Muas Usulkan Ketua PMI Belitung dari Figur Pilihan Bupati, Djoni Siap Dukung Penuh
BELITUNG ,DNID.co.id – Tokoh kepalangmerahan nasional Muhammad Muas mendorong agar kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung ke depan semakin memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah. Bahkan, ia mengusulkan agar Ketua PMI Kabupaten Belitung yang akan datang berasal dari figur yang diusulkan Bupati dan dipilih secara aklamasi. Sementara itu, Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan penuh kepada PMI karena memiliki peran strategis dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media seusai Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX PMI Kabupaten Belitung Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Batu Dinding Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belitung dengan tema “Meningkatkan Sinergi, Kemandirian dan Profesionalisme PMI Menuju Belitung Emas.”
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah, Ketua PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Abdul Fatah, Ketua PMI Kabupaten Belitung dr. Suhandri, tokoh masyarakat Muhammad Muas, mantan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Norman Sudirman atau yang akrab disapa Pak Dulen, perwakilan Polres Belitung, perwakilan TNI AU, serta para peserta Muskab dan tamu undangan lainnya.
Musyawarah Kabupaten IX PMI Kabupaten Belitung secara resmi dibuka oleh Bupati Belitung.
Usai pembukaan, Djoni Alamsyah menyampaikan bahwa pemerintah daerah memandang PMI sebagai mitra yang memiliki kontribusi besar dalam mendukung berbagai program kemanusiaan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar organisasi tersebut dapat menjalankan fungsinya secara maksimal.
“Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar PMI lebih aktif dan lebih maksimal menjalankan organisasi kemanusiaannya,” ujar Djoni.
Ia menambahkan, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua PMI Kabupaten Belitung nantinya harus mampu menjaga dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurut Djoni, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk PMI sebagai salah satu mitra utama pemerintah.
Sementara itu, Muhammad Muas menegaskan bahwa hubungan kerja sama antara PMI dan pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat serta telah diatur dalam berbagai regulasi.
Muas mengungkapkan dirinya telah lama terlibat dalam berbagai kegiatan PMI di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ia dikenal sebagai penulis buku sejarah Palang Merah yang telah diserahkan kepada pemerintah pusat dan menjadi bagian dari referensi sejarah Indonesia.
“Kegiatan Muskab ini bagi saya bukan hal baru. Hampir 30 tahun saya mengikuti kegiatan-kegiatan PMI di berbagai daerah. Kemitraan antara PMI dan pemerintah juga telah diatur dalam peraturan perundang-undangan,” kata Muas.
Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam berbagai forum PMI di daerah maupun tingkat nasional tidak lepas dari kebutuhan organisasi terhadap pemahaman mengenai kepalangmerahan dan hukum humaniter.
Lebih lanjut, Muas berharap PMI Kabupaten Belitung dapat terus bekerja bersama pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan hingga kebencanaan.
“PMI harus dapat bekerja bersama pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, baik terkait stunting, kemiskinan maupun penanggulangan bencana. PMI memiliki peran yang sangat besar dalam bidang kemanusiaan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Muas juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan PMI Kabupaten Belitung periode sebelumnya yang dinilainya telah bekerja dengan baik di bawah kepemimpinan dr. Suhandri.
Namun demikian, menurutnya, organisasi tetap membutuhkan regenerasi kepemimpinan agar mampu menghadirkan energi dan gagasan baru untuk memperkuat peran PMI di masa mendatang.
Untuk menjaga kesinambungan kemitraan antara PMI dan pemerintah daerah, Muas mengusulkan agar Ketua PMI Kabupaten Belitung yang akan datang berasal dari figur yang diusulkan oleh Bupati.
“Untuk memperkuat kemitraan yang sudah berjalan baik, saya mengusulkan agar Ketua PMI yang akan datang dapat berasal dari figur yang diusulkan Bupati. Bahkan jika memungkinkan dapat dipilih secara aklamasi sehingga organisasi dapat langsung fokus menjalankan program-program kemanusiaan,” katanya.
