Bacaan Surah Setelah Al-Fatihah dalam Salat Id yang Sesuai Sunnah Nabi

Makassar, DNID.co.id- Setelah tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua, Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca surat-surat tertentu. Tradisi ini tidak hanya memperkaya kekhusyukan, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana Nabi SAW menghidupkan salat Id dengan kalam Ilahi.

Tuntunan bacaan ini bersumber dari praktik Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para sahabat. Salah satunya datang dari an-Nu‘man bin Basyir.

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ اْلأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِي الصَّلاَتَيْنِ
“Diriwayatkan dari an-Nu‘man bin Basyir bahwa Rasulullah SAW pada salat dua hari raya dan salat Jumat membaca Sabbihisma rabbikal-a‘laa (Surat al-A‘laa, no. 87) dan Hal ataka hadiitsul-ghaasyiyah (Surat al-Ghaasyiyah, no. 88). (An-Nu‘man) berkata lagi: Dan apabila Id bertemu dengan Jumat pada hari yang sama, beliau membaca kedua surat itu juga dalam kedua salatnya.” (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa pada rakaat pertama, setelah takbir tujuh kali dan al-Fatihah, Rasulullah membaca Surat al-A‘laa; sementara pada rakaat kedua, setelah takbir lima kali dan al-Fatihah, beliau melanjutkan dengan Surat al-Ghaasyiyah.

Pilihan surat ini bukan tanpa makna. Surat al-A‘laa mengajak manusia untuk bertasbih dan mengagungkan Allah Yang Maha Tinggi, selaras dengan semangat takbir di hari raya. Sementara itu, Surat al-Ghaasyiyah mengingatkan tentang hari kiamat dan balasan bagi setiap jiwa, menjadi renungan di tengah kegembiraan Idul Fitri.

Namun, ada pula variasi lain yang dicontohkan Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Waqid al-Laitsi.

عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ أَبَا وَاقِدٍ اللَّيْثِيَّ مَا كَانَ يَقْرَأُ بِهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اْلأَضْحَى وَالْفِطْرِ فَقَالَ كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ وَاقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
“Diriwayatkan dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bahwa Umar bin al-Khattab bertanya kepada Abu Waqid al-Laitsi mengenai apa yang dibaca oleh Rasulullah SAW pada salat Idul Adha dan Idul Fitri, maka ia menjawab: Adalah beliau pada salat dua hari raya membaca Qaaf wal-qur’aanil-majiid (Surat Qaaf, no. 50) dan Iqtarabatis-saa‘ah wansyaqqal-qamar (Surat al-Qamar, no. 54).” (HR. para ahli hadis, kecuali al-Bukhari).

Dalam riwayat ini, Rasulullah memilih Surat Qaaf pada rakaat pertama dan Surat al-Qamar pada rakaat kedua, keduanya sama-sama mengandung pengingat tentang keagungan Al-Qur’an dan tanda-tanda hari kiamat.

Kedua pilihan bacaan ini—al-A‘laa dan al-Ghaasyiyah atau Qaaf dan al-Qamar—menunjukkan fleksibilitas dalam sunnah, sekaligus kekayaan makna yang relevan dengan hari raya. Setelah tujuh takbir di rakaat pertama, al-Fatihah dibaca sebagai pembuka, diikuti salah satu dari al-A‘laa atau Qaaf. Kemudian, setelah lima takbir di rakaat kedua, al-Fatihah kembali dilantunkan, disusul al-Ghaasyiyah atau al-Qamar.

Humas Muhammadiyah

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 31 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: 02 MR

Editor: Admin

Sumber Berita: Humas Muhammadiyah

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan
Gandeng Komunitas Pejuang Subuh, Polres Bulukumba Gelar Program Suling Kamtibmas
Gerakan Jumat Bersih Polres Bulukumba, Sasar Masjid Ibadul Makmur Taccorong
Ratusan Santri Pawai Obor Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Inginkan Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar
Pemerintah-DPR Sepakati BPIH 2027, Biaya yang Ditanggung Jemaah Turun Rp3,4 Juta
Kesra Makassar Buka Pendaftar Audisi MTQ 2026, Peserta se-Sulsel Bisa Ikut Gratis
Markaz Huffadz dan Rumah Tahfidz Diresmikan, Gubernur Sulsel Dorong Penghafal Al-Qur’an Unismuh Kuliah ke Timur Tengah
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Gandeng Komunitas Pejuang Subuh, Polres Bulukumba Gelar Program Suling Kamtibmas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Gerakan Jumat Bersih Polres Bulukumba, Sasar Masjid Ibadul Makmur Taccorong

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Ratusan Santri Pawai Obor Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02 WITA

Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Inginkan Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:51 WITA

Pemerintah-DPR Sepakati BPIH 2027, Biaya yang Ditanggung Jemaah Turun Rp3,4 Juta

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Kesra Makassar Buka Pendaftar Audisi MTQ 2026, Peserta se-Sulsel Bisa Ikut Gratis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:59 WITA

Markaz Huffadz dan Rumah Tahfidz Diresmikan, Gubernur Sulsel Dorong Penghafal Al-Qur’an Unismuh Kuliah ke Timur Tengah

Berita Terbaru