Sindikat Timah Terbongkar Dua Pelaku Diamankan Polisi

PANGKALPINANG ,DNID.co.id — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung menggagalkan upaya penyelundupan 231 balok timah seberat sekitar 4,7 ton yang diduga akan dikirim ke Tangerang, Banten. Dalam operasi yang digelar Kamis (18/6/2026), polisi menangkap dua orang terduga pelaku berinisial YG dan HA serta menyita dua kendaraan pengangkut dan sejumlah uang.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas pengiriman timah tanpa dokumen lengkap menuju Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim Ditpolairud melalui penyelidikan lapangan.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel AKBP Bim Rekoaji mengatakan petugas pertama kali menghentikan sebuah mobil pikap putih yang melintas di kawasan Jembatan Sungai Baturusa, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang.

“Setelah menerima informasi, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu unit mobil pikap berwarna putih yang membawa enam keping balok timah di sekitar Jembatan Sungai Baturusa,” kata Bim Rekoaji, Jumat (19/6/2026).

Dari pemeriksaan terhadap sopir berinisial YG, polisi memperoleh petunjuk mengenai lokasi penyimpanan timah lainnya yang diduga milik HA di Desa Pagarawan, Kabupaten Bangka.

Tim kemudian bergerak melakukan pengembangan dan menemukan ratusan balok timah yang disembunyikan di garasi rumah. Barang tersebut ditutup menggunakan terpal untuk menghindari perhatian warga maupun aparat.

“Setelah mendapati keterangan YG, kami langsung menuju rumah HA. Di sana ditemukan 225 keping balok timah dengan berat kurang lebih 4.635 kilogram yang disimpan di garasi mobil dan ditutupi terpal,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ratusan balok timah itu diduga telah dipersiapkan untuk dikirim ke Tangerang menggunakan truk yang rencananya dikawal langsung oleh HA.

“Ratusan balok timah ini rencananya akan dikirimkan ke Kota Tangerang, Banten, menggunakan mobil truk yang nantinya dibawa langsung oleh HA,” ujar Bim.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Markas Ditpolairud Polda Babel untuk kepentingan penyidikan. Total barang bukti yang disita terdiri dari 231 keping balok timah dengan berat sekitar 4.743 kilogram atau 4,7 ton, dua unit kendaraan, serta sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengiriman tersebut.

Penyidik kini mendalami asal-usul timah, jalur distribusi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan pengiriman ilegal tersebut. Aparat juga menelusuri kelengkapan dokumen dan legalitas kepemilikan komoditas bernilai tinggi itu.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 161 Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Keduanya terancam hukuman penjara hingga lima tahun.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia menegaskan langkah itu merupakan bagian dari komitmen Polda Babel dalam memberantas praktik penyelundupan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

“Ya benar, dua tersangka beserta ratusan balok timah sudah diamankan di Mako Polairud. Ini merupakan bentuk penegakan hukum yang tegas terhadap tindak pidana yang dapat mengakibatkan kerugian keuangan maupun kekayaan negara,” tegas Agus.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 19 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: BAHTERA

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLDA BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah
Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru
Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta
Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel
Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.
Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:29 WITA

Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WITA

Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru

Sabtu, 7 November 2026 - 07:00 WITA

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel

Sabtu, 7 November 2026 - 01:26 WITA

Dua Remaja 16 Tahun Dibekuk Polsek Panakkukang, Curi Motor di Parkiran Gereja Makassar

Jumat, 6 November 2026 - 21:19 WITA

Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Jumat, 6 November 2026 - 20:52 WITA

Andi Waris Halid: Mengenal Lembaga MPR bukan Hanya Mengenai Sebuah Lembaga Negara.

Jumat, 6 November 2026 - 13:18 WITA

Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WITA

Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait

Berita Terbaru