Melalui Musyawarah Kabupaten IX ini, PMI Kabupaten Belitung diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang dapat memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Muas Usulkan Ketua PMI Belitung dari Figur Pilihan Bupati, Djoni Siap Dukung Penuh
SABTU, 20 JUNI 2026
BELITUNG ,DNID.co.id – Tokoh kepalangmerahan nasional Muhammad Muas mendorong agar kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung ke depan semakin memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah. Bahkan, ia mengusulkan agar Ketua PMI Kabupaten Belitung yang akan datang berasal dari figur yang diusulkan Bupati dan dipilih secara aklamasi. Sementara itu, Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan penuh kepada PMI karena memiliki peran strategis dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media seusai Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX PMI Kabupaten Belitung Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Batu Dinding Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belitung dengan tema “Meningkatkan Sinergi, Kemandirian dan Profesionalisme PMI Menuju Belitung Emas.”
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah, Ketua PMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. Abdul Fatah, Ketua PMI Kabupaten Belitung dr. Suhandri, tokoh masyarakat Muhammad Muas, mantan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Norman Sudirman atau yang akrab disapa Pak Dulen, perwakilan Polres Belitung, perwakilan TNI AU, serta para peserta Muskab dan tamu undangan lainnya.
Musyawarah Kabupaten IX PMI Kabupaten Belitung secara resmi dibuka oleh Bupati Belitung.
Usai pembukaan, Djoni Alamsyah menyampaikan bahwa pemerintah daerah memandang PMI sebagai mitra yang memiliki kontribusi besar dalam mendukung berbagai program kemanusiaan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar organisasi tersebut dapat menjalankan fungsinya secara maksimal.
“Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar PMI lebih aktif dan lebih maksimal menjalankan organisasi kemanusiaannya,” ujar Djoni.
Ia menambahkan, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua PMI Kabupaten Belitung nantinya harus mampu menjaga dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Menurut Djoni, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk PMI sebagai salah satu mitra utama pemerintah.
Sementara itu, Muhammad Muas menegaskan bahwa hubungan kerja sama antara PMI dan pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat serta telah diatur dalam berbagai regulasi.
Muas mengungkapkan dirinya telah lama terlibat dalam berbagai kegiatan PMI di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ia dikenal sebagai penulis buku sejarah Palang Merah yang telah diserahkan kepada pemerintah pusat dan menjadi bagian dari referensi sejarah Indonesia.
“Kegiatan Muskab ini bagi saya bukan hal baru. Hampir 30 tahun saya mengikuti kegiatan-kegiatan PMI di berbagai daerah. Kemitraan antara PMI dan pemerintah juga telah diatur dalam peraturan perundang-undangan,” kata Muas.
Ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam berbagai forum PMI di daerah maupun tingkat nasional tidak lepas dari kebutuhan organisasi terhadap pemahaman mengenai kepalangmerahan dan hukum humaniter.
Lebih lanjut, Muas berharap PMI Kabupaten Belitung dapat terus bekerja bersama pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan hingga kebencanaan.
“PMI harus dapat bekerja bersama pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, baik terkait stunting, kemiskinan maupun penanggulangan bencana. PMI memiliki peran yang sangat besar dalam bidang kemanusiaan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Muas juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan PMI Kabupaten Belitung periode sebelumnya yang dinilainya telah bekerja dengan baik di bawah kepemimpinan dr. Suhandri.
Namun demikian, menurutnya, organisasi tetap membutuhkan regenerasi kepemimpinan agar mampu menghadirkan energi dan gagasan baru untuk memperkuat peran PMI di masa mendatang.
Untuk menjaga kesinambungan kemitraan antara PMI dan pemerintah daerah, Muas mengusulkan agar Ketua PMI Kabupaten Belitung yang akan datang berasal dari figur yang diusulkan oleh Bupati.
“Untuk memperkuat kemitraan yang sudah berjalan baik, saya mengusulkan agar Ketua PMI yang akan datang dapat berasal dari figur yang diusulkan Bupati. Bahkan jika memungkinkan dapat dipilih secara aklamasi sehingga organisasi dapat langsung fokus menjalankan program-program kemanusiaan,” katanya.
Melalui Musyawarah Kabupaten IX ini, PMI Kabupaten Belitung diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang dapat memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.