Rokok Ilegal Luffman Marak Beredar, Potensi Kerugian Negara Membengkak, Pengawasan Disorot

Pangkalpinang, Dnid.Co.Id — Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai merek Luffman terungkap beredar bebas di sejumlah warung dan kios kecil di Pangkalpinang, Rabu (22/04/2026). Produk bertuliskan “Made Under Authority Of Leadon Tobacco Int’l Inc. USA” itu dijual terang-terangan dengan harga sekitar Rp15 ribu per bungkus—jauh di bawah harga rokok legal—menandakan lemahnya pengawasan dan potensi kebocoran besar pada penerimaan negara dari sektor cukai.

Hasil penelusuran tim media di lapangan menemukan rokok ilegal tersebut dipajang terbuka di etalase, berdampingan dengan produk legal tanpa upaya penyamaran. Praktik ini terjadi di beberapa titik, menunjukkan distribusi yang tidak sporadis, melainkan terorganisir. Pedagang mengaku pasokan datang rutin dari pihak tertentu yang diduga berperan sebagai distributor. “Sering masuk, sudah biasa. Banyak yang cari karena murah,” ujar seorang penjual yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Fenomena ini mengindikasikan adanya celah serius dalam pengawasan barang kena cukai. Secara hukum, setiap produk hasil tembakau wajib dilengkapi pita cukai resmi sebagai bukti pelunasan pajak kepada negara. Namun di lapangan, rokok tanpa cukai justru semakin dominan di segmen pasar tertentu, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga.

Investigasi juga mengungkap pola distribusi yang relatif mulus tanpa hambatan berarti. Rokok ilegal diduga masuk melalui jalur distribusi tidak resmi yang sulit terdeteksi atau bahkan luput dari penindakan. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya kelemahan sistem pengawasan, baik di tingkat distribusi maupun penjualan eceran.

Dampaknya bukan sekadar pelanggaran administratif. Setiap bungkus rokok ilegal yang terjual berkontribusi pada hilangnya potensi penerimaan negara. Jika diasumsikan satu kios mampu menjual puluhan bungkus per hari, maka akumulasi kerugian dalam skala kota bisa mencapai angka signifikan dalam waktu singkat. Situasi ini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau.

Di sisi lain, pelaku usaha rokok legal yang patuh terhadap aturan harus menghadapi persaingan tidak sehat. Produk ilegal yang bebas dari beban cukai mampu dijual jauh lebih murah, sehingga menggerus pangsa pasar produk resmi. Hal ini menciptakan distorsi pasar dan merusak prinsip keadilan dalam dunia usaha.

Sejumlah pihak mendesak aparat berwenang segera mengambil langkah tegas. Pengawasan intensif, penelusuran rantai distribusi, hingga penindakan hukum terhadap pelaku menjadi kunci untuk menghentikan praktik ini. Tanpa tindakan konkret, peredaran rokok ilegal dikhawatirkan akan semakin meluas dan sulit dikendalikan.

“Kalau dibiarkan, ini bukan hanya soal rokok ilegal, tapi soal hilangnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” kata seorang sumber yang memahami persoalan pengawasan cukai di daerah tersebut.

Maraknya rokok ilegal merek Luffman kini menjadi alarm keras bagi aparat dan pemangku kebijakan. Pembiaran hanya akan memperbesar kerugian negara, merusak ekosistem usaha, serta memperkuat jaringan distribusi ilegal yang kian berani beroperasi secara terbuka.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 22 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: INVESTIGASI LAPANGAN

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Bongkar Judi Togel Online, Tim URC Resmob Polres Soppeng Amankan Dua Pria
Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot
Viral di Medsos, Pria yang Aniaya Pekerja Penyiram Tanaman kini Diamankan Polsek Rappocini
Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polresta Gowa Intensifkan Cipkon hingga Polsek Jajaran
Heboh Penggerebekan Rumah Kos di Bantaeng, Terduga Bandar Sabu Dikabarkan Bebas
Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan
Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:24 WITA

Bongkar Judi Togel Online, Tim URC Resmob Polres Soppeng Amankan Dua Pria

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 17:16 WITA

Viral di Medsos, Pria yang Aniaya Pekerja Penyiram Tanaman kini Diamankan Polsek Rappocini

Senin, 21 September 2026 - 09:26 WITA

Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polresta Gowa Intensifkan Cipkon hingga Polsek Jajaran

Minggu, 20 September 2026 - 19:50 WITA

Heboh Penggerebekan Rumah Kos di Bantaeng, Terduga Bandar Sabu Dikabarkan Bebas

Minggu, 20 September 2026 - 11:56 WITA

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan

Minggu, 20 September 2026 - 04:27 WITA

Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 22:11 WITA

Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Bongkar Judi Togel Online, Tim URC Resmob Polres Soppeng Amankan Dua Pria

Senin, 21 Sep 2026 - 19:24 WITA

Serba-Serbi

Wakil Bupati Gowa Buka Lomba Paskibra Tingkat SMP dan SMA se-Sulsel

Senin, 21 Sep 2026 - 15:15 WITA