemen masyarakat perlu menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Kami siap membantu Gemabudhi dan umat Buddha agar semakin hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. Indonesia tidak mengenal perbedaan ras, suku, bahasa, dan agama sebagai pemisah, tetapi sebagai kekuatan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Permabudhi Sulsel, Dr. Yonggris, menyampaikan bahwa dialog kebangsaan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Bulan Waisak yang bertujuan memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama.

Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang OKK DPP Gemabudhi, Bung Anes. Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

“Keberagaman adalah jati diri bangsa yang harus terus dipertahankan dan dirawat bersama,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Sulsel yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan turut menyampaikan pesan Kakanwil.

“Bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat dalam semangat persaudaraan dan kebangsaan.

Melalui dialog kebangsaan ini, saya mengajak seluruh umat beragama untuk terus menumbuhkan moderasi beragama, yakni cara beragama yang bijak, menghargai perbedaan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Kerukunan antarumat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Dengan saling menghormati, saling memahami, dan saling mendukung, kita dapat menciptakan kehidupan yang damai, aman, dan sejahtera.

Mari kita jadikan nilai-nilai agama sebagai sumber kedamaian, bukan sumber perpecahan. Perkuat persatuan, tebarkan kasih sayang, dan bangun Indonesia dengan semangat toleransi serta kebersamaan,” demikian pesan Kakanwil.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Permabudhi Sulsel, perwakilan vihara dan majelis Buddha, serta organisasi kepemudaan lintas agama se-Sulawesi Selatan sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan dan kerukunan antarumat beragama.​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 29 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Kemenag Sulsel

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Gandeng Komunitas Pejuang Subuh, Polres Bulukumba Gelar Program Suling Kamtibmas
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Gerakan Jumat Bersih Polres Bulukumba, Sasar Masjid Ibadul Makmur Taccorong
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Gandeng Komunitas Pejuang Subuh, Polres Bulukumba Gelar Program Suling Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Gerakan Jumat Bersih Polres Bulukumba, Sasar Masjid Ibadul Makmur Taccorong

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Berita Terbaru