KKN UIN Walisongo Bantu Pelayanan Posyandu ILP di Tugusari-Bendo
Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 saat membantu kegiatan Posyandu ILP
SEMARANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 turut membantu pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu Integrasi Layanan Primer (Posyandu ILP) di Dusun Tugusari dan Dusun Bendo, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN membantu kader dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan berdasarkan kelompok usia.
Posyandu ILP memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, remaja hingga lanjut usia (lansia).
Bidan Desa Kandangan, Ignasiati Puji Astuti, mengatakan cakupan pelayanan Posyandu ILP lebih luas dibandingkan pelayanan Posyandu yang sebelumnya berfokus pada bayi dan balita.
“Posyandu itu sekarang namanya Posyandu ILP, Integrasi Layanan Primer. Di sini kita melayani dari berbagai kelompok umur, dari bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, remaja sampai lansia. Jadi, kita tidak hanya fokus pada balita dan bayi, tetapi meliputi semua siklus kehidupan,” jelas Ignasiati.
Pada kelompok bayi dan balita usia 0–5 tahun, pelayanan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan, serta pengukuran lingkar lengan. Sementara bagi remaja, pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan.
Bagi ibu hamil, pemeriksaan mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, serta pemeriksaan kondisi kehamilan. Adapun bagi lansia, pelayanan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut.
Selain pemeriksaan fisik, Posyandu ILP juga menyediakan pemeriksaan tekanan darah serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Ignasiati mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendukung pelaksanaan pelayanan Posyandu di Dusun Tugusari dan Bendo.
“Ibu berterima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah berpartisipasi untuk membantu berjalannya program di Posyandu Bendo-Tugu. Tentunya akan lebih menginspirasi dan menyemangati bagi warga kami di Bendo-Tugu,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa KKN dapat terus memberikan kontribusi kepada masyarakat setelah menyelesaikan masa pengabdian.
“Semoga semakin sukses untuk mencerdaskan anak bangsa dan juga untuk melayani di seluruh penjuru negeri,” tambahnya.
Ignasiati juga berpesan agar generasi muda memiliki semangat dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Sebagai generasi bangsa harus memiliki semangat daya juang yang tinggi untuk mengisi kemerdekaan. Memiliki kepedulian yang tinggi, kemudian juga memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi terhadap sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26, Adnan, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk kegiatan positif. Menurutnya, mahasiswa dapat membantu kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“ tentunya kegiatan ini sangat positif, karena kita juga ikut serta membantu kader-kader Posyandu, terutama di Dusun Tugusari dan Bendo, agar kita meningkatkan kesehatan di lingkungan, di lingkup paling kecil seperti di dusun Tugusari dan Bendo,” ujar Adnan.
Adnan berharap kegiatan Posyandu mendapat perhatian lebih dari pemerintah sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat terus berkembang.
“Harapannya untuk kegiatan Posyandu itu bisa lebih diperhatikan atau mendapat perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dari pemerintah desa maupun kabupaten/kota, khusus dari Kementerian Kesehatan,” tuturnya.
Keterlibatan Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi turut membantu kader dan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat serta memahami secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kehadiran Posyandu ILP di Dusun Tugusari dan Bendo menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat dusun. Keterlibatan mahasiswa KKN turut memperkuat peran Posyandu sebagai ruang pelayanan kesehatan sekaligus sarana pengabdian dan pembelajaran bagi mahasiswa di tengah masyarakat pedesaan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN UIN Walisongo Bantu Pelayanan Posyandu ILP di Tugusari-Bendo
SELASA, 11 AGUSTUS 2026
SEMARANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 turut membantu pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu Integrasi Layanan Primer (Posyandu ILP) di Dusun Tugusari dan Dusun Bendo, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN membantu kader dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan berdasarkan kelompok usia.
Posyandu ILP memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, remaja hingga lanjut usia (lansia).
Bidan Desa Kandangan, Ignasiati Puji Astuti, mengatakan cakupan pelayanan Posyandu ILP lebih luas dibandingkan pelayanan Posyandu yang sebelumnya berfokus pada bayi dan balita.
“Posyandu itu sekarang namanya Posyandu ILP, Integrasi Layanan Primer. Di sini kita melayani dari berbagai kelompok umur, dari bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, remaja sampai lansia. Jadi, kita tidak hanya fokus pada balita dan bayi, tetapi meliputi semua siklus kehidupan,” jelas Ignasiati.
Pada kelompok bayi dan balita usia 0–5 tahun, pelayanan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan, serta pengukuran lingkar lengan. Sementara bagi remaja, pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan.
Bagi ibu hamil, pemeriksaan mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, serta pemeriksaan kondisi kehamilan. Adapun bagi lansia, pelayanan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut.
Selain pemeriksaan fisik, Posyandu ILP juga menyediakan pemeriksaan tekanan darah serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Ignasiati mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam mendukung pelaksanaan pelayanan Posyandu di Dusun Tugusari dan Bendo.
“Ibu berterima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah berpartisipasi untuk membantu berjalannya program di Posyandu Bendo-Tugu. Tentunya akan lebih menginspirasi dan menyemangati bagi warga kami di Bendo-Tugu,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa KKN dapat terus memberikan kontribusi kepada masyarakat setelah menyelesaikan masa pengabdian.
“Semoga semakin sukses untuk mencerdaskan anak bangsa dan juga untuk melayani di seluruh penjuru negeri,” tambahnya.
Ignasiati juga berpesan agar generasi muda memiliki semangat dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Sebagai generasi bangsa harus memiliki semangat daya juang yang tinggi untuk mengisi kemerdekaan. Memiliki kepedulian yang tinggi, kemudian juga memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi terhadap sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26, Adnan, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk kegiatan positif. Menurutnya, mahasiswa dapat membantu kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“ tentunya kegiatan ini sangat positif, karena kita juga ikut serta membantu kader-kader Posyandu, terutama di Dusun Tugusari dan Bendo, agar kita meningkatkan kesehatan di lingkungan, di lingkup paling kecil seperti di dusun Tugusari dan Bendo,” ujar Adnan.
Adnan berharap kegiatan Posyandu mendapat perhatian lebih dari pemerintah sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat terus berkembang.
“Harapannya untuk kegiatan Posyandu itu bisa lebih diperhatikan atau mendapat perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dari pemerintah desa maupun kabupaten/kota, khusus dari Kementerian Kesehatan,” tuturnya.
Keterlibatan Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi turut membantu kader dan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat serta memahami secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kehadiran Posyandu ILP di Dusun Tugusari dan Bendo menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat dusun. Keterlibatan mahasiswa KKN turut memperkuat peran Posyandu sebagai ruang pelayanan kesehatan sekaligus sarana pengabdian dan pembelajaran bagi mahasiswa di tengah masyarakat pedesaan.
Penulis: Lubab Jamaludin Arrumi
Editor: Arya Krida
Sumber: Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26