KKN MIT-22 Posko 154 Edukasi Siswa Jatipurwo Bijak Bermedia Sosial
KENDAL — Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 154 menggelar sosialisasi “Bijaksana Bermedia Sosial” bagi siswa kelas V di Jatipurwo, Kabupaten Kendal, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara aman, santun, dan bertanggung jawab sejak usia dini.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa mengajak siswa mengenali penggunaan media sosial yang positif dan negatif. Materi juga mencakup etika berkomunikasi di ruang digital, pentingnya menjaga pilihan kata, serta cara menghargai perasaan orang lain ketika berinteraksi melalui media sosial.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan menggunakan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. Mahasiswa mengajak peserta memahami bahwa komunikasi melalui layar tetap membutuhkan etika dan tanggung jawab, terutama dalam berkomentar, mengirim pesan, maupun membagikan suatu unggahan.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti pembahasan dan memberikan tanggapan mengenai pengalaman berkomunikasi melalui media sosial.
Salah seorang siswi kelas V, Zahrani Melisa Sherine, mengatakan kegiatan tersebut membantunya memahami pentingnya membedakan perilaku yang baik dan buruk ketika menggunakan media sosial.
“Menggunakan sosial media dengan bijak, bisa mengetahui kalau itu buruk atau baik. Supaya memahami kalau mau chatting sama teman, harus menggunakan kata-kata yang baik,” ujar Zahrani.
Ia juga mencontohkan pentingnya memberikan komentar positif terhadap karya atau unggahan teman. Menurutnya, kalimat seperti “Wow, keren! Ditingkatkan terus yaa” dapat menjadi bentuk apresiasi yang mendorong teman untuk terus berkarya.
Sekolah Apresiasi Edukasi Literasi Digital
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ibu Faqih Asfihani, S.Pd.SD., selaku kepala sekolah. Ia menilai sosialisasi mengenai penggunaan media sosial relevan dengan kehidupan anak-anak yang semakin dekat dengan teknologi digital.
“Menurut saya, adanya program sosialisasi dari tim KKN ini sangat bagus sekali. Anak-anak juga antusias. Nyatanya, setiap KKN hadir di MI itu pasti sangat menyambut dengan senang hati,” ungkap Faqih Asfihani.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan kepada siswa melalui kegiatan edukatif yang dikemas dengan pendekatan sesuai usia mereka.
Antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan juga menunjukkan bahwa edukasi literasi digital dapat disampaikan secara efektif melalui metode yang komunikatif dan contoh yang dekat dengan keseharian anak.
Melalui sosialisasi “Bijaksana Bermedia Sosial”, KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 154 berharap siswa mampu menggunakan media sosial secara lebih bertanggung jawab. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti berpikir sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu, menyaring informasi, serta menggunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo dalam mendukung literasi digital di lingkungan pendidikan. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membantu siswa menjadi pengguna media sosial yang lebih kritis, santun, aman, dan bertanggung jawab.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN MIT-22 Posko 154 Edukasi Siswa Jatipurwo Bijak Bermedia Sosial
SABTU, 29 AGUSTUS 2026
KENDAL — Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 154 menggelar sosialisasi “Bijaksana Bermedia Sosial” bagi siswa kelas V di Jatipurwo, Kabupaten Kendal, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa dengan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara aman, santun, dan bertanggung jawab sejak usia dini.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa mengajak siswa mengenali penggunaan media sosial yang positif dan negatif. Materi juga mencakup etika berkomunikasi di ruang digital, pentingnya menjaga pilihan kata, serta cara menghargai perasaan orang lain ketika berinteraksi melalui media sosial.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan menggunakan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. Mahasiswa mengajak peserta memahami bahwa komunikasi melalui layar tetap membutuhkan etika dan tanggung jawab, terutama dalam berkomentar, mengirim pesan, maupun membagikan suatu unggahan.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti pembahasan dan memberikan tanggapan mengenai pengalaman berkomunikasi melalui media sosial.
Salah seorang siswi kelas V, Zahrani Melisa Sherine, mengatakan kegiatan tersebut membantunya memahami pentingnya membedakan perilaku yang baik dan buruk ketika menggunakan media sosial.
“Menggunakan sosial media dengan bijak, bisa mengetahui kalau itu buruk atau baik. Supaya memahami kalau mau chatting sama teman, harus menggunakan kata-kata yang baik,” ujar Zahrani.
Ia juga mencontohkan pentingnya memberikan komentar positif terhadap karya atau unggahan teman. Menurutnya, kalimat seperti “Wow, keren! Ditingkatkan terus yaa” dapat menjadi bentuk apresiasi yang mendorong teman untuk terus berkarya.
Sekolah Apresiasi Edukasi Literasi Digital
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ibu Faqih Asfihani, S.Pd.SD., selaku kepala sekolah. Ia menilai sosialisasi mengenai penggunaan media sosial relevan dengan kehidupan anak-anak yang semakin dekat dengan teknologi digital.
“Menurut saya, adanya program sosialisasi dari tim KKN ini sangat bagus sekali. Anak-anak juga antusias. Nyatanya, setiap KKN hadir di MI itu pasti sangat menyambut dengan senang hati,” ungkap Faqih Asfihani.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan kepada siswa melalui kegiatan edukatif yang dikemas dengan pendekatan sesuai usia mereka.
Antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan juga menunjukkan bahwa edukasi literasi digital dapat disampaikan secara efektif melalui metode yang komunikatif dan contoh yang dekat dengan keseharian anak.
Melalui sosialisasi “Bijaksana Bermedia Sosial”, KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 154 berharap siswa mampu menggunakan media sosial secara lebih bertanggung jawab. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti berpikir sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu, menyaring informasi, serta menggunakan bahasa yang sopan saat berkomunikasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo dalam mendukung literasi digital di lingkungan pendidikan. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membantu siswa menjadi pengguna media sosial yang lebih kritis, santun, aman, dan bertanggung jawab.
Penulis: Laura Zunaeda Friska Pranata
Editor: Arya Krida
Sumber: Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 154