Pati,DNID.co.id — Pagi itu, Balai Desa Godo di Kecamatan Winong tampak lebih hidup dari biasanya. Warga berdatangan, duduk berjejer dengan penuh perhatian, menyimak satu per satu penjelasan yang disampaikan. Di ruang sederhana itu, Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati menghadirkan sesuatu yang tak kalah penting dari pembangunan jalan atau rumah: pemahaman tentang kesehatan dan masa depan generasi.
Program nonfisik berupa penyuluhan stunting, kesehatan keluarga, dan Keluarga Berencana (KB) menjadi bagian dari upaya membangun manusia secara utuh. Aparat desa, anggota BPD, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu rumah tangga terlihat larut dalam diskusi yang berlangsung hangat. Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk memahami persoalan yang selama ini terasa dekat namun kerap diabaikan.
Kapten Cba Kistono dalam sambutannya menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berbicara soal infrastruktur. Di balik pembangunan fisik, ada misi yang lebih dalam: memperkuat kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan generasi yang lebih baik di masa depan.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Siti Rohmah, mengurai persoalan stunting dengan bahasa yang mudah dipahami. Ia menjelaskan bahwa kondisi gagal tumbuh pada anak tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat kekurangan gizi yang berlangsung lama, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Penjelasan itu membuat suasana menjadi lebih hening, seolah setiap peserta menyadari betapa pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.
Tak hanya soal gizi, Siti juga mengingatkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta perencanaan keluarga melalui program KB. Baginya, jarak kelahiran yang terencana bukan sekadar urusan jumlah anak, tetapi menyangkut kualitas kehidupan seluruh anggota keluarga.
Kegiatan yang berlangsung tertib itu ditutup dengan diskusi ringan antara warga dan narasumber. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari pola makan anak hingga cara menjaga kesehatan ibu hamil. Dari Balai Desa Godo, pesan sederhana itu mengalir: pembangunan sejati bukan hanya soal apa yang tampak, tetapi juga tentang bagaimana manusia di dalamnya tumbuh sehat dan kuat.
























