Poltak Soroti Satgas Dalam Kasus PT PMM, Minta Presiden Prabowo Turun Tangan: Penegakan Hukum Bukan untuk Menakut-nakuti Pengusaha

JAKARTA ,DNID.co.id  – Kuasa Hukum PT Putra Prima Mineral Mandiri (PT PMM), Advokat Poltak Silitonga SH MH, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Satgas yang menangani perkara ekspor 15 kontainer ilmenit milik PT PMM. Di tengah kabar penjemputan Kepala Bea Cukai Pangkalpinang oleh tim Kejaksaan Agung RI, Poltak menilai telah terjadi rangkaian tindakan yang tidak hanya menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi juga berpotensi merusak iklim investasi dan kepercayaan pelaku usaha terhadap penegakan hukum. Senin (22/6/2026)

Poltak bahkan secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja Satgas yang dibentuk negara. Menurutnya, Satgas dibentuk untuk menyelamatkan aset dan kekayaan negara dari praktik ilegal, bukan menjadi instrumen yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat maupun dunia usaha yang telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan hukum.

“Jangan sampai nama besar Presiden Prabowo dibawa-bawa untuk membenarkan tindakan yang tidak transparan dan tidak memberikan kepastian hukum kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Satgas dibentuk untuk menegakkan hukum, bukan untuk menakut-nakuti rakyat,” tegas Poltak kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).

Caption: Poltak Bongkar Kejanggalan Kasus PT PMM, Minta Presiden Prabowo Tertibkan Satgas: Hukum Jangan Berdasarkan Kecurigaan

Menurut Poltak, muncul banyak pertanyaan yang hingga kini tidak pernah dijawab secara terang oleh pihak yang menangani perkara tersebut. Salah satunya mengenai status 15 kontainer ilmenit milik PT PMM yang masih tertahan meski telah dua kali menjalani pengujian laboratorium dan dua kali pula dinyatakan memenuhi standar.

“Ini yang menjadi pertanyaan publik. Barang kami sudah diuji oleh PT Sucofindo yang memiliki akreditasi pemerintah dan standar internasional. Karena masih dicurigai, kami setuju dilakukan uji ulang oleh laboratorium Bea Cukai dengan disaksikan Satgas, Kejati Babel, Bea Cukai, Sucofindo dan PT PMM. Hasilnya sama. Tidak ada perbedaan. Tapi setelah itu justru barang kami ditangkap di tengah laut dan disebut sebagai barang selundupan. Kalau hasil uji yang disaksikan sendiri oleh Satgas dianggap tidak benar, lalu yang benar yang mana?” ujarnya.

Bagi Poltak, tindakan tersebut menjadi gambaran adanya perlakuan yang menurutnya tidak lazim terhadap PT PMM. Ia menilai Satgas seolah terus mencari alasan untuk mencurigai perusahaan meski hasil pemeriksaan laboratorium telah menunjukkan fakta yang sama secara konsisten.

Lebih jauh, Poltak mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Jampidsus Kejaksaan Agung yang disebut dua kali tidak memberikan jawaban atas permintaan klarifikasi yang diajukan PT PMM. Bahkan ketika persoalan tersebut dibawa ke Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman dan dilakukan upaya mempertemukan seluruh pihak terkait, undangan tersebut diklaim tidak dihadiri oleh pihak Jampidsus.

“Yang kami cari hanya kepastian hukum. Jika memang ada kesalahan, tunjukkan. Jika memang ada pelanggaran, sampaikan. Tapi jangan barang ditahan, perusahaan dirugikan, nama baik dihancurkan, sementara status perkara dan dasar hukumnya tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” katanya.

Akibat penahanan tersebut, PT PMM mengaku mengalami kerugian yang hampir menyentuh angka Rp3 miliar. Kerugian itu meliputi biaya operasional, tertundanya ekspor, hingga tuntutan dari pembeli di China yang merasa dirugikan akibat keterlambatan pengiriman.

Poltak menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan hak-hak PT PMM melalui jalur hukum dan pengawasan institusional. Ia meminta Presiden Prabowo, Komisi III DPR RI, Jamwas Kejaksaan Agung, serta Komisi Kejaksaan RI untuk mengawasi penanganan perkara tersebut agar tidak menimbulkan persepsi bahwa hukum dijalankan secara tebang pilih.

“Satgas dibentuk Presiden Prabowo untuk menjaga negara, bukan untuk membuat masyarakat takut. Negara hukum tidak boleh berjalan berdasarkan kecurigaan tanpa batas. Hukum harus berjalan berdasarkan fakta, bukti, dan prosedur. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi yang seharusnya melindungi mereka,” pungkas Poltak.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 22 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: RILISAN

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: JEJARING KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot
Viral di Medsos, Pria yang Aniaya Pekerja Penyiram Tanaman kini Diamankan Polsek Rappocini
Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polresta Gowa Intensifkan Cipkon hingga Polsek Jajaran
Heboh Penggerebekan Rumah Kos di Bantaeng, Terduga Bandar Sabu Dikabarkan Bebas
Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan
Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran
FOSS Group Luncurkan EV Truck 10 Ton, Kendaraan Listrik Heavy Duty untuk Berbagai Sektor
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Senin, 21 September 2026 - 17:16 WITA

Viral di Medsos, Pria yang Aniaya Pekerja Penyiram Tanaman kini Diamankan Polsek Rappocini

Senin, 21 September 2026 - 09:26 WITA

Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polresta Gowa Intensifkan Cipkon hingga Polsek Jajaran

Minggu, 20 September 2026 - 19:50 WITA

Heboh Penggerebekan Rumah Kos di Bantaeng, Terduga Bandar Sabu Dikabarkan Bebas

Minggu, 20 September 2026 - 11:56 WITA

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan

Minggu, 20 September 2026 - 04:27 WITA

Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 22:11 WITA

Afo Lim Bawa Teknologi Aerogel ke Indonesia, FOSS Group Siapkan Generasi Baru Proteksi Kebakaran

Sabtu, 19 September 2026 - 21:25 WITA

FOSS Group Luncurkan EV Truck 10 Ton, Kendaraan Listrik Heavy Duty untuk Berbagai Sektor

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Wakil Bupati Gowa Buka Lomba Paskibra Tingkat SMP dan SMA se-Sulsel

Senin, 21 Sep 2026 - 15:15 WITA