Mahasiswa Pelayaran Asal Bone Tewas Ditikam OTK di Boulevard Makassar, Polisi Buru Pelaku

Makassar,DNID.co.id  —  Seorang mahasiswa asal Kabupaten Bone tewas setelah menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (27/10/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Sopyan (23), lahir di Bengo, 30 November 2002. Mahasiswa tersebut beralamat di Mattaro Puli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Dani Ardin, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya saat ini telah melakukan serangkaian Penyelidikan intensif terkait tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban Meninggal Dunia.

Kronologi Kejadian

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 03.30 Wita. Berdasarkan keterangan saksi berinisial Fitra (19), warga Jl. Cendrawasih, kejadian bermula saat saksi bersama 6 orang temannya berada di dalam mobil Honda Jazz usai pulang dari tempat hiburan malam Helens Mart.

Setibanya di depan Jalan Boulevard, mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba dihampiri oleh seorang pria yang tidak dikenal.

Korban kemudian turun dari mobil melalui pintu depan sebelah kiri, disusul oleh saksi dan teman-temannya. Korban sempat terlibat adu mulut dengan pria tersebut.

“Tidak lama kemudian datang beberapa orang menghampiri korban dan mendorong badan korban hingga terjatuh,” ungkap Iptu Dani Ardin dari keterangan saksi.

Saksi yang berupaya melerai justru ikut terkena pukulan. Ia kemudian dibantu teman perempuannya untuk masuk kembali ke dalam mobil.

Dari dalam mobil, saksi melihat beberapa orang pria menggunakan dua sepeda motor Scoopy berboncengan kabur melawan arah menuju Jl. A.P. Pettarani, dengan satu motor didorong menggunakan kaki.

Baru setelah itu saksi menyadari korban telah terkena tikaman dan mengeluarkan banyak darah.

Sempat Ditolak Rumah Sakit

Saksi bersama rekannya, M. Iksan, segera membawa korban ke Rumah Sakit Faisal untuk mendapat pertolongan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, korban tidak diterima dan diarahkan ke Rumah Sakit Kemenkes CPI.

Melihat kondisi korban yang semakin parah akibat kehabisan darah, saksi kemudian berinisiatif membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Setibanya di RS Bhayangkara, korban langsung mendapat pertolongan medis. Namun nahas, setelah keluarga korban tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Barang Bukti dan Penyelidikan

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, yakni 1 buah dompet warna coklat berisi identitas korban dan 1 bilah senjata tajam jenis badik yang masih tertancap di betis kanan korban.

“Saat ini korban berada di ruang jenazah Bidokkes Polda Sulsel. Sampai dengan saat ini masih dilakukan penyelidikan secara massif guna mengungkap dan mengamankan terduga pelaku,” tegas Iptu Dani Ardin.

Pihak Opsnal Reskrim Polsek Panakkukang yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Dani Ardin, didampingi Panit I Opsnal Reskrim Ipda Muh. Ikbal, http://S.Sos., M.H., telah melakukan penyelidikan, interogasi saksi, dan koordinasi dengan penyidik Polrestabes Makassar.

Kasus ini masih dalam tahap lidik dan polisi memburu para pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 27 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Rilis

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Penganiayaan Lukai Anggota TNI AU Terungkap, Polrestabes Makassar Selidiki Kasusnya
Diduga Produksi Cairan Sintetis, Kamar Kos di Mandai Digerebek Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Pemkab-Polresta Gowa Siap Berkolaborasi Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas
Dugaan Judi Sabung Ayam di Manggala: Kanit Reskrim Mengaku Tidak Mengetahui
LMR-RI Laporkan Disbud Bone ke Kejaksaan, Uang Gau’ Maraja Rp1,5 M Diduga Tak Jelas
Polsek Rappocini Tanggapi Cepat Laporan Keributan Warga
Kapolres Bulukumba Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Pallawa 2026, Sasar 8 Jenis Pelanggaran Prioritas
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Penganiayaan Lukai Anggota TNI AU Terungkap, Polrestabes Makassar Selidiki Kasusnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Mahasiswa Pelayaran Asal Bone Tewas Ditikam OTK di Boulevard Makassar, Polisi Buru Pelaku

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:15 WITA

Pemkab-Polresta Gowa Siap Berkolaborasi Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Dugaan Judi Sabung Ayam di Manggala: Kanit Reskrim Mengaku Tidak Mengetahui

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:29 WITA

LMR-RI Laporkan Disbud Bone ke Kejaksaan, Uang Gau’ Maraja Rp1,5 M Diduga Tak Jelas

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:00 WITA

Polsek Rappocini Tanggapi Cepat Laporan Keributan Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:30 WITA

Kapolres Bulukumba Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Pallawa 2026, Sasar 8 Jenis Pelanggaran Prioritas

Berita Terbaru