KKN Posko 171 Edukasi Siswa SDN 2 Galih Pilah Sampah Organik dan Anorganik
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 171 mengedukasi siswa SDN 2 Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dini. Kegiatan yang dipadukan dengan praktik langsung tersebut digelar Senin (24/8/2026).
Edukasi pemilahan sampah ini dilakukan untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan siswa mengenali dan mengelola sampah sesuai jenisnya.
Kegiatan dikemas secara interaktif dengan memanfaatkan smart TV, gambar, kuis, serta praktik langsung agar materi lebih mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Dalam sesi materi, mahasiswa menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan kulit buah dijelaskan sebagai jenis sampah yang mudah terurai dan dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, bungkus makanan, dan kaleng relatif sulit terurai, tetapi masih dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa mengadakan kuis berbasis gambar. Para siswa dibagi menjadi dua kelompok dan diminta menentukan jenis sampah berdasarkan gambar yang ditampilkan. Setiap jawaban benar mendapatkan poin, sedangkan jawaban yang salah mengurangi poin.
Penanggung Jawab Program Lingkungan KKN Posko 171, Yasin, mengatakan penyampaian materi secara visual dan praktik langsung membuat siswa lebih mudah memahami konsep pemilahan sampah.
“Anak-anak sebenarnya sangat kritis. Kuncinya ada pada penyampaian yang visual dan praktik langsung. Ketika mereka tahu bahwa bekas bungkus jajanan itu anorganik dan tidak boleh dicampur dengan sisa buah, mereka langsung sigap memilahnya,” ujar Yasin.
Siswa Praktik Memilah Sampah
Usai mendapatkan materi, siswa diajak melakukan praktik dengan mengumpulkan sampah yang berada di lingkungan sekolah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan ditempatkan pada tempat sampah sesuai kategorinya, yakni organik atau anorganik.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga langsung menerapkannya di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN Posko 171 juga menyerahkan dan memasang sejumlah tempat sampah yang telah diberi label organik dan anorganik di beberapa titik strategis, termasuk di sekitar sudut sekolah dan depan ruang kelas.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Pembiasaan memilah sampah sejak usia sekolah dasar dinilai dapat membantu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN. Edukasi langsung seperti ini sangat efektif. Harapannya, kebiasaan memilah sampah ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dibawa dan diterapkan anak-anak saat berada di rumah masing-masing,” ungkap pihak sekolah.
Melalui edukasi dan praktik pemilahan sampah tersebut, KKN Posko 171 berharap siswa SDN 2 Galih tidak hanya memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN Posko 171 Edukasi Siswa SDN 2 Galih Pilah Sampah Organik dan Anorganik
SENIN, 24 AGUSTUS 2026
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 171 mengedukasi siswa SDN 2 Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dini. Kegiatan yang dipadukan dengan praktik langsung tersebut digelar Senin (24/8/2026).
Edukasi pemilahan sampah ini dilakukan untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membiasakan siswa mengenali dan mengelola sampah sesuai jenisnya.
Kegiatan dikemas secara interaktif dengan memanfaatkan smart TV, gambar, kuis, serta praktik langsung agar materi lebih mudah dipahami siswa sekolah dasar.
Dalam sesi materi, mahasiswa menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan kulit buah dijelaskan sebagai jenis sampah yang mudah terurai dan dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, bungkus makanan, dan kaleng relatif sulit terurai, tetapi masih dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa mengadakan kuis berbasis gambar. Para siswa dibagi menjadi dua kelompok dan diminta menentukan jenis sampah berdasarkan gambar yang ditampilkan. Setiap jawaban benar mendapatkan poin, sedangkan jawaban yang salah mengurangi poin.
Penanggung Jawab Program Lingkungan KKN Posko 171, Yasin, mengatakan penyampaian materi secara visual dan praktik langsung membuat siswa lebih mudah memahami konsep pemilahan sampah.
“Anak-anak sebenarnya sangat kritis. Kuncinya ada pada penyampaian yang visual dan praktik langsung. Ketika mereka tahu bahwa bekas bungkus jajanan itu anorganik dan tidak boleh dicampur dengan sisa buah, mereka langsung sigap memilahnya,” ujar Yasin.
Siswa Praktik Memilah Sampah
Usai mendapatkan materi, siswa diajak melakukan praktik dengan mengumpulkan sampah yang berada di lingkungan sekolah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan ditempatkan pada tempat sampah sesuai kategorinya, yakni organik atau anorganik.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga langsung menerapkannya di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN Posko 171 juga menyerahkan dan memasang sejumlah tempat sampah yang telah diberi label organik dan anorganik di beberapa titik strategis, termasuk di sekitar sudut sekolah dan depan ruang kelas.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Pembiasaan memilah sampah sejak usia sekolah dasar dinilai dapat membantu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN. Edukasi langsung seperti ini sangat efektif. Harapannya, kebiasaan memilah sampah ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dibawa dan diterapkan anak-anak saat berada di rumah masing-masing,” ungkap pihak sekolah.
Melalui edukasi dan praktik pemilahan sampah tersebut, KKN Posko 171 berharap siswa SDN 2 Galih tidak hanya memahami perbedaan sampah organik dan anorganik, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten di sekolah maupun di lingkungan keluarga.