300 Anak Yatim Disantuni, Wakil Bupati Bone Disematkan Gelar
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin (kiri), mengenakan kemeja putih saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah satu anak dalam kegiatan Yatim Fest Ramadhan 1447 H di Gedung PKK Bone, Rabu (4/3/2026).
Yatim Fest Ramadhan 1447 H di Gedung PKK Bone jadi momentum penguatan solidaritas, edukasi kepedulian sosial, dan sinergi pembinaan anak yatim secara berkelanjutan.
Bone, DNID.co.id — Sebanyak 300 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an menerima santunan dan motivasi dalam kegiatan Yatim Fest Ramadhan 1447 Hijriah bertema “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya” yang digelar di Gedung PKK Bone, Rabu (4/3/2026).
Selain itu kegiatan ini menjadi momentum penguatan solidaritas sosial sekaligus edukasi publik tentang pentingnya pembinaan anak yatim secara terstruktur dan berkelanjutan.
Acara yang diinisiasi PPA Komunitas Bone bekerja sama dengan Yayasan Abulyatama tersebut menghadirkan ratusan penerima manfaat yang telah terdata dalam basis data komunitas.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin (tengah, mengenakan selempang), berfoto bersama panitia dan ratusan anak yatim serta penghafal Al-Qur’an usai kegiatan Yatim Fest Ramadhan 1447 H di Gedung PKK Bone, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 anak sebagai bentuk penguatan solidaritas dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Disamping itu Ketua Panitia, Jasmin, menjelaskan bahwa 300 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an yang disantuni berasal dari pendataan internal komunitas dan didukung oleh donatur lintas instansi serta alumni PPA Makassar.
“Jumlah anak yang kami santuni sebanyak 300 orang, terdiri dari anak yatim dan penghafal Al-Qur’an yang terdata dalam database kami. Donatur berasal dari berbagai instansi dan alumni komunitas PPA Makassar,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan sosial berbasis komunitas.
Dalam sambutannya, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan bahwa, perhatian terhadap anak yatim dan penghafal Al-Qur’an bukan hanya kegiatan seremonial Ramadan, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia jangka panjang.
“Kita diberikan kesempatan menghadiri kegiatan yang sangat penting, bagaimana memberikan perhatian kepada anak yatim dan penghafal Qur’an. Mereka memiliki keistimewaan sehingga harus diberi perhatian,” kata Andi Akmal.
Dia juga menekankan bahwa pembinaan anak yatim sejatinya merupakan tanggung jawab negara. Namun, keterbatasan anggaran dan jangkauan program pemerintah membuat kolaborasi dengan komunitas dan lembaga sosial menjadi kebutuhan mendesak.
“Terima kasih kepada panitia. Kami berharap kegiatan ini dapat disinergikan dengan program Kabupaten Bone dalam pembinaan anak yatim ke depan. Solidaritas seperti ini wajib kita dorong agar semakin banyak orang yang peduli,” tambahnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati menegaskan arah pembangunan Kabupaten Bone tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Ia merinci tiga pesan utama dari kegiatan tersebut. Membangun solidaritas dan empati sosial, memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak yatim, serta menggerakkan masyarakat luas untuk aktif berdonasi dan terlibat dalam kegiatan sosial.
Momentum Yatim Fest ini juga menjadi ruang edukasi publik bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak cukup sebatas pemberian santunan sesaat.
Diperlukan pendampingan berkelanjutan, akses pendidikan, pembinaan mental-spiritual, serta dukungan ekonomi agar mereka tumbuh menjadi generasi mandiri dan berdaya saing.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Bone meminta doa dan dukungan masyarakat agar kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bone dapat mewujudkan daerah yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol dukungan terhadap gerakan kepedulian tersebut, panitia menyematkan gelar “Bapak Yatim” kepada Wakil Bupati Bone di penghujung acara.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
300 Anak Yatim Disantuni, Wakil Bupati Bone Disematkan Gelar
RABU, 4 MARET 2026
Yatim Fest Ramadhan 1447 H di Gedung PKK Bone jadi momentum penguatan solidaritas, edukasi kepedulian sosial, dan sinergi pembinaan anak yatim secara berkelanjutan.
Bone, DNID.co.id — Sebanyak 300 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an menerima santunan dan motivasi dalam kegiatan Yatim Fest Ramadhan 1447 Hijriah bertema “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya” yang digelar di Gedung PKK Bone, Rabu (4/3/2026).
Selain itu kegiatan ini menjadi momentum penguatan solidaritas sosial sekaligus edukasi publik tentang pentingnya pembinaan anak yatim secara terstruktur dan berkelanjutan.
Acara yang diinisiasi PPA Komunitas Bone bekerja sama dengan Yayasan Abulyatama tersebut menghadirkan ratusan penerima manfaat yang telah terdata dalam basis data komunitas.
Disamping itu Ketua Panitia, Jasmin, menjelaskan bahwa 300 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an yang disantuni berasal dari pendataan internal komunitas dan didukung oleh donatur lintas instansi serta alumni PPA Makassar.
“Jumlah anak yang kami santuni sebanyak 300 orang, terdiri dari anak yatim dan penghafal Al-Qur’an yang terdata dalam database kami. Donatur berasal dari berbagai instansi dan alumni komunitas PPA Makassar,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan sosial berbasis komunitas.
Dalam sambutannya, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan bahwa, perhatian terhadap anak yatim dan penghafal Al-Qur’an bukan hanya kegiatan seremonial Ramadan, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia jangka panjang.
“Kita diberikan kesempatan menghadiri kegiatan yang sangat penting, bagaimana memberikan perhatian kepada anak yatim dan penghafal Qur’an. Mereka memiliki keistimewaan sehingga harus diberi perhatian,” kata Andi Akmal.
Dia juga menekankan bahwa pembinaan anak yatim sejatinya merupakan tanggung jawab negara. Namun, keterbatasan anggaran dan jangkauan program pemerintah membuat kolaborasi dengan komunitas dan lembaga sosial menjadi kebutuhan mendesak.
“Terima kasih kepada panitia. Kami berharap kegiatan ini dapat disinergikan dengan program Kabupaten Bone dalam pembinaan anak yatim ke depan. Solidaritas seperti ini wajib kita dorong agar semakin banyak orang yang peduli,” tambahnya.
Lebih jauh, Wakil Bupati menegaskan arah pembangunan Kabupaten Bone tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Ia merinci tiga pesan utama dari kegiatan tersebut. Membangun solidaritas dan empati sosial, memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak yatim, serta menggerakkan masyarakat luas untuk aktif berdonasi dan terlibat dalam kegiatan sosial.
Momentum Yatim Fest ini juga menjadi ruang edukasi publik bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak cukup sebatas pemberian santunan sesaat.
Diperlukan pendampingan berkelanjutan, akses pendidikan, pembinaan mental-spiritual, serta dukungan ekonomi agar mereka tumbuh menjadi generasi mandiri dan berdaya saing.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Bone meminta doa dan dukungan masyarakat agar kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bone dapat mewujudkan daerah yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol dukungan terhadap gerakan kepedulian tersebut, panitia menyematkan gelar “Bapak Yatim” kepada Wakil Bupati Bone di penghujung acara.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.