Royalti Nihil DPRD Beltim Tuding Tata Kelola Timah Bermasalah

Caption, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Dwi Nanda Putra,

Caption, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Dwi Nanda Putra,

BELITUNG TIMUR ,DNID.co.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Dwi Nanda Putra, melontarkan kritik keras terhadap tata kelola pertambangan timah yang dinilainya belum berpihak kepada daerah penghasil. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Belitung Timur, Senin (20/7/2026), ia menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai mendesak untuk dievaluasi, yakni nihilnya royalti bagi daerah, rendahnya harga beli timah dibanding Pulau Bangka, serta maraknya dugaan penyelundupan bijih timah dari Belitung Timur.

RDP tersebut dihadiri Bupati Belitung Timur, pimpinan DPRD, Kapolres Belitung Timur, Kepala Unit Produksi PT Timah Wilayah Belitung, Kepala Cabang Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah Belitung Timur, Ketua Ormas Kamek Wartha Ade Pramana, serta perwakilan masyarakat Kecamatan Damar.

Di hadapan para pemangku kepentingan, Dwi Nanda menilai kondisi yang dialami Belitung Timur mencerminkan ketimpangan serius. Meski menjadi salah satu daerah penghasil timah terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, manfaat ekonomi yang diterima daerah dinilai belum sebanding dengan sumber daya yang dihasilkan.

“Sangat-sangat jelas, sangat-sangat miris. Belitung Timur penghasil timah, royaltinya nol. Itu orang bodoh saja tahu, apalagi orang pintar. Inilah akibat kewenangan yang semua ditarik ke pusat, tetapi tidak melihat realita yang terjadi di bawah,” tegas Dwi Nanda.

Ia menilai sentralisasi kewenangan pertambangan membuat pemerintah daerah kehilangan ruang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk dalam penentuan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dinilai belum mencerminkan potensi produksi timah Belitung Timur.

Sorotan berikutnya mengarah pada maraknya pengungkapan kasus penyelundupan timah dari Pulau Belitung. Menurut Dwi Nanda, fenomena tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan kriminal semata, tetapi harus menjadi alarm untuk mengevaluasi rantai tata niaga timah secara menyeluruh.

“Saya yakin dan percaya, rata-rata yang tertangkap penyelundupan timah dari Pulau Belitung, 90 persen berasal dari Belitung Timur. Kita lihat sendiri di media. Artinya masyarakat ini sudah gusar sebenarnya dengan PT Timah,” ujarnya.

Selain dugaan lemahnya pengawasan, Dwi Nanda juga mengungkap ketimpangan harga beli timah yang diterima penambang. Ia menyebut harga di Pulau Bangka mencapai sekitar Rp230 ribu per kilogram, sedangkan penambang di Belitung Timur hanya menerima sekitar Rp136 ribu per kilogram, bahkan dalam kondisi tertentu turun hingga kisaran Rp100 ribuan.

“Kalau beda Rp10 ribu atau Rp20 ribu masih wajar. Tapi kalau sudah beda sampai Rp100 ribu lebih, memang kurang wajar. Saya merasakan memang ada ketidakadilan bagi Belitung Timur,” katanya.

Menurutnya, disparitas harga tersebut memperberat beban penambang yang harus menanggung biaya operasional tinggi, termasuk pembelian bahan bakar dengan harga di atas harga normal. Di sisi lain, mereka juga menghadapi risiko keselamatan kerja hingga ancaman pidana apabila terjadi pelanggaran.

“Masyarakat ini bertaruh modal, bertaruh nyawa, bahkan bertaruh hukum. Salah sedikit bergelang tangan. Tetapi kesejahteraan yang mereka harapkan belum juga dirasakan,” ucapnya.

Dalam forum itu, Dwi Nanda turut mendesak PT Timah memperketat pengawasan terhadap rantai pembelian bijih timah agar asal-usul komoditas yang diterima perusahaan dapat dipastikan secara transparan.

“Seperti kata Pak Bupati tadi, pencurinya ditangkap, penadahnya tidak. Rasa keadilan itu di mana? Setiap ada persoalan, masyarakat yang menjadi tumbal,” katanya.

Menutup penyampaiannya, Dwi Nanda meminta PT Timah mengevaluasi kebijakan harga pembelian timah di Belitung Timur agar tidak lagi terjadi kesenjangan dengan Pulau Bangka. Ia menegaskan masyarakat tidak menuntut perlakuan istimewa, melainkan kesetaraan sebagai daerah penghasil.

“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya meminta persamaan hak dan persamaan kesejahteraan. Kalau Bangka bisa menikmati harga yang layak, Belitung Timur juga harus mendapat perlakuan yang sama,” tegasnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 21 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: NINING

Editor: REDAKSI BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait
Green Policing, Polresta Pangkalpinang Ajak Personel Peduli Lingkungan demi Masa Depan yang Lebih Hijau
Green Policing di Belitung, Kapolres dan Personel Turun Langsung Bersihkan Lingkungan
Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers
Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:18 WITA

Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WITA

Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait

Jumat, 6 November 2026 - 12:58 WITA

Green Policing, Polresta Pangkalpinang Ajak Personel Peduli Lingkungan demi Masa Depan yang Lebih Hijau

Jumat, 6 November 2026 - 11:54 WITA

Green Policing di Belitung, Kapolres dan Personel Turun Langsung Bersihkan Lingkungan

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 18:45 WITA

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Siapkan UKW dan Verifikasi Faktual Dewan Pers

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WITA

Amsakar Ajak Pers Dukung Pembangunan Batam, Tegaskan Pentingnya Kontrol Sosial

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WITA

Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel

Berita Terbaru