KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 163 Desa Sendangdawuhan turun tangan berkolaborasi bersama masyarakat untuk menyukseskan rangkaian peringatan Haul ke-57 KH Rama’ Mas’ud. Keterlibatan aktif ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan haul ini telah dimulai sejak awal Agustus dengan aksi gotong royong membersihkan makam keluarga di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari. Mahasiswa bersama warga saling bahu-membahu memangkas rumput, membersihkan area makam, dan memasang bendera.
Semarak peringatan dilanjutkan dengan kegiatan tahlil dan pembacaan Maulid Burhany oleh mahasiswi KKN bersama kelompok ibu-ibu di Musholla Al-Hidayah, Dusun Gilisari. Dalam kesempatan yang penuh khidmat tersebut, salah satu mahasiswi turut mengambil peran melantunkan ayat suci Al-Qur’an di hadapan jamaah. Sementara itu, jamaah putra melaksanakan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama di area maqbarah (makam), dilanjutkan dengan koordinasi persiapan pengajian umum.
Puncak acara haul diisi dengan pengajian akbar di Maqbarah Desa Bulak yang menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Daaruttauhid Magelang, KH. Ihsanuddin Abdan, sebagai pengisi Mauidhoh Hasanah.
Guna memastikan kelancaran acara inti tersebut, mahasiswa KKN dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan lima orang untuk bertugas bersama Barisan Anshor Serbaguna (BANSER). Mereka disebar ke dalam beberapa pos strategis, mulai dari menerima tamu di ndalem (kediaman), mengatur lalu lintas di persimpangan jalan, hingga mengarahkan para tamu yang baru tiba di area maqbaroh.
Koordinator Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menegaskan bahwa momentum haul ini memiliki makna yang mendalam bagi para mahasiswa.
“Haul bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kontribusi ini bukan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban program kerja KKN, melainkan untuk meninggalkan nilai-nilai baik yang dapat terus hidup di tengah warga.
“Kami datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Dari setiap langkah pengabdian, kami percaya bahwa perubahan selalu berawal dari kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata,” pungkas Khilmi.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 163 Desa Sendangdawuhan turun tangan berkolaborasi bersama masyarakat untuk menyukseskan rangkaian peringatan Haul ke-57 KH Rama’ Mas’ud. Keterlibatan aktif ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan haul ini telah dimulai sejak awal Agustus dengan aksi gotong royong membersihkan makam keluarga di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari. Mahasiswa bersama warga saling bahu-membahu memangkas rumput, membersihkan area makam, dan memasang bendera.
Semarak peringatan dilanjutkan dengan kegiatan tahlil dan pembacaan Maulid Burhany oleh mahasiswi KKN bersama kelompok ibu-ibu di Musholla Al-Hidayah, Dusun Gilisari. Dalam kesempatan yang penuh khidmat tersebut, salah satu mahasiswi turut mengambil peran melantunkan ayat suci Al-Qur'an di hadapan jamaah. Sementara itu, jamaah putra melaksanakan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama di area maqbarah (makam), dilanjutkan dengan koordinasi persiapan pengajian umum.
Puncak acara haul diisi dengan pengajian akbar di Maqbarah Desa Bulak yang menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Daaruttauhid Magelang, KH. Ihsanuddin Abdan, sebagai pengisi Mauidhoh Hasanah.
Guna memastikan kelancaran acara inti tersebut, mahasiswa KKN dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan lima orang untuk bertugas bersama Barisan Anshor Serbaguna (BANSER). Mereka disebar ke dalam beberapa pos strategis, mulai dari menerima tamu di ndalem (kediaman), mengatur lalu lintas di persimpangan jalan, hingga mengarahkan para tamu yang baru tiba di area maqbaroh.
Koordinator Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menegaskan bahwa momentum haul ini memiliki makna yang mendalam bagi para mahasiswa.
“Haul bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kontribusi ini bukan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban program kerja KKN, melainkan untuk meninggalkan nilai-nilai baik yang dapat terus hidup di tengah warga.
“Kami datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Dari setiap langkah pengabdian, kami percaya bahwa perubahan selalu berawal dari kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata,” pungkas Khilmi.