Jelang HJB ke-696, Andi Akmal tekankan ziarah sebagai momentum arah pembangunan, penguatan sejarah, dan persatuan lintas daerah
Bone, DNID.co.id — Pemerintah Kabupaten Bone memulai rangkaian ziarah makam raja-raja sebagai tradisi tahunan menjelang Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 yang diperingati setiap 6 April.
Ziarah dilakukan lintas daerah di Sulawesi Selatan hingga luar wilayah, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memperkuat hubungan antardaerah.
Kegiatan yang dimulai sejak pertengahan Maret ini mencakup sejumlah wilayah seperti Gowa, Makassar, Pangkep, Bulukumba, Bantaeng, Pinrang, hingga Jakarta.
Ziarah ini merupakan bentuk syukur dan penghormatan atas perjuangan para raja dalam membangun peradaban, sekaligus mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antardaerah.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, memimpin langsung rombongan Tim II bersama Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti dan sejumlah kepala OPD, Rabu (25/03/2026).
Rangkaian diawali di makam We Tenri Pattuppu, Raja Bone ke-X, di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Sebelum ziarah, rombongan diterima Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Kantor Bupati.
“Selamat Hari Jadi ke-696 Kabupaten Bone. Kami mengapresiasi kunjungan ini sebagai ajang mempererat silaturahim,” ujar Syaharuddin.
Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke makam Pancaitana Tenriawaru Besse Kajuara, Raja Bone ke-XXVIII, di Kabupaten Pinrang, dan ditutup di makam La Tenriaji Arungpone, Raja Bone ke-XIV, di Kabupaten Pangkep.
Wabup Bone Andi Akmal menegaskan ziarah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat makna.
“Ziarah ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para raja dan tokoh pendahulu, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, serta semangat perjuangan dalam membangun dan memajukan Bone ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Andi Akmal menambahkan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangkaian HJB, yang pada 2026 memasuki usia ke-696 tahun.
Sehari berselang, Kamis (26/03/2026), ziarah dilanjutkan ke Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Salah satu titik utama adalah makam Raja Bone ke-15, Arung Palakka, di Kompleks Makam Bontobiraeng, Kecamatan Somba Opu, Gowa.
Rombongan yang turut dihadiri Ketua DPRD Bone, Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, dan tokoh adat, disambut Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin.
“Kami di sini bukan menyambut Bone sebagai tamu, tetapi sebagai keluarga. Bone dan Gowa satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan oleh siapa pun,” ujar Darmawangsyah.
Dia menegaskan, hubungan historis dua kerajaan besar di Sulawesi Selatan menjadi dasar penguatan persatuan.
“Melalui momentum ziarah makam ini, kami mengajak Pemerintah Kabupaten Bone untuk semakin mempererat tali persatuan dan silaturahim,” lanjutnya.
Selain makam Arung Palakka, rombongan juga menziarahi makam Sultan Hasanuddin di Gowa serta makam Raja Bone Andi Mappanyukki di TMP Panaikang, Makassar.
Wabup Bone kembali menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah.
“Ziarah makam raja-raja Bone merupakan rangkaian HJB yang rutin kita laksanakan setiap tahun. Kami berharap jalinan sinergitas antara Bone dan Gowa bisa terus diperkuat,” ujarnya.
“Dalam kesempatan ini, kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Gowa atas sambutan dan segala fasilitasnya,” tambahnya.
Dia menutup dengan penegasan.
“Selain mengunjungi situs sejarah, yang terpenting adalah memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Gowa dalam berbagai aspek pembangunan.” Pungkasnya
Dalam rangkaian kegiatan, Wasekjen Keraton Nusantara, A. Youshand Tenritappu, membacakan sinopsis sejarah Arung Palakka yang memerintah pada 1672–1696.
Tokoh tersebut dikenal dengan julukan Petta Malampee Gemme’na dan menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan sejarah Kerajaan Bone.
Ziarah makam raja-raja Bone menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan identitas daerah, hubungan antarpemerintah, serta arah pembangunan berbasis nilai-nilai leluhur.
























