Penggerebekan Sunyi Bongkar Jaringan Kecil, Jejak Sabu Menyeret Perempuan Pesisir Mentok

Mentok, Dnid.co.id — Sunyi tengah malam di Kampung Senang Hati pecah oleh langkah cepat aparat. Dalam operasi senyap Jumat (27/2/2026) dini hari, polisi membongkar dugaan peredaran sabu yang melibatkan tiga perempuan di jantung pesisir Mentok, Bangka Barat. Sebanyak 14,62 gram sabu disita, menandai babak baru wajah peredaran narkotika yang makin berlapis—dan kian menyentuh ruang domestik.

Aparat gabungan Satresnarkoba Polres Bangka Barat dan Unit Res-Intel Polsek Mentok bergerak sekitar pukul 00.05 WIB setelah menerima laporan warga. Rumah sederhana di Kampung Senang Hati, Kelurahan Sungai Daeng, menjadi titik awal pengungkapan. Tiga perempuan berinisial FA, HI, dan FAH diamankan di lokasi, diduga menjadi simpul pengemasan dan distribusi.

Penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat mengungkap pola kerja yang rapi. Polisi menemukan 65 paket sabu yang sudah dipotong-potong dalam pipet dan dibungkus plastik hitam, serta satu paket lain tersimpan dalam kotak obat putih. Total berat bruto mencapai 14,62 gram—angka yang tak besar, namun cukup untuk memecah banyak rumah tangga.

Dari pengembangan cepat, aparat menelusuri satu nama lain: pria berinisial R di Kampung Keranggan Atas. Di kediamannya, petugas menemukan dua paket kecil sabu, timbangan digital, dan alat bantu pengemasan. Jejak ini menguatkan dugaan adanya rantai distribusi kecil namun aktif, bergerak senyap di balik keseharian kampung pesisir.

Selain sabu, polisi mengamankan empat telepon genggam, puluhan potongan pipet hitam dan bening, plastik klip berbagai ukuran, satu corong kecil, kotak obat, kertas putih, dan kantong plastik hitam. Barang-barang sederhana, namun menjadi mesin kecil peredaran yang menyusup tanpa suara.

Kapolres Bangka Barat melalui Kasi Humas Yos Sudarso menegaskan pengungkapan ini bermula dari keberanian warga melapor. “Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Kami apresiasi peran aktif warga dalam membantu kepolisian memberantas peredaran narkoba di wilayah Bangka Barat,” ujarnya.

Yos menegaskan, keterlibatan perempuan tidak mengubah sikap aparat. “Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Saat ini seluruh pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polsek Mentok untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Polisi menduga para perempuan berperan sebagai pengedar dengan modus memecah sabu menjadi paket-paket kecil sebelum diedarkan kembali. Pola ini, menurut sumber internal penyelidikan, kerap dipilih jaringan kecil karena minim kecurigaan. Perempuan dan rumah tinggal menjadi “tameng sosial” yang sulit ditembus tanpa laporan warga.

Namun, di balik angka gram dan daftar barang bukti, terselip pertanyaan yang lebih sunyi: mengapa ruang domestik menjadi ladang baru peredaran? Di kampung pesisir yang menggantungkan hidup pada kerja harian, narkotika sering menyelinap lewat celah ekonomi dan relasi sosial yang rapuh. Operasi di Mentok menjadi pengingat bahwa narkoba tak lagi berdiri di lorong gelap—ia kini duduk di ruang tamu.

Kasus ini masih dikembangkan. Polisi memburu kemungkinan jaringan lebih luas yang memasok barang dan menggerakkan distribusi. Mentok mungkin hanya satu simpul kecil, tetapi setiap simpul yang terbuka memberi peta baru tentang bagaimana sabu bergerak: pelan, senyap, dan menyamar di balik wajah paling tak terduga.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 1 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: DNID BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRES BANGKA BARAT

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Porprov XVIII Resmi Dibuka, 5.000 Atlet dari 24 Daerah Serbu Bone, Gubernur Bawa Kejutan
MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan
Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah
Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru
Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan
Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta
Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:32 WITA

Porprov XVIII Resmi Dibuka, 5.000 Atlet dari 24 Daerah Serbu Bone, Gubernur Bawa Kejutan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:35 WITA

MKTI Gelar FGD: Konservasi Tanah dan Air Merupakan Prasyarat Mutlak dalam Mewujudkan kedaulatan Serta Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Sabtu, 7 November 2026 - 13:45 WITA

Polresta Pangkalpinang Ajak Warga Perangi Narkoba, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Kejahatan

Sabtu, 7 November 2026 - 11:29 WITA

Sidang Bukti Tambahan Praperadilan Eks Pj Gubernur BB, Ahli Pidana Unhas Tegaskan Penetapan Tersangka Kejati Sulsel Sah

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WITA

Sidang Kesimpulan Praperadilan Bahtiar Baharuddin: Kejati Sulsel Tegaskan Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP dan Didukung Alat Bukti Baru

Sabtu, 7 November 2026 - 08:13 WITA

Jangan Sampai Nyasar dan Kena Macet di Pembukaan Porprov Hari Ini, Ini Jalur Rahasia yang Disiapkan

Sabtu, 7 November 2026 - 07:40 WITA

Cegah Tawuran Berlanjut, Polsek Tallo bersama Tim Gabungan Amankan 11 Orang di Kampung Borta

Sabtu, 7 November 2026 - 07:00 WITA

Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Tersangka HT Disidik Ditreskrimum Polda Sulsel

Berita Terbaru