KKN MIT ke-22 Posko 147 Gelar Pelatihan Bakpia, Manfaatkan Kacang Hijau sebagai Potensi Desa Babat

Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 Posko 147 Desa Babat, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa pelatihan pembuatan bakpia bersama ibu-ibu PKK Desa Babat.Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dalam pengolahan makanan. Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada ibu-ibu PKK sekaligus membuka peluang pengembangan usaha rumahan yang dapat meningkatkan potensi ekonomi masyarakat Desa Babat.

Pemilihan bakpia sebagai produk pelatihan juga berkaitan dengan potensi kacang hijau yang terdapat di Desa Babat. Kacang hijau menjadi salah satu hasil pertanian yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan diolah menjadi produk makanan bernilai tambah. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berupaya mengenalkan pemanfaatan kacang hijau tidak hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku produk olahan yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam pembuatan bakpia, kacang hijau diolah menjadi isian yang kemudian dipadukan dengan adonan kulit bakpia. Pemanfaatan bahan lokal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mengembangkan potensi Desa Babat sekaligus mendorong masyarakat untuk menghasilkan produk khas yang memiliki peluang untuk dipasarkan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 147 memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Pelatihan dimulai dengan pengenalan bahan-bahan yang diperlukan, dilanjutkan dengan proses pembuatan adonan, pengolahan kacang hijau sebagai bahan isian, pembentukan bakpia, hingga tahap pemanggangan.

Ibu-ibu PKK Desa Babat mengikuti kegiatan dengan antusias. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan bakpia. Interaksi antara mahasiswa KKN dan peserta menciptakan suasana pelatihan yang aktif dan komunikatif.

Program kerja ini dipilih karena pembuatan bakpia memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha rumahan berbasis potensi lokal. Dengan adanya keterampilan tersebut, ibu-ibu PKK diharapkan dapat memproduksi bakpia secara mandiri dengan memanfaatkan kacang hijau sebagai bahan baku lokal yang mudah dikembangkan.

Selain keterampilan produksi, program ini juga dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan UMKM Desa Babat. Produk bakpia berbahan dasar kacang hijau nantinya dapat dikembangkan melalui inovasi rasa, kemasan, branding, serta pemasaran secara langsung maupun melalui media sosial. Dengan demikian, potensi pertanian berupa kacang hijau dapat memiliki nilai tambah setelah diolah menjadi produk siap jual.

Salah satu anggota KKN MIT ke-22 Posko 147 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan program yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi bisa diterapkan dan dikembangkan oleh ibu-ibu PKK menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi. Apalagi kacang hijau merupakan salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk olahan,” ujar Lulu, Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT ke-22 Posko 147.

Melalui program kerja unggulan ini, KKN MIT ke-22 Posko 147 tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berupaya menciptakan program yang memberikan manfaat dan dapat berkelanjutan bagi masyarakat. Pemanfaatan kacang hijau sebagai bahan baku bakpia menjadi salah satu bentuk inovasi dalam menghubungkan potensi pertanian dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Pelatihan pembuatan bakpia bersama ibu-ibu PKK Desa Babat diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendorong masyarakat untuk lebih kreatif, produktif, dan mandiri, sekaligus mengoptimalkan potensi kacang hijau yang dimiliki Desa Babat agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung pengembangan UMKM desa.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 9 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Nihlatul Maola

Editor: Arya Krida

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru