Khatib Idul Fitri Perlu Memerhatikan Beberapa Sunah Nabi Saw Berikut Ini

xr:d:DAF_1NDIwLc:446,j:1724177105103416992,t:24040917

xr:d:DAF_1NDIwLc:446,j:1724177105103416992,t:24040917

Daily News Indonesia, Sulawesi Selatan – Setelah menunaikan Salat ‘Id, khatib segera melangkah menuju mimbar untuk memberikan khutbah. Ini adalah saat di mana khatib, atau penceramah, memperkuat makna ibadah yang baru saja dilaksanakan dengan memberikan panduan, nasehat, dan dorongan kepada jamaah. Berikut beberapa Sunah Nabi Saw yang dianjurkan dalam prosesi khutbah Idul Fitri:

Hanya Satu Kali Khutbah

Khutbah ini hanya disampaikan satu kali, tanpa diselingi dengan duduk antara dua khutbah. Praktik ini sesuai dengan tuntunan yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw, sebagaimana yang tertera dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ أَوْ يَأْمُرَ بِشَيْءٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ. [متفق عليه واللفظ للبخاري]

TOKOH SEJARAH MEDIA OPINI HUKUM ISLAM KHUTBAH KABAR
Home Artikel
Khatib Idul Fitri Perlu Memerhatikan Beberapa Sunah Nabi Saw Berikut Ini
by ilham 6 menit ago
Khatib Idul Fitri Perlu Memerhatikan Beberapa Sunah Nabi Saw Berikut Ini
Setelah menunaikan Salat ‘Id, khatib segera melangkah menuju mimbar untuk memberikan khutbah. Ini adalah saat di mana khatib, atau penceramah, memperkuat makna ibadah yang baru saja dilaksanakan dengan memberikan panduan, nasehat, dan dorongan kepada jamaah. Berikut beberapa Sunah Nabi Saw yang dianjurkan dalam prosesi khutbah Idul Fitri:

Hanya Satu Kali Khutbah

Khutbah ini hanya disampaikan satu kali, tanpa diselingi dengan duduk antara dua khutbah. Praktik ini sesuai dengan tuntunan yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw, sebagaimana yang tertera dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ أَوْ يَأْمُرَ بِشَيْءٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ. [متفق عليه واللفظ للبخاري]

MateriTerkait
Salat Id Hukumnya Sunah, Salat Subuh Hukumnya Wajib
Kalimat Takbir Idul Fitri Berdasarkan Sunnah Nabi SAW
Lebaran 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

“Diriwayatkan dari Abu Sa‘id al-Khudri bahwa ia berkata: Rasulullah saw keluar pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adlha menuju lapangan tempat salat, maka hal pertama yang dia lakukan adalah salat, kemudian manakala selesai beliau berdiri menghadap orang banyak yang tetap duduk dalam saf-saf mereka, lalu Nabi saw menyampaikan nasehat dan pesan-pesan dan perintah kepada mereka; lalu jika beliau hendak memberangkatkan angkatan perang atau hendak memerintahkan sesuatu beliau laksanakan, kemudia lalu beliau pulang.” [HR. Muttafaq ‘alaih, dan ini lafal al-Bukhari].

Dalam hadis di atas disebutkan bahwa Rasulullah Saw selalu keluar pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan tempat pelaksanaan salat. Setelah menyelesaikan salat, beliau berdiri menghadap orang banyak yang tetap duduk dalam barisan mereka, untuk menyampaikan nasehat, pesan-pesan, dan perintah kepada mereka. Jika beliau hendak memberangkatkan angkatan perang atau hendak memerintahkan sesuatu, beliau akan melaksanakannya sebelum pulang.

Dari hadis ini, tergambar dengan jelas bahwa setelah menunaikan Salat ‘Id, Nabi Saw langsung memberikan khutbah tanpa adanya istirahat atau duduk di antara dua khutbah. Praktik ini menjadi contoh yang diikuti oleh umat Muslim dalam menjalankan ibadah Salat ‘Id hingga saat ini.

