Forum Netral di Tengah Polarisasi Tajam Isu Nuklir Bangka

Pangkalpinang, Dnid.Co.Id – Di tengah riuh polemik Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang kian memanas di Bangka Belitung, sebuah forum diskusi publik justru memilih berdiri di garis tipis: tidak mendukung, tidak pula menolak.

Sabtu (7/2/2026), ballroom Aston Emidary Bangka Hotel and Conference Center dipenuhi wajah-wajah serius. Spanduk besar bertuliskan “Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung; Diskusi Data dan Fakta” membentang di panggung. Aroma kopi bercampur bisik-bisik kekhawatiran dan rasa ingin tahu.

Moderator diskusi, Zamhari SE MM, membuka forum dengan nada tegas. Ia mengklarifikasi berbagai persepsi yang berkembang pasca kegiatan tersebut. Menurutnya, forum itu tidak dirancang sebagai panggung propaganda.

“Kegiatan ini murni ruang belajar bersama. Tidak ada satu pun pernyataan resmi yang mendukung atau menolak PLTN sampai acara ini berakhir,” ujar Zamhari di hadapan peserta.

Apa yang terjadi? Siapa terlibat? Di mana dan kapan? Jawabannya jelas: diskusi publik digelar di Pangkalpinang, menghadirkan masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan. Namun mengapa forum ini terasa penting? Karena isu PLTN di Bangka Belitung sudah lama membelah opini publik menjadi dua kutub keras—pro dan kontra—dengan nada yang kian politis.

Zamhari menilai, perdebatan selama ini kerap berdiri di atas asumsi, bukan fondasi pengetahuan.

“Yang pro dan yang kontra seringkali berangkat dari asumsi, bukan dari pengetahuan yang cukup. Inilah yang ingin kami luruskan,” tegasnya.

Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti perjalanan dari angka 1 menuju 100. Dalam analoginya, PT Thorcon Power Indonesia—perusahaan yang kerap disebut dalam wacana PLTN di Babel—masih berada pada tahap sangat awal.

“Kalau kita pakai skala 1 sampai 100, posisi PT Thorcon mungkin baru di angka 2 atau 3. Masih sangat jauh. Sementara pertanyaan publik sudah di angka 50. Ini jurang yang harus kita sadari bersama,” kata Zamhari.

Pernyataan itu menyiratkan satu hal: publik bergerak lebih cepat dari kesiapan informasi resmi. Ketika kekhawatiran soal radiasi, keselamatan lingkungan, dan dampak sosial-ekonomi mengemuka, jawaban teknis yang komprehensif belum sepenuhnya tersedia.

Bagaimana diskusi itu berlangsung? Forum berjalan dinamis. Peserta melontarkan pertanyaan kritis, sebagian bernada skeptis, sebagian lagi ingin tahu lebih jauh tentang teknologi nuklir generasi terbaru, aspek keamanan, hingga potensi manfaat energi bersih.

Namun Zamhari mengakui keterbatasan.

“Kita harus jujur mengakui, kita ini belum paham teknis PLTN secara mendalam. Maka pendapat yang lahir pun seharusnya tidak bias,” ujarnya.

Di titik inilah diskusi publik itu menjadi menarik sekaligus politis. Netralitas yang diklaim panitia berdiri di tengah lanskap energi nasional yang sarat kepentingan—antara kebutuhan listrik jangka panjang, komitmen transisi energi rendah karbon, dan memori kolektif publik terhadap risiko nuklir.

Zamhari menegaskan forum tersebut bukan untuk memproduksi sikap politik, melainkan membuka ruang literasi energi.

“Mungkin lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, Wallahu a’lam. Pada titik tertentu, barulah kita pantas mengeluarkan pernyataan mendukung atau menolak,” katanya.

Ia berharap diskusi lanjutan menghadirkan ilmuwan, peneliti, dan praktisi nuklir yang kompeten agar opini publik benar-benar berbasis data, bukan ketakutan atau euforia.

Menutup forum, Zamhari menyampaikan permohonan maaf apabila kegiatan tersebut memicu kegelisahan atau kesalahpahaman.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan partisipasi semua pihak, khususnya pertanyaan-pertanyaan tajam dari para peserta,” pungkasnya.

Di luar ballroom, senja Pangkalpinang turun perlahan. Isu PLTN belum menemukan jawaban final. Diskusi itu mungkin baru angka “2 atau 3” dalam perjalanan panjang. Namun di tanah timah yang sarat sejarah eksploitasi sumber daya ini, setiap wacana energi baru selalu membawa satu pertanyaan mendasar: siapa yang paling diuntungkan, dan siapa yang akan menanggung risikonya?

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 9 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI DNID BABEL

Sumber Berita: KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga
Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai
Bupati Andi Asman Sulaiman Ukir Sejarah, Bone Beramal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026
Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan
Dua Bulan Menanti, Jenazah Warga Maros yang Meninggal di Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air
Kuda Jadi Kunci Penangkapan, Tiga Pelaku Curnak di Bone Diringkus Jatanras Polres Maros
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:16 WITA

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 September 2026 - 22:01 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 September 2026 - 20:50 WITA

Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Dua Bulan Menanti, Jenazah Warga Maros yang Meninggal di Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air

Senin, 21 September 2026 - 19:41 WITA

Kuda Jadi Kunci Penangkapan, Tiga Pelaku Curnak di Bone Diringkus Jatanras Polres Maros

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 Sep 2026 - 22:16 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 Sep 2026 - 22:01 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 Sep 2026 - 21:53 WITA