Edukasi Perawatan Terhadap Balita, Mahasiswa KKN Posko 112 UIN Walisongo Sukseskan Kelas Ibu Balita di Desa Mranak

Pendataan peserta kelas ibu balita dibantu oleh mahasiswa KKN

Pendataan peserta kelas ibu balita dibantu oleh mahasiswa KKN

DEMAK, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 112 UIN Walisongo Semarang turut mendampingi kegiatan Kelas Ibu Balita bagi bayi usia 0–1 tahun di Desa Mranak, Kecamatan Wonossalam, Kabupaten Demak, Sabtu (15/08/2026). Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para Ibu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai perawatan dan tumbuh kembang balita.

Kegiatan ini diikuti oleh para Ibu bersama bayi mereka dengan didampingi oleh tenaga kesehatan, kader desa, serta mahasiswa KKN Posko 112. Berbagai materi disampaikan, mulai dari ASI eksklusif, pemberian dan penyimpanan ASI perah, perawatan dan kebersihan bayi, penggunaan popok, hingga pemantauan tumbuh kembang anak. Peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berkonsultasi secara langsung dengan tenaga Kesehatan mengenai kondisi dan perawatan terhadap balita.

Koordinator Bidan, Ibu Winarni Ningsih, menyampaikan bahwa Kelas Ibu Balita menjadi wadah bagi orang tua untuk memperoleh pemahaman mengenai cara merawat anak dengan tepat.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi kepada orang tua khususnya para Ibu mengenai cara merawat balita dengan benar, mulai dari usia 0 hingga 1 tahun, termasuk hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam perawatan balita,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ibu Enti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi seorang Ibu dalam memahami perkembangan dan kondisi kesehatan anak.

“Kegiatan ini sangat membantu saya sebagai seorang Ibu. Melalui kegiatan ini, saya bisa mengetahui terkait perkembangan dan kondisi kesehatan balita,” ungkapnya.

Foto bersama mahasiswa kkn bersama para kader dan bidan tenaga kesehatan serta peserta kelas ibu balita

Peserta lainnya, Ibu Restu juga menuturkan bahwa dirinya memperoleh pengetahuan baru mengenai perawatan bayi, khususnya dalam memilah-memilih produk yang aman digunakan untuk balita.

“Dari kegiatan Kelas Ibu Balita ini saya mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama mengenai perawatan bayi. Saya juga menjadi lebih tahu bahwa tidak semua produk bisa sembarangan digunakan untuk bayi, sehingga sebagai ibu saya perlu lebih memperhatikan mana produk yang aman dan baik untuk bayi,”. ujar Ibu Restu.

Menurutnya, pengetahuan tersebut penting bagi orang tua agar lebih waspada dan berhati-hati dalam memilih berbagai produk yang digunakan dalam perawatan bayi sehari-hari.

Keterlibatan mahasiswa KKN Posko 112 dalam kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa turut belajar sekaligus berkontribusi dalam mendukung edukasi bagi para Ibu-Ibu balita di Desa Mranak.

Dalam kegiatan ini, Lailatul safiah sebagai Koordinator Pendamping Divisi Sosial Lingkungan KKN MIT ke-22 Posko 112 Desa Mranak menyampaikan bahwa ’’Dari program ini kami bersama dengan Tim Kesehatan Desa Mranak kami sangat merasakan manfaatnya, terutama kami menjadi lebih tau mengenai perawatan bayi yang baik seperti harus memilah-memilih pengggunaan produk pada bayi, mulai dari penggunaan bedak tabur yang seharusnya di hindari dan digantikan dengan penggunaan bedak padat untuk menghindari sesak pada pernapasan pada bayi. Kemudian penggunaan bedong pada bayi berjam-jam yang tidak direkomendasikan karena dapat menghambat pergerakan pada bayi, serta penggunaan popok yang harus diganti setiap 4 jam sekali.’’ Ucapnya.

Melalui kegiatan ini, kehadiran mahasiwa KKN tidak hanya mempermudah pelaksanaan program Kelas Ibu Balita, tetapi juga memberikan pengalaman belajar lapangan yang menyenangkan dan berkesan bagi para Ibu-Ibu Desa Mranak.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 16 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Lailatul Safiah

Editor: Arya Krida

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru