Posyandu Tlompakan Pantau Kesehatan Bayi, Balita hingga Lansia
Kegiatan Posyandu di Desa Tlompakan yang diikuti oleh kader, warga, dan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
SEMARANG – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Dusun Krajan Timur, Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, kembali menggelar pelayanan kesehatan rutin, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan bayi, balita, hingga lanjut usia (lansia).
Pelaksanaan Posyandu turut didampingi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Tematik (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 39. Selain membantu jalannya pelayanan, mahasiswa juga turut melakukan dokumentasi kegiatan.
Bidan Desa Tlompakan, Sri Hatmini, mengatakan Posyandu dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai sarana pemantauan kesehatan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
“Posyandu ini bertujuan untuk memantau kesehatan bayi, balita, maupun lansia,” ujar Sri Hatmini.
Dalam pelayanan tersebut, balita menjalani penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, dan lingkar perut.
Sementara itu, peserta lansia menjalani pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, serta pengukuran lingkar perut. Hasil pemeriksaan digunakan untuk membantu memantau kondisi kesehatan dan status gizi masyarakat.
Menurut Sri Hatmini, manfaat Posyandu tidak hanya berkaitan dengan pemantauan status gizi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
“Untuk mendidik masyarakat agar pola hidupnya itu bisa lebih baik,” katanya.
Jadwal Posyandu Berlangsung Beberapa Hari
Sri Hatmini menjelaskan, pelaksanaan Posyandu di Desa Tlompakan dilakukan setiap bulan dengan jadwal yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, kegiatan biasanya dimulai sekitar tanggal 4 dan berlangsung selama empat hingga lima hari. Pelayanan kemudian berakhir sesuai jadwal yang telah ditentukan, seperti pelaksanaan pada Selasa (11/8/2026).
“Setiap bulan sekali posyandunya tergantung jadwal. Kalau di Desa Tlompakan biasanya mulai tanggal 4 dan berlangsung 4 sampai 5 hari, sampai terakhir hari ini Selasa tanggal 11. Kecuali kalau ada hari libur atau hari Minggu, jadwalnya bisa kita geser,” jelasnya.
Pelaksanaan Posyandu secara rutin diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, kondisi kesehatan dan berbagai permasalahan gizi diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat ditindaklanjuti.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Posyandu Tlompakan Pantau Kesehatan Bayi, Balita hingga Lansia
RABU, 12 AGUSTUS 2026
SEMARANG – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Dusun Krajan Timur, Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, kembali menggelar pelayanan kesehatan rutin, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan bayi, balita, hingga lanjut usia (lansia).
Pelaksanaan Posyandu turut didampingi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Tematik (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 39. Selain membantu jalannya pelayanan, mahasiswa juga turut melakukan dokumentasi kegiatan.
Bidan Desa Tlompakan, Sri Hatmini, mengatakan Posyandu dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai sarana pemantauan kesehatan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
“Posyandu ini bertujuan untuk memantau kesehatan bayi, balita, maupun lansia,” ujar Sri Hatmini.
Dalam pelayanan tersebut, balita menjalani penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, dan lingkar perut.
Sementara itu, peserta lansia menjalani pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, serta pengukuran lingkar perut. Hasil pemeriksaan digunakan untuk membantu memantau kondisi kesehatan dan status gizi masyarakat.
Menurut Sri Hatmini, manfaat Posyandu tidak hanya berkaitan dengan pemantauan status gizi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
“Untuk mendidik masyarakat agar pola hidupnya itu bisa lebih baik,” katanya.
Jadwal Posyandu Berlangsung Beberapa Hari
Sri Hatmini menjelaskan, pelaksanaan Posyandu di Desa Tlompakan dilakukan setiap bulan dengan jadwal yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, kegiatan biasanya dimulai sekitar tanggal 4 dan berlangsung selama empat hingga lima hari. Pelayanan kemudian berakhir sesuai jadwal yang telah ditentukan, seperti pelaksanaan pada Selasa (11/8/2026).
“Setiap bulan sekali posyandunya tergantung jadwal. Kalau di Desa Tlompakan biasanya mulai tanggal 4 dan berlangsung 4 sampai 5 hari, sampai terakhir hari ini Selasa tanggal 11. Kecuali kalau ada hari libur atau hari Minggu, jadwalnya bisa kita geser,” jelasnya.
Pelaksanaan Posyandu secara rutin diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemantauan kesehatan. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, kondisi kesehatan dan berbagai permasalahan gizi diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat ditindaklanjuti.