Daun Bisa Jadi Lukisan? Yuk, Intip Keseruan Anak-Anak Gebanganom Belajar Ecoprint

Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 157 UIN Walisongo mengajari cara pembuatan ecoprint

Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 157 UIN Walisongo mengajari cara pembuatan ecoprint

KENDAL — Daun yang tumbuh di sekitar rumah ternyata dapat diubah menjadi motif unik pada kain. Hal itu diperkenalkan mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo Semarang Posko 157 kepada anak-anak Desa Gebanganom, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, melalui kegiatan edukasi dan praktik ecoprint.

Kegiatan tersebut digelar dalam dua pertemuan, yakni pada Kamis (20/8/2026) di TK ABA Gebanganom dan dilanjutkan Sabtu (22/8/2026) di Posko KKN-MIT UIN Walisongo Posko 157 bersama anak-anak SD/MI Desa Gebanganom.

Di TK ABA Gebanganom, kegiatan berlangsung dalam suasana ceria. Pihak sekolah menyiapkan bahan-bahan yang digunakan, sementara mahasiswa KKN mendampingi anak-anak mulai dari pengenalan bahan hingga proses pembuatan ecoprint.

Anak-anak diberi kesempatan memilih dan menyusun daun di atas kain sesuai kreativitas masing-masing. Mereka tampak antusias menentukan bentuk dan pola yang diinginkan.

Kegembiraan semakin terlihat ketika hasil cetakan mulai muncul pada kain. Bentuk daun yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari susunan pola berubah menjadi motif yang dapat dilihat secara langsung.

Kegiatan serupa kemudian dilanjutkan pada Sabtu (22/8/2026) di Posko 157 dengan peserta anak-anak SD/MI di Desa Gebanganom. Berbeda dengan kegiatan di TK, seluruh bahan dan perlengkapan ecoprint pada pertemuan kedua disiapkan oleh mahasiswa KKN.

Para peserta kembali diberi kebebasan memilih daun dan menyusun pola sesuai kreativitas. Mahasiswa KKN mendampingi setiap tahapan sekaligus memberikan arahan ketika peserta mengalami kesulitan dalam menentukan pola maupun menyusun daun.

Kegiatan tidak hanya menjadi sarana mengasah kreativitas anak, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempererat interaksi antara anak, orang tua, dan mahasiswa KKN. Proses memilih daun, menyusun pola, hingga melihat hasil akhir memberikan ruang bagi anak dan orang tua untuk bekerja sama dalam suasana santai.

Pemanfaatan daun sebagai bahan utama juga memperkenalkan kepada anak-anak bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus bahan untuk menghasilkan karya kreatif. Bahan yang mudah ditemukan membuat ecoprint relatif dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dikenalkan kepada anak-anak.

Bagi mahasiswa KKN Posko 157, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat Desa Gebanganom, khususnya anak-anak dan orang tua. Pendekatan praktik secara langsung membuat proses belajar berlangsung lebih menyenangkan dan memberi ruang bagi peserta untuk bereksperimen.

Melalui kegiatan ecoprint, KKN-MIT UIN Walisongo Semarang Posko 157 berharap anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam berkarya, tetapi juga semakin peka terhadap potensi lingkungan di sekitarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti memanfaatkan daun dan kain dapat menjadi media edukasi, kreativitas, serta sarana mempererat kebersamaan keluarga dan masyarakat.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 22 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru