25 Tahun Berdiri, 20 Lapak PKL di Ujung Tanah Ditertibkan Usai Tiga Kali Peringatan

Makassar,DNID.co.id – Pemerintah Kota Makassar Gencar melakukan penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL), kali ini melalui Kecamatan Ujung Tanah, kembali melakukan penertiban sebagai bagian dari upaya relokasi PKL yang selama ini menempati trotoar dan saluran drainase.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mengembalikan fungsi fasilitas umum sekaligus menata wajah kota agar lebih tertib dan nyaman.

Setelah bertahan selama kurang lebih 25 tahun di atas bangunan fasilitas umum, sebanyak 20 Lapak Liar jalan Kalimantan, Kelurahan Ujung Tanah, Kecamatan Ujung Tanah, akhirnya ditertibkan.

Penertiban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas kecamatan, Satpol PP, serta unsur TNI-Polri, pada Kamis (26/3/2026).

Camat Ujung Tanah, Andi Unru, menjelaskan bahwa penertiban tersebut bukan tanpa alasan, tetapi melewati presedur.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menciptakan estetika kota sekaligus membersihkan drainase yang selama ini tertutup bangunan lapak pedagang.

“Penertiban ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum, baik trotoar maupun saluran drainase, serta menjaga kebersihan dan keindahan kota,” ujarnya.

Proses di lapangan tidak berjalan sepenuhnya lancar. Meski demikian, petugas tetap melanjutkan penertiban secara bertahap hingga seluruh lapak berhasil dibongkar.

Langkah ini tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga estetika kota sekaligus memastikan fungsi trotoar dan drainase dapat kembali digunakan sebagaimana mestinya.

Dijelaskan, penertiban berlangsung di Jalan Kalimantan, wilayah Kecamatan Ujung Tanah, dengan menyasar sebanyak 20 lapak PKL yang selama ini berdiri di atas trotoar dan saluran air.

Keberadaan lapak tersebut dinilai mengganggu akses pejalan kaki sekaligus menghambat aliran drainase.

Sebelum dilakukan pembongkaran, pemerintah setempat telah memberikan peringatan secara bertahap kepada para pedagang.

Bahkan, teguran telah dilayangkan hingga Surat Peringatan (SP) ketiga sebagai bentuk upaya persuasif agar pedagang membongkar lapaknya secara mandiri.

“Kami sudah lakukan pendekatan dan memberikan peringatan sampai SP tiga. Jadi penertiban ini bukan dilakukan secara tiba-tiba,” jelas Andi Unru.

Terkait relokasi, pihak kecamatan mengaku masih melakukan koordinasi dengan pimpinan untuk menentukan lokasi yang tepat bagi para pedagang.

“Hal ini kami lakukan bagian dari solusi yang kami diberikan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan ekonomi UMKM masyarakat. Itu pasti ada solusi,” tuturnya.

Diketahui, sebagian pedagang telah menempati lokasi tersebut dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan ada yang mencapai sekitar 25 tahun.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses penertiban, mengingat lapak tersebut telah menjadi sumber penghidupan bagi para pedagang.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penataan tetap harus dilakukan demi kepentingan bersama.

“Penertiban, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis serta solusi jangka panjang bagi para PKL yang terdampak,” tukasnya.

Simpan Gambar:

Kamis, 26 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Pemkot Makassar

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tawuran Pemuda di Jalan Trans Sulawesi Palopo Dibubarkan Polisi, Arus Lalin Sempat Terganggu
Kanit Reskrim Polsek Tamalatea Jeneponto Diduga Peras Keluarga Pelaku Rp1,5 Juta
Polda Sulawesi Selatan Rotasi Personel, Ini Daftar Nama Bintara yang Dimutasi
Mie Gacoan Bone Disorot, Bau Menyengat Diduga dari Limbah Selokan
Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Petugas Tol Ir Sutami Makassar Ancam Wartawan dan Larang Peliputan
Mobil Kredit Diduga Ditarik dan Dilelang Sepihak, Debitur Asal Wajo Laporkan Pembiayaan ACC ke OJK
Nyaris Bentrok Usai Lakalantas di Rumbia, Oknum Anggota DPRD Jeneponto Diduga Kerahkan Massa Bersajam
Pria Muda Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos, Diduga Dipicu Masalah Pribadi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 17:53 WITA

Tawuran Pemuda di Jalan Trans Sulawesi Palopo Dibubarkan Polisi, Arus Lalin Sempat Terganggu

Senin, 30 Maret 2026 - 14:35 WITA

Kanit Reskrim Polsek Tamalatea Jeneponto Diduga Peras Keluarga Pelaku Rp1,5 Juta

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:22 WITA

Polda Sulawesi Selatan Rotasi Personel, Ini Daftar Nama Bintara yang Dimutasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:53 WITA

Mie Gacoan Bone Disorot, Bau Menyengat Diduga dari Limbah Selokan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:50 WITA

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Petugas Tol Ir Sutami Makassar Ancam Wartawan dan Larang Peliputan

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:52 WITA

Mobil Kredit Diduga Ditarik dan Dilelang Sepihak, Debitur Asal Wajo Laporkan Pembiayaan ACC ke OJK

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:05 WITA

25 Tahun Berdiri, 20 Lapak PKL di Ujung Tanah Ditertibkan Usai Tiga Kali Peringatan

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:12 WITA

Nyaris Bentrok Usai Lakalantas di Rumbia, Oknum Anggota DPRD Jeneponto Diduga Kerahkan Massa Bersajam

Berita Terbaru

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyerahkan dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dalam seremoni serah terima di Makassar.

Sosial Politik

Andi Akmal Serahkan LKPD, Audit BPK Dimulai Bone Bidik Opini Terbaik

Senin, 30 Mar 2026 - 21:06 WITA

Serba-Serbi

Grup Egaliter Alumni Unhas Halalbibalal di Red Corner

Senin, 30 Mar 2026 - 18:48 WITA