Breaking News

Radio Player

Loading...

Pengidap Penyakit Ini Dilarang Makan Sukun

Rabu, 24 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

DNID.co.id Jakarta. Memang kaya akan manfaat, ternyata tidak semua orang bisa makan sukun. Terutama kelompok orang dengan beberapa masalah Kesehatan.

Buah sukun yang memiliki nama latin Artocarpus altilis, memang merupakan buah yang cukup populer di Indonesia. Biasanya sukun diolah jadi camilan atau pelengkap makanan.

Buah ini bisa diolah dengan berbagai cara. Mulai dari direbus, digoreng, hingga dikukus, sehingga memberikan variasi rasa yang lezat.

ads

Tak hanya rasanya yang nikmat, buah ini juga tergolong superfood. Dilansir dari Very Well Fit, Kamis (11/9/25), sukun kaya akan karbohidrat, serat, vitamin B, vitamin C, dan kalium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada beberapa orang yang mengidap penyakit tertentu justru tidak dianjurkan atau menghindari konsumsi sukun. Pasalnya, kandungan tertentu dalam buah ini bisa memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Penting untuk mengetahui siapa saja yang sebaiknya membatasi atau tidak makan sukun agar terhindar dari risiko kesehatan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut sederet pengidap penyakit yang disarankan tidak makan sukun, antara lain:

1. Alergi lateks

Sukun berasal dari keluarga tanaman yang sama dengan pohon penghasil lateks. Oleh karena itu, orang yang memiliki alergi terhadap lateks sebaiknya berhati-hati dan menghindari makan sukun.

Konsumsi sukun pada penderita alergi lateks dapat memicu reaksi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, hingga kesulitan bernapas. Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah makan sukun, segera konsultasikan dengan dokter.

2. Gangguan pembekuan darah

Orang yang memiliki gangguan ini sebaiknya tidak makan sukun. Pasalnya, buah ini berpotensi meningkatkan risiko perdarahan. Gangguan pembekuan darah menyebabkan darah sulit membeku, sehingga bisa menimbulkan pendarahan berlebihan.

Mengonsumsi sukun yang mengandung zat tertentu bisa memperparah kondisi ini. Itulah sebabnya penderita gangguan pembekuan darah harus menghindari sukun.

3. Hipotensi

Orang yang memiliki hipotensi, alias tekanan darah rendah, perlu menghindari buah yang penampilannya mirip nangka ini.

Kandungan kalium dalam sukun membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Namun, bagi penderita hipotensi, makan sukun bisa menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah.

Hal ini bisa memicu gejala pusing, lemas, bahkan pingsan. Oleh karena itu, penderita hipotensi disarankan membatasi konsumsi sukun.

4. Gangguan ginjal

Tak hanya buahnya, daun pohon sukun juga bisa dikonsumsi dan punya manfaat kesehatan tersendiri. Sayangnya, tak semua orang bisa mengonsumsinya.

Hal ini karena daun sukun mengandung kalium yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama dalam bentuk rebusan daun sukun, dapat menyebabkan penumpukan kalium dalam tubuh yang berbahaya bagi kesehatan ginjal.

Kalium berlebih dapat mengganggu fungsi ginjal secara bertahap dan memperburuk kondisi ginjal yang sudah terganggu.

5. Radang usus

Makan sukun dalam jumlah berlebihan, khususnya rebusan daun sukun, dapat memicu radang usus. Senyawa dalam daun sukun bisa menyebabkan luka dan peradangan pada dinding usus karena sifatnya yang tajam dan lengket.

Radang usus ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan gangguan pencernaan yang serius. Jadi, penderita radang usus harus menghindari konsumsi sukun.

6. Sariawan

Masih bicara soal daun sukun, beberapa kandungan di dalamnya dapat melukai dinding mulut sehingga menyebabkan radang mulut atau sariawan. Kondisi ini membuat gusi dan lidah terasa nyeri dan sulit makan.

Jika Anda sedang mengalami sariawan, sebaiknya hindari makan sukun agar luka di mulut tidak bertambah parah.

7. Penderita sembelit

Meskipun sukun mengandung serat, konsumsi rebusan daun sukun secara berlebihan atau saat perut kosong, malah dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit.

Zat tertentu dalam daun sukun bisa mengacaukan proses pelunakan feses, sehingga sulit dikeluarkan. Oleh sebab itu, penderita sembelit dianjurkan tidak makan sukun dalam jumlah banyak.

Simpan Gambar:

Penulis : Supardi

Editor : ANDI AP

Penanggung Jawab : Asriadi

Berita Terkait

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto
Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal
Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat
RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota
LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia
LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI
Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang
Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:54 WITA

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto

Minggu, 11 Januari 2026 - 07:41 WITA

Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:39 WITA

Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:30 WITA

RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:26 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia

Senin, 22 Desember 2025 - 14:22 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:37 WITA

Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:29 WITA

Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026

Sabtu, 24 Jan 2026 - 16:05 WITA