Muhamad Zen Bersinar Pada Panggung Munas PJS Nasional
Caption, Sekretaris DPD PJS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhamad Zen
JAKARTA ,DNID.co.id –Musyawarah Nasional (Munas) III Pro Jurnalis Media Siber (PJS) resmi dibuka di Jakarta, Selasa (21/7/2026), dengan menegaskan target besar organisasi menjadi konstituen Dewan Pers. Forum nasional yang dihadiri ratusan pengurus dan anggota dari berbagai provinsi itu juga menjadi panggung kehormatan bagi Sekretaris DPD PJS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhamad Zen, yang dipercaya memandu pembukaan sebagai Master of Ceremony (MC).
Kepercayaan tersebut menjadi perhatian tersendiri dalam pembukaan Munas III PJS. Muhamad Zen tampil komunikatif dan mampu mengawal seluruh rangkaian acara yang berlangsung khidmat, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PJS, hingga pembukaan sidang organisasi yang menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah kebijakan PJS ke depan.
Mengusung tema “Transformasi Jurnalis Siber di Era Digital: Memperkuat Kompetensi dan Perlindungan Hukum demi Masa Depan Pers Indonesia,” Munas III menjadi momentum evaluasi program kerja, penyusunan strategi organisasi, sekaligus pemilihan kepengurusan baru.
Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba, menegaskan bahwa agenda Munas bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk mempercepat langkah organisasi memenuhi seluruh persyaratan sebagai konstituen Dewan Pers.
“PJS memiliki visi mewujudkan jurnalis yang berintegritas, kompeten, dan profesional. Visi ini tidak mungkin diwujudkan tanpa dukungan seluruh anggota dan pengurus di daerah. Karena itu, mari kita satukan langkah untuk memperkuat organisasi dan memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan,” tegas Mahmud.
Mahmud mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah dokumen administrasi yang harus segera dilengkapi. Karena itu, seluruh pengurus daerah diminta mempercepat penyelesaian persyaratan yang telah ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat sebagai bagian dari proses pengajuan pengakuan resmi sebagai konstituen Dewan Pers.
Sorotan lain dalam Munas III datang dari Ketua Dewan Penasehat PJS, Farid Aljawi. Ia menilai tantangan jurnalisme digital semakin kompleks sehingga wartawan dituntut memiliki kompetensi yang lebih spesifik agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berdaya saing.
“Wartawan harus memiliki identitas profesi yang jelas. Ada yang fokus di bidang politik, ekonomi, hukum, olahraga, budaya, atau bidang lainnya. Spesialisasi akan membuat kualitas pemberitaan lebih tajam, mendalam, dan profesional,” ujar Farid.
Farid juga mengapresiasi tingginya partisipasi delegasi dari berbagai daerah. Menurutnya, kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan soliditas organisasi sekaligus komitmen bersama memperkuat eksistensi PJS di tengah perkembangan dunia pers nasional.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim,” Farid Aljawi secara resmi membuka Musyawarah Nasional III PJS yang ditandai ketukan palu sidang. Setelah seremoni pembukaan, forum dilanjutkan dengan sidang organisasi yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, program strategis, serta arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
Munas III PJS diharapkan menjadi titik penting dalam memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan profesionalisme jurnalis siber, sekaligus mempercepat langkah menuju pengakuan resmi sebagai konstituen Dewan Pers—target yang kini menjadi fokus utama perjuangan organisasi.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Muhamad Zen Bersinar Pada Panggung Munas PJS Nasional
SELASA, 21 JULI 2026
JAKARTA ,DNID.co.id –Musyawarah Nasional (Munas) III Pro Jurnalis Media Siber (PJS) resmi dibuka di Jakarta, Selasa (21/7/2026), dengan menegaskan target besar organisasi menjadi konstituen Dewan Pers. Forum nasional yang dihadiri ratusan pengurus dan anggota dari berbagai provinsi itu juga menjadi panggung kehormatan bagi Sekretaris DPD PJS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhamad Zen, yang dipercaya memandu pembukaan sebagai Master of Ceremony (MC).
Kepercayaan tersebut menjadi perhatian tersendiri dalam pembukaan Munas III PJS. Muhamad Zen tampil komunikatif dan mampu mengawal seluruh rangkaian acara yang berlangsung khidmat, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PJS, hingga pembukaan sidang organisasi yang menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah kebijakan PJS ke depan.
Mengusung tema "Transformasi Jurnalis Siber di Era Digital: Memperkuat Kompetensi dan Perlindungan Hukum demi Masa Depan Pers Indonesia," Munas III menjadi momentum evaluasi program kerja, penyusunan strategi organisasi, sekaligus pemilihan kepengurusan baru.
Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba, menegaskan bahwa agenda Munas bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk mempercepat langkah organisasi memenuhi seluruh persyaratan sebagai konstituen Dewan Pers.
"PJS memiliki visi mewujudkan jurnalis yang berintegritas, kompeten, dan profesional. Visi ini tidak mungkin diwujudkan tanpa dukungan seluruh anggota dan pengurus di daerah. Karena itu, mari kita satukan langkah untuk memperkuat organisasi dan memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan," tegas Mahmud.
Mahmud mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah dokumen administrasi yang harus segera dilengkapi. Karena itu, seluruh pengurus daerah diminta mempercepat penyelesaian persyaratan yang telah ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat sebagai bagian dari proses pengajuan pengakuan resmi sebagai konstituen Dewan Pers.
Sorotan lain dalam Munas III datang dari Ketua Dewan Penasehat PJS, Farid Aljawi. Ia menilai tantangan jurnalisme digital semakin kompleks sehingga wartawan dituntut memiliki kompetensi yang lebih spesifik agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berdaya saing.
"Wartawan harus memiliki identitas profesi yang jelas. Ada yang fokus di bidang politik, ekonomi, hukum, olahraga, budaya, atau bidang lainnya. Spesialisasi akan membuat kualitas pemberitaan lebih tajam, mendalam, dan profesional," ujar Farid.
Farid juga mengapresiasi tingginya partisipasi delegasi dari berbagai daerah. Menurutnya, kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan soliditas organisasi sekaligus komitmen bersama memperkuat eksistensi PJS di tengah perkembangan dunia pers nasional.
Dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim," Farid Aljawi secara resmi membuka Musyawarah Nasional III PJS yang ditandai ketukan palu sidang. Setelah seremoni pembukaan, forum dilanjutkan dengan sidang organisasi yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, program strategis, serta arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
Munas III PJS diharapkan menjadi titik penting dalam memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan profesionalisme jurnalis siber, sekaligus mempercepat langkah menuju pengakuan resmi sebagai konstituen Dewan Pers—target yang kini menjadi fokus utama perjuangan organisasi.