Pengurusan Sertifikat Diduga Bermasalah, Dana Rp117 Juta Warga Bantaeng Tak Kunjung Dikembalikan Oknum Notaris

Bantaeng, Dnid.co.id – Aksan Albar, warga Jalan Bete-Bete Kabupaten Bantaeng, menyampaikan kekecewaannya terkait belum dikembalikannya dana senilai Rp117 juta yang diduga hilang akibat pemalsuan dokumen dalam proses pengurusan sertifikat tanah. Dugaan pemalsuan tersebut menyeret nama oknum Notaris berinisial D.

Aksan mengungkapkan bahwa dana tersebut merupakan hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun dan digunakan untuk pengurusan balik nama sertifikat. Namun, hingga kini ia mengaku tidak hanya mengalami kerugian materil, tetapi juga beban psikologis akibat proses yang dianggap merugikan dirinya.

“Sampai hari ini, dana Rp117 juta itu belum dikembalikan. Saya sangat kecewa. Uang itu bukan sedikit, hasil kerja saya bertahun-tahun,” ujar Aksan kepada wartawan, Rabu (13/11/2025).

Aksan menjelaskan bahwa dirinya sudah beberapa kali berupaya meminta penjelasan, namun tidak mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan penyelesaian masalah tersebut.

Ia berharap pihak berwenang memberikan perhatian, termasuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan pemalsuan dokumen yang menyeret nama oknum notaris tersebut.

“Saya hanya meminta keadilan. Kalau ada kesalahan dan terbukti ada pemalsuan, uang saya harus dikembalikan. Jangan sampai masyarakat kecil seperti kami yang dikorbankan,” tambahnya.

Sebelumnya, puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemerhati Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Notaris D, Rabu (6/11/2025). Massa mendesak agar proses balik nama sertifikat atas nama Aksan Albar dibatalkan dan meminta pihak notaris bertanggung jawab.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 15 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Admin

Sumber Berita: Wawancara dengan narasumber

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Senin, 2 November 2026 - 08:45 WITA

Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA