Breaking News

Radio Player

Loading...

Kenaikan PPN Tahun 2025, Kabid Investasi HIPMI Sulsel : Tetap Optimis

Kamis, 26 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Makassar, DNID Media Sulsel – Ketua Bidang (Kabid) Investasi dan Hubungan Antar Daerah BPD Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Sulawesi Selatan, Irfandi Tawil Tenri menyikapi soal dampak ekonomi masyarakat terhadap kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen di tahun 2025.
Dia menyebut adanya pro-kontra peluang dan tantangan terhadap kenaikan PPN tersebut.

Menurut Irfandi yang akrab disapa Irfan, Pemerintah telah menetapkan kenaikan PPN menjadi 12 persen, bukan keputusan secara tiba-tiba. Namun kata dia, butuh pertimbangan dan kajian mendalam terkait dampak ekonomi global.
“Pandemi COVID-19 baru saja kita lewati dan bisa dirasakan begitu dahsyatnya tantangan baru buat Indonesia. Bahkan disaksikan bersama dunia dalam pusaran musibah kesehatan, sosial hingga perekonomian,” kata Irfan kepada Berita Kota Makassar, Kamis (26/12).

Dengan kejadian ini, kata Irfan lagi, Indonesia tetap mampu menunjukan ketahanan yang luar biasa. Dia pun berpandangan, ekonomi Indonesia relatif aman jika dibandingkan dengan beberapa negara lainnya.

ads

Irfan mengemukakan, kondisi naiknya PPN akan berpengaruh terhadap inflasi dan daya beli masyarakat yang menurun. Di satu sisi kenaikan PPN sangat berdampak kepada masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah.
“Di sisi lain UMKM yang menjadi salah satu sektor utama pendongkrak ekonomi secara nasional bisa jadi mengalami penurunan dengan diberlakukannya kenaikan PPN,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, dia menguraikan dalam dampak kenaikan PPN di sektor investasi secara lokal. Bisa jadi, lanjut Irfan, para investor lokal akan lebih berhati-hati dalam berinvestasi dan menunggu sampai kondisi pasar membaik.
“Begitu juga dengan investasi asing karena pertimbangan daya beli lokal dan pertumbuhan bisnis yang tidak menjanjikan, sehingga para investor akan mempertimbangkan demi keberlanjutan bisnis,” ungkap Irfan.

Irfan juga menawarkan solusi agar  kenaikan PPN dikaji ulang. Yang terpenting lagi dibutuhkan agar pemerintah dan pelaku usaha untuk terus bekerja sama, sehingga dapat meraih cita-cita menjadi negara yang semakin maju dan sejahtera.

“Jadi intinya kita harus optimis ekonomi tetap membaik dan bertumbuh di tahun 2025 dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto,” jelas Irfan.(ful)

Simpan Gambar:

Penulis : Muhdi

Editor : Admin

Sumber Berita : Redaksi Sulsel

Berita Terkait

Pemkot Makassar Jajaki Kerja Sama Kemenlu, Promosi Pariwisata dan Maritim ke Pasar Global
Sulsel Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Digital Hadapi Tantangan Global 2026
Ranu Harapan Islamic School Luncurkan Boarding School dan Garansi Luluskan PTN
Nuklir sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia
Rokok Helium Cukai SKT Menggempur Pangkalpinang, Negara Rugi Triliunan
Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan
Tak Perlu ke Luar Daerah, Kini Permandian Komando Jeneponto Jadi Primadona Baru Wisata Air Tawar
Di Tengah Isu Solar, Yunus Kuasa SPBN Benteng Angkat Bicara
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 22:13 WITA

Pemkot Makassar Jajaki Kerja Sama Kemenlu, Promosi Pariwisata dan Maritim ke Pasar Global

Senin, 26 Januari 2026 - 20:08 WITA

Sulsel Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Digital Hadapi Tantangan Global 2026

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:55 WITA

Ranu Harapan Islamic School Luncurkan Boarding School dan Garansi Luluskan PTN

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:56 WITA

Nuklir sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:46 WITA

Rokok Helium Cukai SKT Menggempur Pangkalpinang, Negara Rugi Triliunan

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:42 WITA

Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Senin, 5 Januari 2026 - 21:24 WITA

Tak Perlu ke Luar Daerah, Kini Permandian Komando Jeneponto Jadi Primadona Baru Wisata Air Tawar

Senin, 5 Januari 2026 - 11:59 WITA

Di Tengah Isu Solar, Yunus Kuasa SPBN Benteng Angkat Bicara

Berita Terbaru

Keagamaan

Kepala KUA Sekarang Boleh Diisi Penyuluh Agama Islam, Ini Alasannya

Selasa, 27 Jan 2026 - 12:01 WITA