Mahasiswa KKN UIN Walisongo Awali Pendampingan Digitalisasi Usaha Tambak Lele Pak Rumidi di Desa Tlompakan
Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Tematik (KKN MIT) Posko 39 UIN Walisongo Semarang melakukan pendataan usaha tambak lele milik Bapak Rumidi di Dusun Muludan RT 04/RW 06, Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Pendataan tersebut menjadi tahap awal pendampingan digitalisasi usaha yang meliputi perancangan identitas usaha, pembuatan banner nama usaha, serta pendaftaran lokasi tambak di Google Maps.
Selama kurang lebih enam tahun, Bapak Rumidi mengelola 14 kolam lele seorang diri. Mulai dari pemberian pakan, pengurasan air setiap pagi untuk mengurangi amonia dari sisa kotoran ikan, hingga proses sortir dan panen dilakukan secara mandiri.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Bapak Rumidi adalah serangan penyakit pada ikan ketika terjadi pergantian musim. Kondisi tersebut, yang menurutnya biasa disebut sebagai “musim kebajikan”, terjadi ketika suhu siang hari panas, sementara malam hingga pagi hari terasa sangat dingin sehingga ikan menjadi lebih sensitif dan mudah terserang penyakit.
“Saya pernah mengalami kerugian besar. Saat ikan sudah hampir panen, saya menghabiskan sekitar Rp3 juta untuk pakan, tetapi banyak yang mati akibat penyakit,” ujar Bapak Rumidi, pemilik tambak lele.
Dari sisi pemasaran, usaha tersebut selama ini masih mengandalkan jaringan pertemanan dan pengepul yang dikenal secara langsung. Tambak juga belum memiliki titik lokasi yang dapat ditemukan secara daring karena belum terdaftar di Google Maps.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN melakukan pendataan dan pendampingan digitalisasi usaha. Selain membantu merancang identitas usaha melalui logo dan banner, mahasiswa juga berencana mendaftarkan lokasi tambak ke Google Maps agar keberadaan usaha lebih mudah ditemukan oleh masyarakat.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai usaha tambak lele milik Bapak Rumidi sekaligus mendukung pelaku usaha desa dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan usahanya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Awali Pendampingan Digitalisasi Usaha Tambak Lele Pak Rumidi di Desa Tlompakan
RABU, 12 AGUSTUS 2026
Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Tematik (KKN MIT) Posko 39 UIN Walisongo Semarang melakukan pendataan usaha tambak lele milik Bapak Rumidi di Dusun Muludan RT 04/RW 06, Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Pendataan tersebut menjadi tahap awal pendampingan digitalisasi usaha yang meliputi perancangan identitas usaha, pembuatan banner nama usaha, serta pendaftaran lokasi tambak di Google Maps.
Selama kurang lebih enam tahun, Bapak Rumidi mengelola 14 kolam lele seorang diri. Mulai dari pemberian pakan, pengurasan air setiap pagi untuk mengurangi amonia dari sisa kotoran ikan, hingga proses sortir dan panen dilakukan secara mandiri.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Bapak Rumidi adalah serangan penyakit pada ikan ketika terjadi pergantian musim. Kondisi tersebut, yang menurutnya biasa disebut sebagai “musim kebajikan”, terjadi ketika suhu siang hari panas, sementara malam hingga pagi hari terasa sangat dingin sehingga ikan menjadi lebih sensitif dan mudah terserang penyakit.
“Saya pernah mengalami kerugian besar. Saat ikan sudah hampir panen, saya menghabiskan sekitar Rp3 juta untuk pakan, tetapi banyak yang mati akibat penyakit,” ujar Bapak Rumidi, pemilik tambak lele.
Dari sisi pemasaran, usaha tersebut selama ini masih mengandalkan jaringan pertemanan dan pengepul yang dikenal secara langsung. Tambak juga belum memiliki titik lokasi yang dapat ditemukan secara daring karena belum terdaftar di Google Maps.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN melakukan pendataan dan pendampingan digitalisasi usaha. Selain membantu merancang identitas usaha melalui logo dan banner, mahasiswa juga berencana mendaftarkan lokasi tambak ke Google Maps agar keberadaan usaha lebih mudah ditemukan oleh masyarakat.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan informasi mengenai usaha tambak lele milik Bapak Rumidi sekaligus mendukung pelaku usaha desa dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan usahanya.