Puskesmas Urus Konoha Bukan Stunting: Ramai-Ramai Posting Flyer Hoaks Bupati, Pj Sekda Bone Tantang Lambeturah
Flyer berisi 12 screenshot isu pemakzulan dan asmara pejabat kembali disebarkan lewat akun Puskesmas, Plt Kadis Kesehatan menyebutnya bukan program resmi Dinkes, sementara Pj Sekda menantang Lambeturah memperjelas unggahannya.
Bone, DNID.co.id – Jika sebelumnya Kadis yang kompak pasang Story WA soal ‘Konoha’, kini giliran Puskesmas.
Pantauan DNID.co.id, Jumat (23/10/2026) Sore, sejumlah UPT Puskesmas di Kabupaten Bone kompak memposting sebuah flyer digital yang sama.
Flyer itu mengatasnamakan UPT Puskesmas KAHU, PATIMPENG, LAMURU dan TIMURUN -Bijak Bermedia Sosial Budayakan 3S Saring Sebelum Sharing dengan sub judul _“Sehat Bersama Kita Bisa”.
Yang janggal, di dalam flyer tersebut bukanlah edukasi soal stunting, DBD, atau cek kesehatan gratis. Melainkan kumpulan screenshot postingan soal pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di Sulsel dan isu asmara pejabat yang ditulis dengan istilah Konoha.
Setiap screenshot dalam flyer itu sudah diberi stempel besar BERITA HOAX DALAM PROSES HUKU. Salah satu yang memposting flyer itu adalah akun Dokter Yusuf Tolo dengan status yang masih terpajang kemarin.
Padahal, dalam screenshot itu tidak ada yang menyebut nama Kabupaten Bone, nama Bupati Bone, maupun Ketua DPRD Bone. Hanya tertulis Konoha, desa fiksi di anime Naruto.
Flyer Puskesmas itu juga berisi ajakan “Mari menjadi pengguna media sosial yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab. Jangan mudah percaya, cek dulu kebenarannya”.
Namun justru dengan memposting ulang 12 screenshot isu politik tersebut, Puskesmas dinilai malah ikut menyebarluaskan isu yang mereka sebut hoax itu ke masyarakat awam
Aksi Puskesmas ini pun jadi bahan nyinyir di beberapa warkop.
“Lucu, kita ke Puskesmas mau berobat, disuruh bijak bermedia sosial soal Konoha. Konoha itu desa fiksi Naruto, kenapa Puskesmas yang urus? Tugasnya kan kasih obat, bukan kasih klarifikasi politik soal Bupati,” ujar warga di salah satu Warkop sambil tertawa.
Lanjut kata pengujung yang nongkrong, Kalau mau edukasi hoax, ya edukasi hoax kesehatan, misalnya hoax soal vaksin.
“Ini malah edukasi hoax pemakzulan dan asmara Ketua Konoha dan Bupati Konoha. Apa hubungannya dengan UPT Puskesmas? Mau sehat bersama gimana kalau isinya politik?” timpal warga lainnya.
Seorang ibu-ibu bernama Anti yang sedang antre di salah satu Puskesmas di Bone juga mengaku bingung.
“Saya lihat postingan Puskesmas, kirain ada jadwal posyandu, ternyata isinya Konoha-Konoha. Tidak mengerti saya,” katanya.
Tak hanya itu, akun resmi Diskominfo Bone juga baru saja memposting flyer DEEPFAKE dengan foto Bupati Andi Asman Sulaiman dan Wabup Andi Akmal Pasluddin dengan tulisan besar “Terlihat Nyata Belum Tentu Fakta!”
Fenomena dari Kadis, Puskesmas, hingga Diskominfo yang kompak posting flyer hoax dan deepfake ini pun menjadi bahan nyinyir di warkop-warkop Watampone.
Sementara itu, pantauan di media sosial, flyer serupa juga diposting oleh banyak akun Puskesmas lainnya di Bone dengan desain yang sama persis, mengindikasikan ada gerakan terstruktur.
Publik pun bertanya, jika isu Konoha memang tidak menyebut Bone dan sudah dinyatakan hoax dalam proses hukum, untuk apa Puskesmas repot-repot membuat flyer dan ikut menyebarkan kembali 12 screenshot yang disebut hoax tersebut?
mengkonfirmasi langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, drg. H. Yusuf Tolo, hM.Kes., yang juga merupakan dokter yang memposting flyer Puskesmas tersebut.
Saat ditanya apakah flyer itu program resmi Dinkes, apakah ada instruksi untuk semua Puskesmas, dan kenapa Puskesmas yang tupoksinya kesehatan ikut mengurusi isu politik Konoha, drg. Yusuf pun menjawab blak-blakan.
“Bukan program resmi. Kami di OPD mendukung ajakan Infokom untuk bijak bermedsos dengan 3S itu yaitu Saring, Sebelum Sharing. Dalam hal ini salah satu contoh berita itu. Kami tidak ingin anggota kami ikut mengkonsumsi info-info seperti itu, ” Ucapnya.
