Pengurus PJS Diduga Dibegal Eks Residivis, Mobil Dibawa Kabur ke Palembang
Pangkalpinang, Dnid.Co.Id – Seorang pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Jurnalis Siber (PJS) Bangka Belitung, Adityawarman, diduga menjadi korban pembegalan yang dilakukan oleh pegawai kebun sawit yang disebut-sebut merupakan mantan residivis asal Mesuji, Lampung.
Informasi ini disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS, Mahmud Marhaba, melalui pernyataan tertulis yang diterima redaksi pada Jumat, (8/8/2025). Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya mengagetkan, tetapi juga mengandung indikasi kriminal berencana yang mengancam keselamatan pengurus organisasi pers di daerah.
“Kami mendapat laporan bahwa Saudara Adityawarman, pengurus PJS di Bangka Belitung, menjadi korban tindakan kriminal berupa dugaan pembegalan. Pelakunya diduga adalah pegawai kebun yang ternyata eks residivis dari Lampung,” tegas Mahmud Marhaba.
Lebih mengejutkan lagi, kendaraan milik Adityawarman dilaporkan telah dibawa kabur oleh pelaku. Berdasarkan penelusuran, mobil tersebut terdeteksi berada di wilayah Palembang, Sumatera Selatan.
“Saat ini mobil milik korban telah dibawa kabur dan terpantau di Palembang. Ini menjadi perhatian serius, karena pelaku memiliki rekam jejak kriminal,” tambah Mahmud.
Pihak DPP PJS mengaku tengah mengoordinasikan informasi ini ke berbagai jaringan internal dan pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna memastikan pelaku segera ditangkap dan korban dalam kondisi aman.
Ajakan Perluas Informasi dan Doa Bersama
Menyikapi kejadian yang dianggap sebagai serangan langsung terhadap keluarga besar PJS, Mahmud Marhaba mengimbau seluruh jajaran pengurus, dari pusat hingga daerah, untuk menyebarluaskan informasi ini secara massif.
“Kami meminta seluruh pengurus PJS di berbagai tingkatan untuk membantu menyebarkan informasi ini secara luas. Ini menyangkut keselamatan rekan kami,” tegasnya.
Selain itu, Mahmud juga mengajak seluruh anggota dan simpatisan PJS untuk mendoakan keselamatan Adityawarman, serta berharap tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk.
“Kami mohon doa dari seluruh keluarga besar PJS agar Adityawarman dalam keadaan selamat dan terlindung dari segala bentuk ancaman,” imbuhnya.
Latar Belakang Pelaku Masih Ditelusuri
Hingga saat ini, identitas lengkap pelaku belum dirilis resmi. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa pelaku telah bekerja sebagai pegawai kebun sawit dan belakangan diketahui memiliki rekam jejak pidana sebagai mantan narapidana dari Mesuji, Lampung.
Pihak DPP PJS menegaskan bahwa kejadian ini bukan hanya mencoreng nama baik organisasi, tetapi juga menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap rekam jejak individu yang dipekerjakan secara pribadi oleh tokoh-tokoh daerah.
Investigasi dan Koordinasi Lanjutan
Untuk menindaklanjuti peristiwa ini, DPP PJS telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tim hukum internal serta jaringan media lokal di Sumatera Selatan untuk memantau pergerakan pelaku dan mengamankan barang bukti.
“Kami siap mendampingi proses hukum dan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Ini bukan hanya soal kriminal, tapi menyangkut keselamatan insan pers di lapangan,” tandas Mahmud.
Seruan kepada Aparat Penegak Hukum
Dalam pernyataan resminya, DPP PJS juga menyerukan kepada Polri, khususnya jajaran di wilayah Bangka Belitung dan Sumatera Selatan, untuk segera bertindak dan mengamankan pelaku demi mencegah potensi tindakan serupa yang bisa menimpa jurnalis lain di Indonesia.
“Kami percaya kepolisian akan bertindak cepat. Kami juga siap bekerja sama untuk menyampaikan informasi dan mendukung proses hukum,” pungkas Mahmud.
Penutup
Kasus ini menambah daftar panjang ancaman terhadap insan pers, tidak hanya dalam bentuk kekerasan verbal atau intimidasi, tetapi juga tindakan kriminal fisik yang membahayakan nyawa. Persatuan Jurnalis Siber (PJS) menyerukan solidaritas bersama dan kewaspadaan tinggi terhadap lingkungan kerja, bahkan dari lingkaran terdekat sekalipun.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Pengurus PJS Diduga Dibegal Eks Residivis, Mobil Dibawa Kabur ke Palembang
JUMAT, 8 AGUSTUS 2025
Pangkalpinang, Dnid.Co.Id – Seorang pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Jurnalis Siber (PJS) Bangka Belitung, Adityawarman, diduga menjadi korban pembegalan yang dilakukan oleh pegawai kebun sawit yang disebut-sebut merupakan mantan residivis asal Mesuji, Lampung.