Khutbah Dimulai dengan Tahmid

Khutbah ‘Id dimulai dengan tahmid (membaca al-hamdu lillah), bukan dengan takbir. Hal ini didasarkan pada hadis yang juga menggambarkan praktik Rasulullah Saw dalam memberikan khutbah pada Hari Raya.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir, disebutkan bahwa Nabi Saw memulai salat pada Hari Raya tanpa adanya azan dan iqamat sebelum khutbah. Setelah menyelesaikan salat, beliau berdiri bersandar kepada Bilal, lalu memulai dengan tahmid dan memuji Allah, serta memberikan nasehat, peringatan, dan dorongan kepada jamaah untuk patuh kepada-Nya.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ شَهِدْتُ الصَّلاَةَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَبَدَأَ بِالصَّلاَةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ فَلَمَّا قَضَى الصَّلاَةَ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى بِلاَلٍ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ وَحَثَّهُمْ عَلَى طَاعَتِهِ … … … [رواه النسائي]

“Diriwayatkan dari Jabir bahwa ia berkata: Saya menghadiri salat pada suatu hari raya bersama Rasulullah saw: sebelum khutbah beliau memulai dengan salat tanpa azan dan tanpa qamat. Lalu manakala selesai salat beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Lalu ia bertahmid dan memuji Allah, menyampaikan nasehat dan peringatan untuk jamaah, serta mendorong mereka supaya patuh kepada-Nya …” [HR. an-Nasa’i].

Dengan demikian, praktik memulai khutbah dengan tahmid menjadi bagian dari tuntunan yang diberikan oleh Nabi Saw kepada umatnya. Ini juga mencerminkan kesempurnaan kepatuhan terhadap sunnah Rasulullah Saw dalam menjalankan ibadah Hari Raya.

Takbir di Sela-sela Khutbah

Tidak hanya itu, dalam hadis yang diriwayatkan dari Sa‘ad al-Mu’adzdzin, disebutkan bahwa Nabi Saw melakukan takbir di sela-sela khutbah, bahkan beliau memperbanyak takbir dalam khutbah pada dua Hari Raya. Ini menunjukkan bahwa walaupun takbir diperbanyak dalam khutbah, namun khutbah dimulai dengan tahmid, sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan oleh Nabi Saw.

عَنْ سَعْدٍ الْمُؤَذِّنِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُ بَيْنَ أَضْعَافِ الْخُطْبَةِ يُكْثِرُ التَّكْبِيرَ فِي خُطْبَةِ الْعِيدَيْنِ. [رواه ابن ماجه]

“Diriwayatkan dari Sa‘ad al-Mu’adzdzin bahwa ia berkata: Nabi saw bertakbir di sela-sela khutbah, beliau memperbanyak takbir di dalam khutbah dua hari raya.” [HR. Ibnu Majah].

Muhammadiyah
TOKOH SEJARAH MEDIA OPINI HUKUM ISLAM KHUTBAH KABAR
Home Artikel
Khatib Idul Fitri Perlu Memerhatikan Beberapa Sunah Nabi Saw Berikut Ini
by ilham 6 menit ago
Khatib Idul Fitri Perlu Memerhatikan Beberapa Sunah Nabi Saw Berikut Ini
Setelah menunaikan Salat ‘Id, khatib segera melangkah menuju mimbar untuk memberikan khutbah. Ini adalah saat di mana khatib, atau penceramah, memperkuat makna ibadah yang baru saja dilaksanakan dengan memberikan panduan, nasehat, dan dorongan kepada jamaah. Berikut beberapa Sunah Nabi Saw yang dianjurkan dalam prosesi khutbah Idul Fitri:

Hanya Satu Kali Khutbah

Khutbah ini hanya disampaikan satu kali, tanpa diselingi dengan duduk antara dua khutbah. Praktik ini sesuai dengan tuntunan yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw, sebagaimana yang tertera dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوصِيهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ أَوْ يَأْمُرَ بِشَيْءٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ. [متفق عليه واللفظ للبخاري]

MateriTerkait
Salat Id Hukumnya Sunah, Salat Subuh Hukumnya Wajib
Kalimat Takbir Idul Fitri Berdasarkan Sunnah Nabi SAW
Lebaran 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

“Diriwayatkan dari Abu Sa‘id al-Khudri bahwa ia berkata: Rasulullah saw keluar pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adlha menuju lapangan tempat salat, maka hal pertama yang dia lakukan adalah salat, kemudian manakala selesai beliau berdiri menghadap orang banyak yang tetap duduk dalam saf-saf mereka, lalu Nabi saw menyampaikan nasehat dan pesan-pesan dan perintah kepada mereka; lalu jika beliau hendak memberangkatkan angkatan perang atau hendak memerintahkan sesuatu beliau laksanakan, kemudia lalu beliau pulang.” [HR. Muttafaq ‘alaih, dan ini lafal al-Bukhari].