Plt Kadis Kesehatan menjelaskan, Tujuan utamanya sebenarnya agar mereka ada juga kesadaran dan pemahaman hal serupa sehingga mereka juga ikut kampanyekan.
“Kalau tupoksi kesehatan tetap jalan. Lebih ke diri mereka sendiri yang jumlahnya banyak.” Jelasnya.
Sebelumnya, terkait gerakan Kadis yang kompak pasang status WA soal Konoha, Pj Sekda Bone Edy Saputra Syam juga sudah buka suara.
“Betul sekali apa yang disampaikan, memang tidak menyebutkan pemkab Bone, tetapi karena akun yang melakukan postingan pertama adalah akun Lambeturah Bone, nah banyaklah akun medsos yg coba mengarahkan postingan tersebut seolaholah mengarahkan ke pemkab Bone, ” Ucap Pj Sekda
Selanjutnya kata Pj Sekda, sebagai pemerintah daerah Ia tidak ingin ada keresahan dan kegaduhan yang terjadi di masyarakat, maka dari itu hal tersebut perlu diperjelas,
Tegas, Pj Sekda Edy tantang balik akun itu jangan Bersembunyi di Balik istilah Konoha
“Kalau memang apa yang di tulis oleh akun tersebut bukan hoax silahkan diperjelas supaya masyarakat tidak resah, tidak usah bersembunyi di balik Konoha.” Tegasnya
Dengan adanya dua klarifikasi resmi dari Pj Sekda dan Plt Kadis Kesehatan ini, terjawab sudah teka-teki gerakan massal posting flyer HOAX dan DEEPFAKE di Bone.
Pernyataan ini sekaligus menjawab alasan di balik gerakan massal tersebut. Pemkab merasa dirugikan karena istilah Konoha yang diposting akun Lambeturah Bone diarahkan seolah-olah ke Pemkab Bone.
Gerakan itu disebut bukan program resmi OPD, melainkan dukungan terhadap ajakan Diskominfo Bone untuk mencegah keresahan masyarakat akibat akun @lambeturah_bone_ yang postingannya diarahkan seolah-olah ke Pemkab Bone, meski di dalamnya tidak pernah menyebut nama Kabupaten Bone.
Namun publik masih menunggu kejelasan. Jika isu Konoha tidak menyebut Bone, foto atau video mana yang dimaksud Deepfake oleh Diskominfo Bone, dan mengapa Puskesmas yang tugasnya mengurusi stunting dan kesehatan ikut sibuk mengurusi isu pemakzulan dan asmara Konoha. ?
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Puskesmas Urus Konoha Bukan Stunting: Ramai-Ramai Posting Flyer Hoaks Bupati, Pj Sekda Bone Tantang Lambeturah
SABTU, 24 OKTOBER 2026
Flyer berisi 12 screenshot isu pemakzulan dan asmara pejabat kembali disebarkan lewat akun Puskesmas, Plt Kadis Kesehatan menyebutnya bukan program resmi Dinkes, sementara Pj Sekda menantang Lambeturah memperjelas unggahannya.
Bone, DNID.co.id - Jika sebelumnya Kadis yang kompak pasang Story WA soal 'Konoha', kini giliran Puskesmas.
Pantauan DNID.co.id, Jumat (23/10/2026) Sore, sejumlah UPT Puskesmas di Kabupaten Bone kompak memposting sebuah flyer digital yang sama.
Flyer itu mengatasnamakan UPT Puskesmas KAHU, PATIMPENG, LAMURU dan TIMURUN -Bijak Bermedia Sosial Budayakan 3S Saring Sebelum Sharing dengan sub judul _"Sehat Bersama Kita Bisa".
Yang janggal, di dalam flyer tersebut bukanlah edukasi soal stunting, DBD, atau cek kesehatan gratis. Melainkan kumpulan screenshot postingan soal pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di Sulsel dan isu asmara pejabat yang ditulis dengan istilah Konoha.
Setiap screenshot dalam flyer itu sudah diberi stempel besar BERITA HOAX DALAM PROSES HUKU. Salah satu yang memposting flyer itu adalah akun Dokter Yusuf Tolo dengan status yang masih terpajang kemarin.
Padahal, dalam screenshot itu tidak ada yang menyebut nama Kabupaten Bone, nama Bupati Bone, maupun Ketua DPRD Bone. Hanya tertulis Konoha, desa fiksi di anime Naruto.
Flyer Puskesmas itu juga berisi ajakan "Mari menjadi pengguna media sosial yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab. Jangan mudah percaya, cek dulu kebenarannya".
Namun justru dengan memposting ulang 12 screenshot isu politik tersebut, Puskesmas dinilai malah ikut menyebarluaskan isu yang mereka sebut hoax itu ke masyarakat awam
Aksi Puskesmas ini pun jadi bahan nyinyir di beberapa warkop.
"Lucu, kita ke Puskesmas mau berobat, disuruh bijak bermedia sosial soal Konoha. Konoha itu desa fiksi Naruto, kenapa Puskesmas yang urus? Tugasnya kan kasih obat, bukan kasih klarifikasi politik soal Bupati," ujar warga di salah satu Warkop sambil tertawa.
