4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
CIKARANG,DNID.co.id–Ketua Serikat Pekerja Global PT Indonesia Epson Industry (SPGI PT IEI) sekaligus Presiden Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI), Abdul Bais, menegaskan perjuangan buruh memasuki babak akhir.
Dalam aksi ratusan buruh di depan gerbang PT Indonesia Epson Industry, Kawasan EJIP Cikarang, Senin (2/11/2026), Abdul Bais menyebut pihaknya sudah mengantongi produk hukum kemenangan.
“Kenapa kawan-kawan kita bilang sudah ada kemenangan? Karena sudah ada produk hukum. Hari ini kita tidak menyampaikan logika hukum, tidak menyampaikan pendapat hukum, tapi kita menyampaikan telah ada produk hukum yang memenangkan kita,” ujarnya dari atas mobil komando.
Menurutnya, kemenangan itu meliputi klarifikasi PHK sepihak, kasus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), proses pidana Union Busting, hingga laporan dugaan asusila.
“99% pasti menang tinggal tunggu realisasi. Dalam kasus klarifikasi PHK sepihak kita menang, dalam kasus PKWT kita menang, apalagi kasus mesum. Kita sudah laporkan, jangan sampai ada korban berikutnya,” tegasnya.
Abdul Bais memastikan status kerja buruh yang semula PKWT telah diputus berubah menjadi PKWTT (karyawan tetap).
“Dengan kemenangan kita, saya pastikan November ini semua selesai! Tidak ada perselisihan lagi, cuma tinggal dijalankan,” katanya.
Ia juga mengingatkan manajemen untuk tidak lagi menunda. Jika dalam satu minggu tidak ada penyelesaian, FSPGI bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menyiapkan 4 langkah: demo ke Mabes Polri, stop produksi Epson, boikot produk Epson, dan desak usut tuntas pelaku asusila.
“Semakin ditunda-tunda, kami pejuang buruh makin mulia. Tapi lawan kita semakin hina. Jangan sampai Epson ini menjadi rusak karena pernyataan manajemen,” Tegasnya.
Di lokasi yang sama Presiden KSPSI Daeng Wahidin menyuarakan kekecewaan keras terhadap penanganan kasus di perusahaan tersebut. Ia mendesak Kapolri dan Kapolda turun tangan langsung.
“Hari ini saya minta kepada Bapak Kapolri agar benar-benar mengimplementasikan slogannya, polisi bersama masyarakat. Ini sudah jelas tindakan union busting yang dilakukan manajemen Epson harus segera ditindak tegas,” ujar nya.
Menurut Daeng Wahidin, kasus yang terjadi di PT Epson bukan sekadar perselisihan hubungan industrial biasa. Ia menyoroti adanya dugaan kekerasan seksual yang korbannya ribuan buruh dan telah menjadi sorotan internasional.
“Kemudian pelaku kekerasan seksual, ini yang penting karena kasus ini mendunia. Kita adakan kampanye internasional. Kami minta kepada Bapak Kapolri, tangkap pelaku kekerasan seksual! Ini biadab. Ribuan buruh menjadi korban, ini harus dibersihkan,” Ungkap nya.
Ia juga meminta evaluasi terhadap kinerja Kapolres setempat yang dinilai lamban menangani laporan union busting.
Tak cukup di ranah kepolisian, Daeng Wahidin juga akan membawa persoalan ini ke level tertinggi pemerintahan.
“Kami pastikan akan datangi Presiden Prabowo tanggal 6 November 2026 bersama puluhan ribu buruh,” tutupnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
SELASA, 3 NOVEMBER 2026
CIKARANG,DNID.co.id–Ketua Serikat Pekerja Global PT Indonesia Epson Industry (SPGI PT IEI) sekaligus Presiden Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI), Abdul Bais, menegaskan perjuangan buruh memasuki babak akhir.
Dalam aksi ratusan buruh di depan gerbang PT Indonesia Epson Industry, Kawasan EJIP Cikarang, Senin (2/11/2026), Abdul Bais menyebut pihaknya sudah mengantongi produk hukum kemenangan.
"Kenapa kawan-kawan kita bilang sudah ada kemenangan? Karena sudah ada produk hukum. Hari ini kita tidak menyampaikan logika hukum, tidak menyampaikan pendapat hukum, tapi kita menyampaikan telah ada produk hukum yang memenangkan kita," ujarnya dari atas mobil komando.
Menurutnya, kemenangan itu meliputi klarifikasi PHK sepihak, kasus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), proses pidana Union Busting, hingga laporan dugaan asusila.
"99% pasti menang tinggal tunggu realisasi. Dalam kasus klarifikasi PHK sepihak kita menang, dalam kasus PKWT kita menang, apalagi kasus mesum. Kita sudah laporkan, jangan sampai ada korban berikutnya," tegasnya.
Abdul Bais memastikan status kerja buruh yang semula PKWT telah diputus berubah menjadi PKWTT (karyawan tetap).
"Dengan kemenangan kita, saya pastikan November ini semua selesai! Tidak ada perselisihan lagi, cuma tinggal dijalankan," katanya.
Ia juga mengingatkan manajemen untuk tidak lagi menunda. Jika dalam satu minggu tidak ada penyelesaian, FSPGI bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menyiapkan 4 langkah: demo ke Mabes Polri, stop produksi Epson, boikot produk Epson, dan desak usut tuntas pelaku asusila.
"Semakin ditunda-tunda, kami pejuang buruh makin mulia. Tapi lawan kita semakin hina. Jangan sampai Epson ini menjadi rusak karena pernyataan manajemen," Tegasnya.
Di lokasi yang sama Presiden KSPSI Daeng Wahidin menyuarakan kekecewaan keras terhadap penanganan kasus di perusahaan tersebut. Ia mendesak Kapolri dan Kapolda turun tangan langsung.
"Hari ini saya minta kepada Bapak Kapolri agar benar-benar mengimplementasikan slogannya, polisi bersama masyarakat. Ini sudah jelas tindakan union busting yang dilakukan manajemen Epson harus segera ditindak tegas," ujar nya.
Menurut Daeng Wahidin, kasus yang terjadi di PT Epson bukan sekadar perselisihan hubungan industrial biasa. Ia menyoroti adanya dugaan kekerasan seksual yang korbannya ribuan buruh dan telah menjadi sorotan internasional.
"Kemudian pelaku kekerasan seksual, ini yang penting karena kasus ini mendunia. Kita adakan kampanye internasional. Kami minta kepada Bapak Kapolri, tangkap pelaku kekerasan seksual! Ini biadab. Ribuan buruh menjadi korban, ini harus dibersihkan," Ungkap nya.
Ia juga meminta evaluasi terhadap kinerja Kapolres setempat yang dinilai lamban menangani laporan union busting.
Tak cukup di ranah kepolisian, Daeng Wahidin juga akan membawa persoalan ini ke level tertinggi pemerintahan.
"Kami pastikan akan datangi Presiden Prabowo tanggal 6 November 2026 bersama puluhan ribu buruh," tutupnya.