Makassar,DNID.co.id – Antusias calon Ketua RT/RW terus bergelora, bahkan ada di beberapa titik masih ada yang ribut, beda dengan yang dilakukan calon Ketua RT 01/RW 06 di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Andi Sastin terus melakukan sosialisasi kepada warga tentang pentingnya memilih pemimpin di daerahnya.
” Kita harus cerdas memilih pemimpin di daerah kita karena RT/RW adalah ujung tombak pemerintahan yang langsung melihat, merasakan dan mewakili kita memperjuangkan pembangunan di daerah kita,”katanya saat di temui di Salah satu Tempat di Jl Batua Raya (28/11/2025.)
“Banyak program pemerintah yang tidak menyentuh warga karena keberpihakan RT/RW, diskriminasi RT/RW yang hanya memprioritaskan keluarganya, teman dekatnya sehingga warga yang berhak mendapatkan program bantuan dari pemerintah itu tidak tersampaikan atau beralih ke yang lain,”lanjutnya
“Kita harusnya Fair dan tegas, nantinya jika terpilih menjadi RT/RW dalam memperjuangkan hak-hak warga, belum lagi dalam hal pembangunan seperti pembangunan drainase, bedah rumah, jalan lorong, itu semua yang harus kita perjuangkan demi menciptakan penataan daerah yang bersih, rapi dan aman sesuai harapan kita semua,”sambung Andi Sastin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andi Sastin berharap RT/RW itu benar-benar punya misi dan kemauan yang kuat untuk benar-benar membangun wilayahnya, sinergitas antar RT/RW, LPM, Lurah dan Camat harus kedepankan agar ada yang bisa dilakukan secara signifikan, janganmi ada yang bertolak belakang, harus duduk bareng, bicarakan tanpa ada ego agar bisa menghasilkan solusi terbaik.
“Saya juga berharap ada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang terus berjalan seperti olahraga buat semua warga khususnya,”harapnya.
“Pemberdayaan pemuda agar jauh dari hal-hal negatif, pelatihan kursus bagi ibu-ibu agar mempunyai skill dan bisa membuka usaha, kerja bakti yang melibatkan warga, pedagang dan pemerintah kelurahan,”tutupnya.
Bersamaan dengan hal tersebut, salah seorang warga, Ahmad Langgeng menyampaikan keluh kesahnya selama ini, menurutnya pembangunan, bantuan dan lain sebagainya terkait program pemerintahan tidak tepat sasaran dan kesannya hanya menghabiskan anggaran saja, belum lagi penataan tempat jualan yang semakin hari semakin semrawut.
“Ini RT /RW harus tegas menegur menyampaikan batas lapak dan waktu berjualan, jangan semaunya, harus ada aturan yang disepakati,”imbuhnya”.
Menurutnya, harus berani bersikap dan harus satukan persepsi demi penataan yang rapi dan bersih.
“Kita tidak melarang ataupun mengusir pedagang, kami mengerti soal kehidupan apalagi soal perut, tapi tolong kerjasamanya yang baik agar kita semua nyaman dan ini harus di mulai dari sikap tegas RT/RW setempat, mereka tidak boleh diam dan menutup mata melihat keadaan seperti itu, “PUNNA EROKKO ANJARI RT/RW PERBAIKI NIATMU DULU” lanjutnya”. dengan nada tersenyum.
Editor : Kingzhie