Dalam hadis di atas disebutkan bahwa Rasulullah Saw selalu keluar pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan tempat pelaksanaan salat. Setelah menyelesaikan salat, beliau berdiri menghadap orang banyak yang tetap duduk dalam barisan mereka, untuk menyampaikan nasehat, pesan-pesan, dan perintah kepada mereka. Jika beliau hendak memberangkatkan angkatan perang atau hendak memerintahkan sesuatu, beliau akan melaksanakannya sebelum pulang.

Dari hadis ini, tergambar dengan jelas bahwa setelah menunaikan Salat ‘Id, Nabi Saw langsung memberikan khutbah tanpa adanya istirahat atau duduk di antara dua khutbah. Praktik ini menjadi contoh yang diikuti oleh umat Muslim dalam menjalankan ibadah Salat ‘Id hingga saat ini.

Khutbah Dimulai dengan Tahmid

Khutbah ‘Id dimulai dengan tahmid (membaca al-hamdu lillah), bukan dengan takbir. Hal ini didasarkan pada hadis yang juga menggambarkan praktik Rasulullah Saw dalam memberikan khutbah pada Hari Raya.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir, disebutkan bahwa Nabi Saw memulai salat pada Hari Raya tanpa adanya azan dan iqamat sebelum khutbah. Setelah menyelesaikan salat, beliau berdiri bersandar kepada Bilal, lalu memulai dengan tahmid dan memuji Allah, serta memberikan nasehat, peringatan, dan dorongan kepada jamaah untuk patuh kepada-Nya.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ شَهِدْتُ الصَّلاَةَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَبَدَأَ بِالصَّلاَةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ فَلَمَّا قَضَى الصَّلاَةَ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى بِلاَلٍ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ وَحَثَّهُمْ عَلَى طَاعَتِهِ … … … [رواه النسائي]

“Diriwayatkan dari Jabir bahwa ia berkata: Saya menghadiri salat pada suatu hari raya bersama Rasulullah saw:

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 10 April 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Gandeng Komunitas Pejuang Subuh, Polres Bulukumba Gelar Program Suling Kamtibmas
Gerakan Jumat Bersih Polres Bulukumba, Sasar Masjid Ibadul Makmur Taccorong
Ratusan Santri Pawai Obor Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Inginkan Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar
Pemerintah-DPR Sepakati BPIH 2027, Biaya yang Ditanggung Jemaah Turun Rp3,4 Juta
Kesra Makassar Buka Pendaftar Audisi MTQ 2026, Peserta se-Sulsel Bisa Ikut Gratis
Markaz Huffadz dan Rumah Tahfidz Diresmikan, Gubernur Sulsel Dorong Penghafal Al-Qur’an Unismuh Kuliah ke Timur Tengah
Berita ini 384 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Gandeng Komunitas Pejuang Subuh, Polres Bulukumba Gelar Program Suling Kamtibmas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Gerakan Jumat Bersih Polres Bulukumba, Sasar Masjid Ibadul Makmur Taccorong

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Ratusan Santri Pawai Obor Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02 WITA

Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Inginkan Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:51 WITA

Pemerintah-DPR Sepakati BPIH 2027, Biaya yang Ditanggung Jemaah Turun Rp3,4 Juta

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Kesra Makassar Buka Pendaftar Audisi MTQ 2026, Peserta se-Sulsel Bisa Ikut Gratis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:59 WITA

Markaz Huffadz dan Rumah Tahfidz Diresmikan, Gubernur Sulsel Dorong Penghafal Al-Qur’an Unismuh Kuliah ke Timur Tengah

Berita Terbaru