KKN MMK Posko 08 Pelajari Pengelolaan Sampah di TPS 3R Desa Balesari
Sesi wawancara dan tanya jawab Mahasiswa bersama pengelola TPS 3R
BALESARI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Misi Khusus (KKN MMK) Perbankan Syariah Posko 08 UIN Walisongo Semarang mengunjungi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Desa Balesari, Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak melihat langsung aktivitas pengelolaan sampah di TPS 3R Desa Balesari. Pengelola menjelaskan alur pengelolaan sampah yang berasal dari rumah warga, kemudian diangkut menggunakan armada menuju TPS untuk dipilah berdasarkan jenisnya.
Sampah anorganik seperti kardus dan plastik yang masih memiliki nilai jual dikumpulkan untuk selanjutnya dijual kepada pengepul rongsok. Langkah tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi kegiatan pengelolaan TPS 3R.
Pengelola TPS 3R mengungkapkan, volume sampah yang diangkut dari warga dapat mencapai sekitar lima kuintal setiap hari.
“Di sini sehari bisa ngangkut sampai 5 kuintal sampah,” ujar pengelola TPS 3R Desa Balesari.
Besarnya volume sampah tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat desa. TPS 3R menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Tidak hanya menangani sampah rumah tangga, TPS 3R Desa Balesari juga memanfaatkan limbah organik berupa kotoran kambing untuk diolah menjadi pupuk kompos. Kompos yang dihasilkan kemudian dijual kepada warga sekitar untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan.
Meski pemasarannya masih terbatas, pengolahan kotoran kambing tersebut menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah organik agar tidak terbuang sia-sia dan memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Dokumentasi Mahasiswa KKN-MMK 08 bersama pengelola TPS 3R
Selain mengamati proses pengelolaan sampah, mahasiswa juga berdialog dengan pengelola mengenai berbagai tantangan yang dihadapi TPS 3R. Salah satunya adalah masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Keterbatasan armada pengangkut dan kebutuhan edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian dari tantangan pengelolaan sampah di tingkat desa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas, tetapi juga pada partisipasi dan perubahan perilaku masyarakat.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN MMK Posko 08 memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan konsep reduce, reuse, recycle dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pengelola TPS 3R Desa Balesari menyambut baik kunjungan mahasiswa dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Sinergi dengan mahasiswa KKN diharapkan dapat dikembangkan melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN MMK Posko 08 untuk mengenal persoalan lingkungan secara langsung dan memahami praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Balesari.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN MMK Posko 08 Pelajari Pengelolaan Sampah di TPS 3R Desa Balesari
KAMIS, 27 AGUSTUS 2026
BALESARI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Misi Khusus (KKN MMK) Perbankan Syariah Posko 08 UIN Walisongo Semarang mengunjungi Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Desa Balesari, Kamis (27/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak melihat langsung aktivitas pengelolaan sampah di TPS 3R Desa Balesari. Pengelola menjelaskan alur pengelolaan sampah yang berasal dari rumah warga, kemudian diangkut menggunakan armada menuju TPS untuk dipilah berdasarkan jenisnya.
Sampah anorganik seperti kardus dan plastik yang masih memiliki nilai jual dikumpulkan untuk selanjutnya dijual kepada pengepul rongsok. Langkah tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi kegiatan pengelolaan TPS 3R.
Pengelola TPS 3R mengungkapkan, volume sampah yang diangkut dari warga dapat mencapai sekitar lima kuintal setiap hari.
"Di sini sehari bisa ngangkut sampai 5 kuintal sampah," ujar pengelola TPS 3R Desa Balesari.
Besarnya volume sampah tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat desa. TPS 3R menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Tidak hanya menangani sampah rumah tangga, TPS 3R Desa Balesari juga memanfaatkan limbah organik berupa kotoran kambing untuk diolah menjadi pupuk kompos. Kompos yang dihasilkan kemudian dijual kepada warga sekitar untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan.
Meski pemasarannya masih terbatas, pengolahan kotoran kambing tersebut menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah organik agar tidak terbuang sia-sia dan memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Selain mengamati proses pengelolaan sampah, mahasiswa juga berdialog dengan pengelola mengenai berbagai tantangan yang dihadapi TPS 3R. Salah satunya adalah masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Keterbatasan armada pengangkut dan kebutuhan edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian dari tantangan pengelolaan sampah di tingkat desa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas, tetapi juga pada partisipasi dan perubahan perilaku masyarakat.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN MMK Posko 08 memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan konsep reduce, reuse, recycle dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pengelola TPS 3R Desa Balesari menyambut baik kunjungan mahasiswa dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Sinergi dengan mahasiswa KKN diharapkan dapat dikembangkan melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN MMK Posko 08 untuk mengenal persoalan lingkungan secara langsung dan memahami praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Balesari.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.