Mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo Kawal Jamaah Umrah PT Ameera di Makkah hingga Dini Hari
MAKKAH — Dedikasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali ditunjukkan melalui pendampingan intensif terhadap rombongan Jamaah UmrahPT Ameera di Kota Makkah, Kamis (13/8/2026) malam.
Pendampingan yang dimulai setelah salat Isya tersebut berlangsung hingga pukul 01.00 waktu setempat. Dalam kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya bertugas mengarahkan alur perjalanan ibadah, tetapi juga memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran pelaksanaan rangkaian ibadah jamaah, khususnya bagi peserta lanjut usia.
Padatnya aktivitas di kawasan Masjidil Haram, terutama menjelang malam Jumat, menjadi tantangan tersendiri bagi tim pendamping. Tingginya mobilitas jamaah membuat mahasiswa KKN harus bekerja lebih ekstra dalam mengawal setiap tahapan ibadah, mulai dari keberangkatan dari hotel, pelaksanaan tawaf dan sa’i, hingga mengantar jamaah kembali ke tempat penginapan.
Salah seorang perwakilan mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo menegaskan bahwa pendampingan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Pendampingan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk pelayanan kepada para tamu Allah. Kami berupaya memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk hingga seluruh rangkaian selesai,” ujarnya.
Di balik kelancaran pendampingan, mahasiswa juga dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan. Beberapa jamaah mengalami gangguan kesehatan secara tiba-tiba sehingga memerlukan penanganan khusus.
Salah satu insiden terjadi ketika seorang jamaah mengalami sakit pinggang saat menjalani sa’i. Kondisi tersebut mengharuskan tim pendamping memberikan bantuan secara langsung karena jamaah tersebut menolak menggunakan kursi roda.
Selain itu, tiga jamaah perempuan terpaksa keluar dari barisan menjelang pelaksanaan tawaf karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Situasi lain juga terjadi ketika seorang jamaah laki-laki meminta izin menuju kamar kecil, tetapi tidak kembali ke titik kumpul hingga dua jam kemudian.
Berbagai kejadian tersebut membuat tim KKN harus membagi konsentrasi dan personel untuk menangani beberapa situasi darurat secara bersamaan.
Berdasarkan evaluasi lapangan, mahasiswa menilai bahwa pendampingan jamaah tidak cukup hanya difokuskan kepada kelompok lanjut usia. Kondisi kesehatan yang dapat berubah secara mendadak menjadi faktor penting yang harus diantisipasi dalam setiap pelaksanaan ibadah.
Untuk meningkatkan efektivitas pendampingan pada kegiatan berikutnya, tim KKN merekomendasikan penerapan sistem pembagian penanggung jawab dengan rasio tertentu berdasarkan jumlah jamaah. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan pengawasan sekaligus mempermudah proses pendampingan.
Kolaborasi antara KKN Internasional UIN Walisongo Semarang dan PT Ameera menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat global. Kehadiran mereka tidak hanya mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak langsung bagi para jamaah di Tanah Suci.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo Kawal Jamaah Umrah PT Ameera di Makkah hingga Dini Hari
SABTU, 15 AGUSTUS 2026
MAKKAH — Dedikasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali ditunjukkan melalui pendampingan intensif terhadap rombongan jamaah umrah PT Ameera di Kota Makkah, Kamis (13/8/2026) malam.
Pendampingan yang dimulai setelah salat Isya tersebut berlangsung hingga pukul 01.00 waktu setempat. Dalam kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya bertugas mengarahkan alur perjalanan ibadah, tetapi juga memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran pelaksanaan rangkaian ibadah jamaah, khususnya bagi peserta lanjut usia.
Padatnya aktivitas di kawasan Masjidil Haram, terutama menjelang malam Jumat, menjadi tantangan tersendiri bagi tim pendamping. Tingginya mobilitas jamaah membuat mahasiswa KKN harus bekerja lebih ekstra dalam mengawal setiap tahapan ibadah, mulai dari keberangkatan dari hotel, pelaksanaan tawaf dan sa'i, hingga mengantar jamaah kembali ke tempat penginapan.
Salah seorang perwakilan mahasiswa KKN Internasional UIN Walisongo menegaskan bahwa pendampingan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
"Pendampingan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk pelayanan kepada para tamu Allah. Kami berupaya memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk hingga seluruh rangkaian selesai," ujarnya.
Di balik kelancaran pendampingan, mahasiswa juga dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan. Beberapa jamaah mengalami gangguan kesehatan secara tiba-tiba sehingga memerlukan penanganan khusus.
Salah satu insiden terjadi ketika seorang jamaah mengalami sakit pinggang saat menjalani sa'i. Kondisi tersebut mengharuskan tim pendamping memberikan bantuan secara langsung karena jamaah tersebut menolak menggunakan kursi roda.
Selain itu, tiga jamaah perempuan terpaksa keluar dari barisan menjelang pelaksanaan tawaf karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Situasi lain juga terjadi ketika seorang jamaah laki-laki meminta izin menuju kamar kecil, tetapi tidak kembali ke titik kumpul hingga dua jam kemudian.
Berbagai kejadian tersebut membuat tim KKN harus membagi konsentrasi dan personel untuk menangani beberapa situasi darurat secara bersamaan.
Berdasarkan evaluasi lapangan, mahasiswa menilai bahwa pendampingan jamaah tidak cukup hanya difokuskan kepada kelompok lanjut usia. Kondisi kesehatan yang dapat berubah secara mendadak menjadi faktor penting yang harus diantisipasi dalam setiap pelaksanaan ibadah.
Untuk meningkatkan efektivitas pendampingan pada kegiatan berikutnya, tim KKN merekomendasikan penerapan sistem pembagian penanggung jawab dengan rasio tertentu berdasarkan jumlah jamaah. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan pengawasan sekaligus mempermudah proses pendampingan.
Kolaborasi antara KKN Internasional UIN Walisongo Semarang dan PT Ameera menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat global. Kehadiran mereka tidak hanya mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak langsung bagi para jamaah di Tanah Suci.