Dari Masjid di Belitung Timur, Wakapolda Babel Mendesak Warga Memperkuat Pengawasan dan Melaporkan Ancaman Keamanan
BELITUNG TIMUR, DNID.co.id — Peredaran gelap narkoba, perundungan, dan potensi perpecahan sosial menjadi perhatian Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Murry Mirranda saat menggelar kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Jami’ Al-Falaah, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (24/10/2026). Dalam kegiatan yang mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri itu, Murry meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan indikasi gangguan keamanan kepada pihak berwenang.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan jemaah salat Subuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Kapolsek Kelapa Kampit Iptu Jon Rudol Manungkalit. Kehadiran jajaran kepolisian di ruang ibadah itu menjadi bagian dari pendekatan langsung untuk memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat.
“Subuh Keliling ini adalah langkah nyata Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Di samping mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, momentum ini kami manfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis bersama warga,” ujar Murry.
Namun, pendekatan humanis tersebut juga disertai penekanan pada tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Murry menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah kejahatan maupun mengantisipasi gangguan keamanan di lingkungan warga.
Ia mengajak masyarakat berperan aktif mengenali potensi ancaman, menjaga hubungan sosial, dan tidak membiarkan persoalan keamanan berkembang tanpa penanganan. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Tiga persoalan secara khusus disorot: peredaran gelap narkoba, perundungan atau bullying, serta isu yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat. Ketiganya memerlukan kewaspadaan dan kepedulian bersama agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Murry meminta warga segera menyampaikan laporan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan narkoba dan gangguan kamtibmas lainnya.
“Apabila melihat atau menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, khususnya terkait peredaran narkoba maupun gangguan kamtibmas lainnya, kami imbau masyarakat untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” tuturnya.
Selain mendorong partisipasi warga, Murry menyoroti pentingnya pengawasan keluarga terhadap anak-anak dan remaja. Ia meminta orang tua memperhatikan lingkungan pergaulan anak agar mereka tidak terjerumus ke dalam tindakan yang melanggar hukum maupun norma agama.
Wakapolda juga mengajak jemaah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menjadi mitra kepolisian dalam menyebarkan pesan pencegahan kejahatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kewaspadaan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kami dari kepolisian mengajak para jemaah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk menjadi mitra utama Polri dalam menyebarkan pesan-pesan kamtibmas guna mengantisipasi dan mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Suling ini menempatkan komunikasi langsung dengan warga sebagai salah satu jalur pendekatan kepolisian. Tantangan berikutnya adalah memastikan imbauan tentang narkoba, perundungan, dan keamanan lingkungan diikuti kepedulian nyata serta pelaporan yang tepat ketika ditemukan indikasi pelanggaran.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Dari Masjid di Belitung Timur, Wakapolda Babel Mendesak Warga Memperkuat Pengawasan dan Melaporkan Ancaman Keamanan
SABTU, 24 OKTOBER 2026
BELITUNG TIMUR, DNID.co.id — Peredaran gelap narkoba, perundungan, dan potensi perpecahan sosial menjadi perhatian Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Murry Mirranda saat menggelar kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Jami’ Al-Falaah, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (24/10/2026). Dalam kegiatan yang mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri itu, Murry meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan indikasi gangguan keamanan kepada pihak berwenang.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan jemaah salat Subuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Kapolsek Kelapa Kampit Iptu Jon Rudol Manungkalit. Kehadiran jajaran kepolisian di ruang ibadah itu menjadi bagian dari pendekatan langsung untuk memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat.
“Subuh Keliling ini adalah langkah nyata Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Di samping mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, momentum ini kami manfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis bersama warga,” ujar Murry.
Namun, pendekatan humanis tersebut juga disertai penekanan pada tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Murry menegaskan, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah kejahatan maupun mengantisipasi gangguan keamanan di lingkungan warga.
Ia mengajak masyarakat berperan aktif mengenali potensi ancaman, menjaga hubungan sosial, dan tidak membiarkan persoalan keamanan berkembang tanpa penanganan. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Tiga persoalan secara khusus disorot: peredaran gelap narkoba, perundungan atau bullying, serta isu yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat. Ketiganya memerlukan kewaspadaan dan kepedulian bersama agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
Murry meminta warga segera menyampaikan laporan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan narkoba dan gangguan kamtibmas lainnya.
“Apabila melihat atau menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, khususnya terkait peredaran narkoba maupun gangguan kamtibmas lainnya, kami imbau masyarakat untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” tuturnya.
Selain mendorong partisipasi warga, Murry menyoroti pentingnya pengawasan keluarga terhadap anak-anak dan remaja. Ia meminta orang tua memperhatikan lingkungan pergaulan anak agar mereka tidak terjerumus ke dalam tindakan yang melanggar hukum maupun norma agama.
Wakapolda juga mengajak jemaah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat menjadi mitra kepolisian dalam menyebarkan pesan pencegahan kejahatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kewaspadaan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kami dari kepolisian mengajak para jemaah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk menjadi mitra utama Polri dalam menyebarkan pesan-pesan kamtibmas guna mengantisipasi dan mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Suling ini menempatkan komunikasi langsung dengan warga sebagai salah satu jalur pendekatan kepolisian. Tantangan berikutnya adalah memastikan imbauan tentang narkoba, perundungan, dan keamanan lingkungan diikuti kepedulian nyata serta pelaporan yang tepat ketika ditemukan indikasi pelanggaran.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.