Lanjut kata pengujung yang nongkrong, Kalau mau edukasi hoax, ya edukasi hoax kesehatan, misalnya hoax soal vaksin.
"Ini malah edukasi hoax pemakzulan dan asmara Ketua Konoha dan Bupati Konoha. Apa hubungannya dengan UPT Puskesmas? Mau sehat bersama gimana kalau isinya politik?" timpal warga lainnya.
Seorang ibu-ibu bernama Anti yang sedang antre di salah satu Puskesmas di Bone juga mengaku bingung.
"Saya lihat postingan Puskesmas, kirain ada jadwal posyandu, ternyata isinya Konoha-Konoha. Tidak mengerti saya," katanya.
Tak hanya itu, akun resmi Diskominfo Bone juga baru saja memposting flyer DEEPFAKE dengan foto Bupati Andi Asman Sulaiman dan Wabup Andi Akmal Pasluddin dengan tulisan besar "Terlihat Nyata Belum Tentu Fakta!"
Fenomena dari Kadis, Puskesmas, hingga Diskominfo yang kompak posting flyer hoax dan deepfake ini pun menjadi bahan nyinyir di warkop-warkop Watampone.
Sementara itu, pantauan di media sosial, flyer serupa juga diposting oleh banyak akun Puskesmas lainnya di Bone dengan desain yang sama persis, mengindikasikan ada gerakan terstruktur.
Publik pun bertanya, jika isu Konoha memang tidak menyebut Bone dan sudah dinyatakan hoax dalam proses hukum, untuk apa Puskesmas repot-repot membuat flyer dan ikut menyebarkan kembali 12 screenshot yang disebut hoax tersebut?
mengkonfirmasi langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, drg. H. Yusuf Tolo, hM.Kes., yang juga merupakan dokter yang memposting flyer Puskesmas tersebut.
Saat ditanya apakah flyer itu program resmi Dinkes, apakah ada instruksi untuk semua Puskesmas, dan kenapa Puskesmas yang tupoksinya kesehatan ikut mengurusi isu politik Konoha, drg. Yusuf pun menjawab blak-blakan.
"Bukan program resmi. Kami di OPD mendukung ajakan Infokom untuk bijak bermedsos dengan 3S itu yaitu Saring, Sebelum Sharing. Dalam hal ini salah satu contoh berita itu. Kami tidak ingin anggota kami ikut mengkonsumsi info-info seperti itu, " Ucapnya.
Plt Kadis Kesehatan menjelaskan, Tujuan utamanya sebenarnya agar mereka ada juga kesadaran dan pemahaman hal serupa sehingga mereka juga ikut kampanyekan.
"Kalau tupoksi kesehatan tetap jalan. Lebih ke diri mereka sendiri yang jumlahnya banyak." Jelasnya.
Sebelumnya, terkait gerakan Kadis yang kompak pasang status WA soal Konoha, Pj Sekda Bone Edy Saputra Syam juga sudah buka suara.
"Betul sekali apa yang disampaikan, memang tidak menyebutkan pemkab Bone, tetapi karena akun yang melakukan postingan pertama adalah akun Lambeturah Bone, nah banyaklah akun medsos yg coba mengarahkan postingan tersebut seolaholah mengarahkan ke pemkab Bone, " Ucap Pj Sekda
Selanjutnya kata Pj Sekda, sebagai pemerintah daerah Ia tidak ingin ada keresahan dan kegaduhan yang terjadi di masyarakat, maka dari itu hal tersebut perlu diperjelas,
Tegas, Pj Sekda Edy tantang balik akun itu jangan Bersembunyi di Balik istilah Konoha
"Kalau memang apa yang di tulis oleh akun tersebut bukan hoax silahkan diperjelas supaya masyarakat tidak resah, tidak usah bersembunyi di balik Konoha." Tegasnya
Dengan adanya dua klarifikasi resmi dari Pj Sekda dan Plt Kadis Kesehatan ini, terjawab sudah teka-teki gerakan massal posting flyer HOAX dan DEEPFAKE di Bone.
Pernyataan ini sekaligus menjawab alasan di balik gerakan massal tersebut. Pemkab merasa dirugikan karena istilah Konoha yang diposting akun Lambeturah Bone diarahkan seolah-olah ke Pemkab Bone.
Gerakan itu disebut bukan program resmi OPD, melainkan dukungan terhadap ajakan Diskominfo Bone untuk mencegah keresahan masyarakat akibat akun @lambeturah_bone_ yang postingannya diarahkan seolah-olah ke Pemkab Bone, meski di dalamnya tidak pernah menyebut nama Kabupaten Bone.
Namun publik masih menunggu kejelasan. Jika isu Konoha tidak menyebut Bone, foto atau video mana yang dimaksud Deepfake oleh Diskominfo Bone, dan mengapa Puskesmas yang tugasnya mengurusi stunting dan kesehatan ikut sibuk mengurusi isu pemakzulan dan asmara Konoha. ?