Informasi ini disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS, Mahmud Marhaba, melalui pernyataan tertulis yang diterima redaksi pada Jumat, (8/8/2025). Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya mengagetkan, tetapi juga mengandung indikasi kriminal berencana yang mengancam keselamatan pengurus organisasi pers di daerah.
“Kami mendapat laporan bahwa Saudara Adityawarman, pengurus PJS di Bangka Belitung, menjadi korban tindakan kriminal berupa dugaan pembegalan. Pelakunya diduga adalah pegawai kebun yang ternyata eks residivis dari Lampung,” tegas Mahmud Marhaba.
Mobil Dibawa Kabur, Terpantau di Palembang
Lebih mengejutkan lagi, kendaraan milik Adityawarman dilaporkan telah dibawa kabur oleh pelaku. Berdasarkan penelusuran, mobil tersebut terdeteksi berada di wilayah Palembang, Sumatera Selatan.
“Saat ini mobil milik korban telah dibawa kabur dan terpantau di Palembang. Ini menjadi perhatian serius, karena pelaku memiliki rekam jejak kriminal,” tambah Mahmud.
Pihak DPP PJS mengaku tengah mengoordinasikan informasi ini ke berbagai jaringan internal dan pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna memastikan pelaku segera ditangkap dan korban dalam kondisi aman.
Ajakan Perluas Informasi dan Doa Bersama
Menyikapi kejadian yang dianggap sebagai serangan langsung terhadap keluarga besar PJS, Mahmud Marhaba mengimbau seluruh jajaran pengurus, dari pusat hingga daerah, untuk menyebarluaskan informasi ini secara massif.
“Kami meminta seluruh pengurus PJS di berbagai tingkatan untuk membantu menyebarkan informasi ini secara luas. Ini menyangkut keselamatan rekan kami,” tegasnya.
Selain itu, Mahmud juga mengajak seluruh anggota dan simpatisan PJS untuk mendoakan keselamatan Adityawarman, serta berharap tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk.
“Kami mohon doa dari seluruh keluarga besar PJS agar Adityawarman dalam keadaan selamat dan terlindung dari segala bentuk ancaman,” imbuhnya.
Latar Belakang Pelaku Masih Ditelusuri
Hingga saat ini, identitas lengkap pelaku belum dirilis resmi. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa pelaku telah bekerja sebagai pegawai kebun sawit dan belakangan diketahui memiliki rekam jejak pidana sebagai mantan narapidana dari Mesuji, Lampung.
Pihak DPP PJS menegaskan bahwa kejadian ini bukan hanya mencoreng nama baik organisasi, tetapi juga menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap rekam jejak individu yang dipekerjakan secara pribadi oleh tokoh-tokoh daerah.
Investigasi dan Koordinasi Lanjutan
Untuk menindaklanjuti peristiwa ini, DPP PJS telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tim hukum internal serta jaringan media lokal di Sumatera Selatan untuk memantau pergerakan pelaku dan mengamankan barang bukti.
“Kami siap mendampingi proses hukum dan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Ini bukan hanya soal kriminal, tapi menyangkut keselamatan insan pers di lapangan,” tandas Mahmud.
Seruan kepada Aparat Penegak Hukum
Dalam pernyataan resminya, DPP PJS juga menyerukan kepada Polri, khususnya jajaran di wilayah Bangka Belitung dan Sumatera Selatan, untuk segera bertindak dan mengamankan pelaku demi mencegah potensi tindakan serupa yang bisa menimpa jurnalis lain di Indonesia.
“Kami percaya kepolisian akan bertindak cepat. Kami juga siap bekerja sama untuk menyampaikan informasi dan mendukung proses hukum,” pungkas Mahmud.
Penutup
Kasus ini menambah daftar panjang ancaman terhadap insan pers, tidak hanya dalam bentuk kekerasan verbal atau intimidasi, tetapi juga tindakan kriminal fisik yang membahayakan nyawa. Persatuan Jurnalis Siber (PJS) menyerukan solidaritas bersama dan kewaspadaan tinggi terhadap lingkungan kerja, bahkan dari lingkaran terdekat sekalipun.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.