Tingkatkan Fokus dan Kejujuran Siswa, UPT SMAN 14 Jeneponto Gelar SAS Berbasis Kertas
Kepala UPT SMAN 14 Jeneponto, Hasriadi Dullah S.Pd., Gr., memantau pelaksanaan SAS para siswa. (dok:ist)
Jeneponto, DNID.co.id – UPT SMAN 14 Jeneponto resmi memulai pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin, 25 Mei 2026. Pada pelaksanaan semester kali ini, pihak sekolah memilih kembali menggunakan sistem ujian berbasis kertas sebagai upaya meningkatkan fokus belajar siswa sekaligus meminimalisir penggunaan handphone selama ujian berlangsung.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah tren digitalisasi ujian yang kini banyak diterapkan di berbagai sekolah. Namun, UPT SMAN 14 Jeneponto menilai metode konvensional masih efektif untuk menjaga konsentrasi dan integritas akademik peserta didik.
Kepala UPT SMAN 14 Jeneponto, Hasriadi Dullah, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa keputusan menggunakan kertas merupakan langkah strategis demi menciptakan suasana ujian yang lebih tenang, tertib, dan bebas distraksi.
“Kami ingin memastikan siswa benar-benar fokus pada soal yang ada di hadapan mereka tanpa gangguan dari perangkat elektronik. Dengan sistem berbasis kertas, penggunaan handphone yang tidak semestinya juga bisa diminimalisir sehingga kejujuran akademik tetap menjadi prioritas utama,” ujar Hasriadi Dullah.
Ia menambahkan, sekolah tidak sekadar mengejar hasil akademik, tetapi juga membangun karakter disiplin dan tanggung jawab siswa selama proses ujian berlangsung.
“Marwah ujian harus tetap dijaga. Ketelitian, ketenangan, dan kejujuran siswa menjadi nilai penting yang ingin kami bangun melalui pelaksanaan SAS ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia SAS Semester Genap, Firman, S.Pd., melaporkan bahwa hari pertama pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh logistik ujian, mulai dari naskah soal hingga lembar jawaban, telah terdistribusi dengan baik ke setiap ruang ujian sejak pagi hari.
“Alhamdulillah, hari pertama berjalan tertib dan lancar. Seluruh pengawas maupun panitia bekerja sigap. Pengembalian metode berbasis kertas ini ternyata mendapat respons positif. Suasana di dalam kelas terasa lebih tenang dan siswa terlihat lebih khidmat saat mengerjakan soal ujian,” jelas Firman.
Firman juga menyebutkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa selama pelaksanaan ujian cukup tinggi. Para peserta hadir tepat waktu dan mematuhi aturan sekolah, termasuk larangan membawa perangkat elektronik ke dalam ruang ujian.
Pelaksanaan SAS di UPT SMAN 14 Jeneponto dibagi ke dalam tujuh ruang kelas, terdiri atas empat ruangan untuk siswa kelas X dan tiga ruangan untuk kelas XI. Pengawasan dilakukan secara ketat guna memastikan ujian berlangsung kondusif hingga akhir pelaksanaan pekan mendatang.
Pihak sekolah berharap metode ujian berbasis kertas ini mampu menghasilkan penilaian yang lebih objektif, murni, dan benar-benar mencerminkan kemampuan akademik siswa.
“Kami berharap hasil yang diperoleh siswa nantinya benar-benar lahir dari kemampuan mereka sendiri sehingga kualitas pembelajaran dapat terukur dengan baik,” tutup Firman.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Tingkatkan Fokus dan Kejujuran Siswa, UPT SMAN 14 Jeneponto Gelar SAS Berbasis Kertas
SELASA, 26 MEI 2026
Jeneponto, DNID.co.id – UPT SMAN 14 Jeneponto resmi memulai pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin, 25 Mei 2026. Pada pelaksanaan semester kali ini, pihak sekolah memilih kembali menggunakan sistem ujian berbasis kertas sebagai upaya meningkatkan fokus belajar siswa sekaligus meminimalisir penggunaan handphone selama ujian berlangsung.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah tren digitalisasi ujian yang kini banyak diterapkan di berbagai sekolah. Namun, UPT SMAN 14 Jeneponto menilai metode konvensional masih efektif untuk menjaga konsentrasi dan integritas akademik peserta didik.
Kepala UPT SMAN 14 Jeneponto, Hasriadi Dullah, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa keputusan menggunakan kertas merupakan langkah strategis demi menciptakan suasana ujian yang lebih tenang, tertib, dan bebas distraksi.
“Kami ingin memastikan siswa benar-benar fokus pada soal yang ada di hadapan mereka tanpa gangguan dari perangkat elektronik. Dengan sistem berbasis kertas, penggunaan handphone yang tidak semestinya juga bisa diminimalisir sehingga kejujuran akademik tetap menjadi prioritas utama,” ujar Hasriadi Dullah.
Ia menambahkan, sekolah tidak sekadar mengejar hasil akademik, tetapi juga membangun karakter disiplin dan tanggung jawab siswa selama proses ujian berlangsung.
“Marwah ujian harus tetap dijaga. Ketelitian, ketenangan, dan kejujuran siswa menjadi nilai penting yang ingin kami bangun melalui pelaksanaan SAS ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia SAS Semester Genap, Firman, S.Pd., melaporkan bahwa hari pertama pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh logistik ujian, mulai dari naskah soal hingga lembar jawaban, telah terdistribusi dengan baik ke setiap ruang ujian sejak pagi hari.
“Alhamdulillah, hari pertama berjalan tertib dan lancar. Seluruh pengawas maupun panitia bekerja sigap. Pengembalian metode berbasis kertas ini ternyata mendapat respons positif. Suasana di dalam kelas terasa lebih tenang dan siswa terlihat lebih khidmat saat mengerjakan soal ujian,” jelas Firman.
Firman juga menyebutkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa selama pelaksanaan ujian cukup tinggi. Para peserta hadir tepat waktu dan mematuhi aturan sekolah, termasuk larangan membawa perangkat elektronik ke dalam ruang ujian.
Pelaksanaan SAS di UPT SMAN 14 Jeneponto dibagi ke dalam tujuh ruang kelas, terdiri atas empat ruangan untuk siswa kelas X dan tiga ruangan untuk kelas XI. Pengawasan dilakukan secara ketat guna memastikan ujian berlangsung kondusif hingga akhir pelaksanaan pekan mendatang.
Pihak sekolah berharap metode ujian berbasis kertas ini mampu menghasilkan penilaian yang lebih objektif, murni, dan benar-benar mencerminkan kemampuan akademik siswa.
“Kami berharap hasil yang diperoleh siswa nantinya benar-benar lahir dari kemampuan mereka sendiri sehingga kualitas pembelajaran dapat terukur dengan baik,” tutup Firman.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.