Cegah Perundungan Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Edukasi Puluhan Siswa MI di Demak
DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 89 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa-siswi MI Muabbidin di Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam merespons maraknya kasus perundungan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Edukasi ini diikuti oleh sekitar 50 peserta didik. Lewat pendekatan yang interaktif, para mahasiswa menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya perundungan fisik, verbal, maupun sosial. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa tindakan bullying dapat memberikan dampak psikologis yang serius bagi korbannya.
Rangkaian acara dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk memantik semangat, lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi, bernyanyi lagu anti-bullying, dan menonton video edukatif. Mahasiswa KKN juga mengajarkan praktik butterfly hug sebagai cara sederhana bagi siswa untuk mengelola emosi mereka.
Sebagai bentuk komitmen, kegiatan ditutup dengan sesi penulisan pesan dan harapan pada sticky notes. Catatan tersebut kemudian ditempelkan bersama-sama di “Pohon Harapan” sebagai simbol janji para siswa untuk menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan.
Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MIT Posko 89 UIN Walisongo, Rokhima Fatimah Zahra, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar peningkatan kesadaran siswa akan pentingnya rasa saling menghargai.
“Kami berharap kegiatan ini membuat siswa lebih berani menghargai teman, menolak segala bentuk bullying, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua,” ungkap Rokhima.
Sosialisasi ini berjalan lancar dan disambut dengan antusiasme tinggi dari para siswa maupun pihak sekolah. Ke depannya, budaya saling menghormati dan peduli diharapkan dapat terus tumbuh subur di lingkungan MI Muabbidin, sehingga tercipta suasana yang mendukung perkembangan karakter peserta didik secara positif.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Cegah Perundungan Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Edukasi Puluhan Siswa MI di Demak
JUMAT, 7 AGUSTUS 2026
DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 89 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa-siswi MI Muabbidin di Desa Sukorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam merespons maraknya kasus perundungan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Edukasi ini diikuti oleh sekitar 50 peserta didik. Lewat pendekatan yang interaktif, para mahasiswa menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya perundungan fisik, verbal, maupun sosial. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa tindakan bullying dapat memberikan dampak psikologis yang serius bagi korbannya.
Rangkaian acara dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk memantik semangat, lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi, bernyanyi lagu anti-bullying, dan menonton video edukatif. Mahasiswa KKN juga mengajarkan praktik butterfly hug sebagai cara sederhana bagi siswa untuk mengelola emosi mereka.
Sebagai bentuk komitmen, kegiatan ditutup dengan sesi penulisan pesan dan harapan pada sticky notes. Catatan tersebut kemudian ditempelkan bersama-sama di "Pohon Harapan" sebagai simbol janji para siswa untuk menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan.
Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MIT Posko 89 UIN Walisongo, Rokhima Fatimah Zahra, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar peningkatan kesadaran siswa akan pentingnya rasa saling menghargai.
"Kami berharap kegiatan ini membuat siswa lebih berani menghargai teman, menolak segala bentuk bullying, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua," ungkap Rokhima.
Sosialisasi ini berjalan lancar dan disambut dengan antusiasme tinggi dari para siswa maupun pihak sekolah. Ke depannya, budaya saling menghormati dan peduli diharapkan dapat terus tumbuh subur di lingkungan MI Muabbidin, sehingga tercipta suasana yang mendukung perkembangan karakter peserta didik secara positif.