KKN MIT Posko 111 Latih Ibu-Ibu PKK Botorejo Olah Limbah Organik Jadi Eco-Enzyme

Mahasiswa KKN MIT Posko 111 UIN Walisongo Semarang sedang memberi penjelasan tentang pembuatan ecoenzym.

Mahasiswa KKN MIT Posko 111 UIN Walisongo Semarang sedang memberi penjelasan tentang pembuatan ecoenzym.

DEMAK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 111 menggelar pelatihan dan praktik pembuatan eco-enzyme bersama ibu-ibu PKK Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Minggu (23/8/2026). Kegiatan berlangsung di Balai Desa Botorejo mulai pukul 13.00 WIB dan diikuti 15 anggota PKK serta 15 mahasiswa KKN.

Pelatihan tersebut digelar sebagai upaya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan sisa buah dan sayuran rumah tangga melalui proses fermentasi menjadi eco-enzyme.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan eco-enzyme sebagai cairan hasil fermentasi sisa buah atau sayuran, gula, dan air dalam wadah tertutup selama periode tertentu. Materi juga mencakup manfaat, bahan dan alat yang diperlukan, serta tahapan pembuatannya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Koordinator Ekonomi Kreatif (Ekraf) KKN MIT Posko 111, Tuta Putra W. Selanjutnya, Ketua PKK Desa Botorejo, Tri Arini, menyampaikan materi mengenai pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti praktik pembuatan eco-enzyme yang dipandu Tuta Putra W. Dalam praktik tersebut, mahasiswa dan peserta memanfaatkan kulit buah serta sisa sayuran sebagai bahan utama.

Pembuatan eco-enzyme dalam pelatihan menggunakan perbandingan 1:3:10, yakni satu bagian gula, tiga bagian sisa buah atau sayuran, dan 10 bagian air.

Peserta Antusias Ikuti Praktik

Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik dan diskusi. Dua peserta turut mencoba secara langsung proses pembuatan eco-enzyme, sementara peserta lainnya aktif mengajukan pertanyaan mengenai takaran gula merah, jumlah kulit buah dan sayuran, serta cara menjaga proses fermentasi agar berlangsung dengan baik.

Ketua PKK Desa Botorejo sekaligus pemateri, Tri Arini, mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN MIT Posko 111.

“Terima kasih sudah mengadakan pelatihan Eco-Enzyme ini di Desa Botorejo. Dari peserta, banyak yang suka menanam tanaman, berkebun, dan juga memiliki sawah. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat membantu bagi kami,” ujar Tri Arini.

Menurut peserta, pengetahuan mengenai eco-enzyme dapat menjadi tambahan keterampilan dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga, khususnya bagi warga yang memiliki kegiatan berkebun dan bertani.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa juga menjelaskan sejumlah pemanfaatan eco-enzyme, antara lain sebagai pembersih rumah tangga serta untuk mendukung perawatan tanaman setelah melalui proses pengenceran yang sesuai.

Sebagai bagian dari kegiatan, KKN MIT Posko 111 menyerahkan empat sampel eco-enzyme yang telah selesai dibuat kepada ibu-ibu PKK Desa Botorejo. Selain itu, empat toples eco-enzyme hasil praktik bersama diberikan kepada peserta untuk melanjutkan proses fermentasi.

Koordinator Ekraf KKN MIT Posko 111, Tuta Putra W., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu PKK yang telah membantu program kerja kami. Kami juga sangat mengapresiasi antusiasme dan interaksi peserta selama kegiatan ini dilaksanakan,” ujar Tuta Putra W.

Melalui pelatihan tersebut, KKN MIT Posko 111 berharap masyarakat Desa Botorejo dapat menerapkan pengetahuan tentang pengolahan limbah organik secara berkelanjutan. Pemanfaatan sisa buah dan sayuran diharapkan tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan nilai guna bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara ibu-ibu PKK Desa Botorejo dan mahasiswa KKN MIT Posko 111.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 24 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA