KKN Posko 163 Edukasi Siswa SDN 2 Sendangdawuhan Pilah Sampah Sejak Dini
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 163 UIN Walisongo Semarang mengajak siswa SDN 2 Sendangdawuhan, Desa Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, belajar mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, Rabu (26/8/2026). Edukasi tersebut dikemas secara interaktif untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sejak usia sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SDN 2 Sendangdawuhan itu diikuti mahasiswa KKN Posko 163 dan para siswa. Agar materi mudah dipahami, mahasiswa memadukan penyampaian informasi dengan permainan serta praktik pemilahan sampah secara langsung.
Kegiatan diawali dengan ice breaking bersama mahasiswa KKN. Suasana tersebut membuat siswa lebih siap mengikuti materi yang disampaikan.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi melalui cerita dan penjelasan dengan bahasa sederhana. Siswa diperkenalkan pada perbedaan sampah organik dan anorganik serta pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah organik merupakan jenis sampah yang mudah terurai, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Siswa juga diajak memahami bahwa menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan membuang sampah pada tempatnya, tetapi perlu dilanjutkan dengan memilah berdasarkan jenisnya.
Belajar Memilah Sampah Lewat Permainan
Antusiasme siswa semakin terlihat ketika kegiatan memasuki sesi praktik. Mahasiswa membagi siswa menjadi dua kelompok dan menyiapkan sejumlah contoh sampah di dalam wadah yang telah disediakan.
Setiap kelompok mendapat tantangan untuk memilih dan memasukkan contoh sampah ke wadah yang sesuai berdasarkan kategorinya, yakni organik dan anorganik. Kegiatan dikemas seperti permainan sehingga siswa dapat belajar sambil berkompetisi secara positif.
Suasana kelas pun semakin meriah ketika para siswa berlomba menyelesaikan tantangan. Sorak dan dukungan mahasiswa KKN Posko 163 turut menambah semangat siswa selama praktik berlangsung.
Koordinator KKN Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, mengatakan edukasi mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah penting diberikan sejak usia sekolah.
“Edukasi seperti ini penting karena kebiasaan menjaga kebersihan perlu diajarkan sejak kecil,” ujar Muhammad Khilmi Zakariya.
Menurutnya, siswa perlu dibiasakan membuang sampah pada tempatnya sekaligus memahami cara memilah sampah sesuai jenisnya.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, anak-anak bisa menerapkan apa yang sudah dipelajari, bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Lingkungan yang bersih tentunya dimulai dari kesadaran kita sendiri dan dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari,” katanya.
Melalui perpaduan materi dan praktik langsung, mahasiswa KKN Posko 163 berharap siswa tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan memilah sampah sejak dini diharapkan dapat membentuk sikap mandiri dan peduli lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian KKN Posko 163 UIN Walisongo Semarang dalam memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pesan yang dibawa sederhana: sampah yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama untuk dikelola dengan baik.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN Posko 163 Edukasi Siswa SDN 2 Sendangdawuhan Pilah Sampah Sejak Dini
RABU, 26 AGUSTUS 2026
KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 163 UIN Walisongo Semarang mengajak siswa SDN 2 Sendangdawuhan, Desa Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, belajar mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, Rabu (26/8/2026). Edukasi tersebut dikemas secara interaktif untuk menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sejak usia sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SDN 2 Sendangdawuhan itu diikuti mahasiswa KKN Posko 163 dan para siswa. Agar materi mudah dipahami, mahasiswa memadukan penyampaian informasi dengan permainan serta praktik pemilahan sampah secara langsung.
Kegiatan diawali dengan ice breaking bersama mahasiswa KKN. Suasana tersebut membuat siswa lebih siap mengikuti materi yang disampaikan.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi melalui cerita dan penjelasan dengan bahasa sederhana. Siswa diperkenalkan pada perbedaan sampah organik dan anorganik serta pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah organik merupakan jenis sampah yang mudah terurai, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Siswa juga diajak memahami bahwa menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan membuang sampah pada tempatnya, tetapi perlu dilanjutkan dengan memilah berdasarkan jenisnya.
Belajar Memilah Sampah Lewat Permainan
Antusiasme siswa semakin terlihat ketika kegiatan memasuki sesi praktik. Mahasiswa membagi siswa menjadi dua kelompok dan menyiapkan sejumlah contoh sampah di dalam wadah yang telah disediakan.
Setiap kelompok mendapat tantangan untuk memilih dan memasukkan contoh sampah ke wadah yang sesuai berdasarkan kategorinya, yakni organik dan anorganik. Kegiatan dikemas seperti permainan sehingga siswa dapat belajar sambil berkompetisi secara positif.
Suasana kelas pun semakin meriah ketika para siswa berlomba menyelesaikan tantangan. Sorak dan dukungan mahasiswa KKN Posko 163 turut menambah semangat siswa selama praktik berlangsung.
Koordinator KKN Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, mengatakan edukasi mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah penting diberikan sejak usia sekolah.
“Edukasi seperti ini penting karena kebiasaan menjaga kebersihan perlu diajarkan sejak kecil,” ujar Muhammad Khilmi Zakariya.
Menurutnya, siswa perlu dibiasakan membuang sampah pada tempatnya sekaligus memahami cara memilah sampah sesuai jenisnya.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, anak-anak bisa menerapkan apa yang sudah dipelajari, bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Lingkungan yang bersih tentunya dimulai dari kesadaran kita sendiri dan dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari,” katanya.
Melalui perpaduan materi dan praktik langsung, mahasiswa KKN Posko 163 berharap siswa tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan memilah sampah sejak dini diharapkan dapat membentuk sikap mandiri dan peduli lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian KKN Posko 163 UIN Walisongo Semarang dalam memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pesan yang dibawa sederhana: sampah yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama untuk dikelola dengan baik.