KKN Posko 89 UIN Walisongo Edukasi Siswa SDN Sukorejo 2 tentang Pentingnya Cuci Tangan
DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 89 mengedukasi siswa SDN Sukorejo 2, Demak, tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (20/8/2026) tersebut merupakan bagian dari program kerja Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN Posko 89. Sosialisasi ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kebersihan tangan serta risiko penyebaran kuman dan bakteri melalui tangan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Materi disampaikan oleh Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN Posko 89, Rokhima Fatimah Zahra.
Rokhima menjelaskan bahwa tangan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai benda. Karena itu, tangan dapat menjadi media perpindahan kuman dan bakteri apabila kebersihannya tidak dijaga dengan baik.
Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, siswa diajak bernyanyi bersama dengan lagu yang memuat panduan langkah-langkah mencuci tangan. Metode tersebut digunakan agar siswa lebih mudah mengingat tahapan mencuci tangan secara benar.
Selain bernyanyi, mahasiswa juga memanfaatkan film pendek sebagai media edukasi. Tayangan tersebut memperlihatkan gambaran mengenai kuman dan bakteri yang dapat menempel pada tangan meskipun tidak terlihat secara langsung.
Setelah pemutaran film, mahasiswa memperagakan secara langsung cara mencuci tangan menggunakan sabun. Siswa diperkenalkan pada tahapan mencuci tangan secara menyeluruh, termasuk membersihkan bagian-bagian tangan yang kerap terlewat.
Pemahaman siswa kemudian diperkuat melalui visualisasi kondisi tangan sebelum dan sesudah mencuci tangan menggunakan sabun. Media tersebut membantu siswa memahami pentingnya mencuci tangan dengan teknik yang tepat untuk menjaga kebersihan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini. Siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan selama sosialisasi, tetapi juga dapat menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Rokhima.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Posko 89 berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah melakukan berbagai aktivitas. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan tangan sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Sosialisasi cuci tangan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang dalam memberikan edukasi kesehatan dasar kepada anak-anak melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
KKN Posko 89 UIN Walisongo Edukasi Siswa SDN Sukorejo 2 tentang Pentingnya Cuci Tangan
SABTU, 22 AGUSTUS 2026
DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 89 mengedukasi siswa SDN Sukorejo 2, Demak, tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (20/8/2026) tersebut merupakan bagian dari program kerja Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN Posko 89. Sosialisasi ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kebersihan tangan serta risiko penyebaran kuman dan bakteri melalui tangan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Materi disampaikan oleh Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN Posko 89, Rokhima Fatimah Zahra.
Rokhima menjelaskan bahwa tangan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai benda. Karena itu, tangan dapat menjadi media perpindahan kuman dan bakteri apabila kebersihannya tidak dijaga dengan baik.
Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, siswa diajak bernyanyi bersama dengan lagu yang memuat panduan langkah-langkah mencuci tangan. Metode tersebut digunakan agar siswa lebih mudah mengingat tahapan mencuci tangan secara benar.
Selain bernyanyi, mahasiswa juga memanfaatkan film pendek sebagai media edukasi. Tayangan tersebut memperlihatkan gambaran mengenai kuman dan bakteri yang dapat menempel pada tangan meskipun tidak terlihat secara langsung.
Setelah pemutaran film, mahasiswa memperagakan secara langsung cara mencuci tangan menggunakan sabun. Siswa diperkenalkan pada tahapan mencuci tangan secara menyeluruh, termasuk membersihkan bagian-bagian tangan yang kerap terlewat.
Pemahaman siswa kemudian diperkuat melalui visualisasi kondisi tangan sebelum dan sesudah mencuci tangan menggunakan sabun. Media tersebut membantu siswa memahami pentingnya mencuci tangan dengan teknik yang tepat untuk menjaga kebersihan.
“Harapannya, kegiatan ini dapat membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini. Siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan selama sosialisasi, tetapi juga dapat menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Rokhima.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Posko 89 berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah melakukan berbagai aktivitas. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan tangan sekaligus mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Sosialisasi cuci tangan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang dalam memberikan edukasi kesehatan dasar kepada anak-anak melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.