Semarak Kemerdekaan, KKN Posko 154 Dukung Pelestarian Barongan di Jatipurwo
KENDAL — Pertunjukan barongan turut memeriahkan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan di Desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 154 turut berpartisipasi dalam kegiatan yang mendapat antusiasme masyarakat tersebut.
Pertunjukan kesenian tradisional itu menjadi salah satu hiburan yang digelar masyarakat dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Warga dari berbagai kalangan hadir menyaksikan pertunjukan yang berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.
Kehadiran mahasiswa KKN Posko 154 menjadi bentuk keterlibatan dalam aktivitas sosial dan budaya masyarakat Desa Jatipurwo. Selain mendukung kegiatan warga, mahasiswa juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Pertunjukan barongan menampilkan sejumlah unsur kesenian tradisional, termasuk kehadiran warok yang menjadi salah satu daya tarik bagi penonton.
Salah seorang warga, Sinta Nur Maliana, mengaku antusias menyaksikan pertunjukan tersebut secara langsung. Menurutnya, kehadiran warok menjadi salah satu bagian menarik dari pertunjukan barongan.
“Menurut saya, acara barongan ini menarik karena ada waroknya. Saya juga antusias karena ada kesempatan untuk menonton langsung,” ujar Sinta.
Sementara itu, Muh. Zaidun selaku pengurus wilayah yang turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan mengatakan, masyarakat Desa Jatipurwo memang rutin menggelar berbagai kegiatan setiap Agustus untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.
Menurutnya, jenis kegiatan disesuaikan dengan keinginan dan permintaan masyarakat, mulai dari pengajian, pertunjukan barongan hingga hiburan musik.
“Setiap bulan Agustus memang rutin diadakan berbagai acara. Jenis acaranya menyesuaikan permintaan masyarakat, seperti pengajian, barongan, atau dangdutan,” jelas Zaidun.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung oleh donatur dari masing-masing dukuh serta masyarakat setempat. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting agar berbagai kegiatan yang diinginkan warga dapat terlaksana.
“Pendanaannya berasal dari para donatur di masing-masing dukuh serta masyarakat. Setiap ada permintaan dari masyarakat, sebisa mungkin kami berusaha untuk merealisasikannya,” imbuhnya.
Bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 154, keterlibatan dalam pertunjukan barongan menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memahami kekayaan budaya lokal Desa Jatipurwo.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam mendukung aktivitas sosial dan kebudayaan masyarakat selama menjalankan program KKN.
Pertunjukan barongan tidak hanya menjadi hiburan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi warga sekaligus sarana menjaga keberlangsungan kesenian tradisional.
Melalui kolaborasi masyarakat dan mahasiswa KKN, kegiatan budaya seperti pertunjukan barongan diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya lokal Desa Jatipurwo.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Semarak Kemerdekaan, KKN Posko 154 Dukung Pelestarian Barongan di Jatipurwo
RABU, 26 AGUSTUS 2026
KENDAL — Pertunjukan barongan turut memeriahkan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan di Desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 154 turut berpartisipasi dalam kegiatan yang mendapat antusiasme masyarakat tersebut.
Pertunjukan kesenian tradisional itu menjadi salah satu hiburan yang digelar masyarakat dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Warga dari berbagai kalangan hadir menyaksikan pertunjukan yang berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.
Kehadiran mahasiswa KKN Posko 154 menjadi bentuk keterlibatan dalam aktivitas sosial dan budaya masyarakat Desa Jatipurwo. Selain mendukung kegiatan warga, mahasiswa juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Pertunjukan barongan menampilkan sejumlah unsur kesenian tradisional, termasuk kehadiran warok yang menjadi salah satu daya tarik bagi penonton.
Salah seorang warga, Sinta Nur Maliana, mengaku antusias menyaksikan pertunjukan tersebut secara langsung. Menurutnya, kehadiran warok menjadi salah satu bagian menarik dari pertunjukan barongan.
“Menurut saya, acara barongan ini menarik karena ada waroknya. Saya juga antusias karena ada kesempatan untuk menonton langsung,” ujar Sinta.
Sementara itu, Muh. Zaidun selaku pengurus wilayah yang turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan mengatakan, masyarakat Desa Jatipurwo memang rutin menggelar berbagai kegiatan setiap Agustus untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.
Menurutnya, jenis kegiatan disesuaikan dengan keinginan dan permintaan masyarakat, mulai dari pengajian, pertunjukan barongan hingga hiburan musik.
“Setiap bulan Agustus memang rutin diadakan berbagai acara. Jenis acaranya menyesuaikan permintaan masyarakat, seperti pengajian, barongan, atau dangdutan,” jelas Zaidun.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung oleh donatur dari masing-masing dukuh serta masyarakat setempat. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting agar berbagai kegiatan yang diinginkan warga dapat terlaksana.
“Pendanaannya berasal dari para donatur di masing-masing dukuh serta masyarakat. Setiap ada permintaan dari masyarakat, sebisa mungkin kami berusaha untuk merealisasikannya,” imbuhnya.
Bagi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 154, keterlibatan dalam pertunjukan barongan menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memahami kekayaan budaya lokal Desa Jatipurwo.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam mendukung aktivitas sosial dan kebudayaan masyarakat selama menjalankan program KKN.
Pertunjukan barongan tidak hanya menjadi hiburan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi warga sekaligus sarana menjaga keberlangsungan kesenian tradisional.
Melalui kolaborasi masyarakat dan mahasiswa KKN, kegiatan budaya seperti pertunjukan barongan diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya lokal Desa Jatipurwo.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.