Tak Ingin Bebani Wali Murid, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Buka Les Gratis Ba’da Isya di Rumah Lurah Randusari
Suasana Mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang melaksanakan Bimbingan Belajar Gratis untuk anak-anak desa Randusari di kediaman Lurah Randusari
KENDAL – Di tengah keterbatasan akses bimbingan belajar berbayar, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 165 menghadirkan solusi edukatif bagi anak-anak Desa Randusari, Kabupaten Kendal. Mereka menggelar program les privat gratis yang dipusatkan di teras kediaman Kepala Desa Randusari, Nur Fuat, selama periode Juli hingga Agustus 2026.
Berbeda dari bimbingan belajar pada umumnya, kegiatan ini rutin dilaksanakan pada malam hari, tepatnya setiap Senin, Rabu, dan Jumat usai ibadah salat Isya. Pemilihan waktu ini sengaja dirancang oleh tim mahasiswa agar tidak berbenturan dengan jadwal sekolah formal maupun aktivitas sore anak-anak di desa setempat.
Sejak digulirkan, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Anak-anak dari kelas 1 hingga 6 Sekolah Dasar (SD) berbondong-bondong mengikuti sesi bimbingan. Dengan duduk lesehan di teras rumah kepala desa, suasana belajar terbangun dengan hangat dan penuh kekeluargaan, meruntuhkan sekat formalitas sehingga anak-anak lebih nyaman dalam menyerap materi pelajaran.
Kepala Desa Randusari, Nur Fuat, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai, kediamannya yang berada di lokasi strategis sangat cocok dijadikan pusat kegiatan karena mudah dijangkau oleh warga dari berbagai penjuru dusun.
“Kami sangat terbuka dan mendukung penuh. Dengan adanya les gratis ini, anak-anak kami tidak perlu menempuh jarak jauh atau membebani orang tua untuk mendapat tambahan ilmu. Ini adalah kolaborasi nyata untuk masa depan desa,” ujar Nur Fuat.
Mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang foto bersama anak-anak Randusari
Sementara itu, perwakilan Tim KKN Posko 165 menjelaskan bahwa metode pendampingan belajar disesuaikan dengan kendala masing-masing siswa, khususnya pada mata pelajaran eksakta dan bahasa yang kerap dianggap sulit.
“Kami ingin kehadiran KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjawab kebutuhan dasar warga, khususnya di bidang pendidikan. Kami memanfaatkan malam hari karena waktu tersebut paling luang bagi anak-anak untuk berkumpul dan fokus,” jelasnya.
Tim KKN terus mengajak seluruh warga Desa Randusari yang memiliki anak usia SD untuk memanfaatkan program bimbingan ini secara maksimal. Program les privat gratis ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu dan tempat bukanlah halangan untuk mencerdaskan generasi penerus, selama terwujud kolaborasi yang baik antara mahasiswa, aparatur desa, dan masyarakat luas.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tak Ingin Bebani Wali Murid, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Buka Les Gratis Ba'da Isya di Rumah Lurah Randusari
MINGGU, 2 AGUSTUS 2026
KENDAL – Di tengah keterbatasan akses bimbingan belajar berbayar, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 165 menghadirkan solusi edukatif bagi anak-anak Desa Randusari, Kabupaten Kendal. Mereka menggelar program les privat gratis yang dipusatkan di teras kediaman Kepala Desa Randusari, Nur Fuat, selama periode Juli hingga Agustus 2026.
Berbeda dari bimbingan belajar pada umumnya, kegiatan ini rutin dilaksanakan pada malam hari, tepatnya setiap Senin, Rabu, dan Jumat usai ibadah salat Isya. Pemilihan waktu ini sengaja dirancang oleh tim mahasiswa agar tidak berbenturan dengan jadwal sekolah formal maupun aktivitas sore anak-anak di desa setempat.
Sejak digulirkan, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Anak-anak dari kelas 1 hingga 6 Sekolah Dasar (SD) berbondong-bondong mengikuti sesi bimbingan. Dengan duduk lesehan di teras rumah kepala desa, suasana belajar terbangun dengan hangat dan penuh kekeluargaan, meruntuhkan sekat formalitas sehingga anak-anak lebih nyaman dalam menyerap materi pelajaran.
Kepala Desa Randusari, Nur Fuat, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai, kediamannya yang berada di lokasi strategis sangat cocok dijadikan pusat kegiatan karena mudah dijangkau oleh warga dari berbagai penjuru dusun.
"Kami sangat terbuka dan mendukung penuh. Dengan adanya les gratis ini, anak-anak kami tidak perlu menempuh jarak jauh atau membebani orang tua untuk mendapat tambahan ilmu. Ini adalah kolaborasi nyata untuk masa depan desa," ujar Nur Fuat.
Sementara itu, perwakilan Tim KKN Posko 165 menjelaskan bahwa metode pendampingan belajar disesuaikan dengan kendala masing-masing siswa, khususnya pada mata pelajaran eksakta dan bahasa yang kerap dianggap sulit.
“Kami ingin kehadiran KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menjawab kebutuhan dasar warga, khususnya di bidang pendidikan. Kami memanfaatkan malam hari karena waktu tersebut paling luang bagi anak-anak untuk berkumpul dan fokus,” jelasnya.
Tim KKN terus mengajak seluruh warga Desa Randusari yang memiliki anak usia SD untuk memanfaatkan program bimbingan ini secara maksimal. Program les privat gratis ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu dan tempat bukanlah halangan untuk mencerdaskan generasi penerus, selama terwujud kolaborasi yang baik antara mahasiswa, aparatur desa, dan masyarakat luas.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.