Viral Bayi Meninggal di Kandungan, RSUD Tenriawaru Bone Akhirnya Klarifikasi: Bukan Lambat, tapi Prolaps Tali Pusat

Bone, DNID.co.id – Setelah ramai diberitakan soal meninggalnya bayi laki-laki dalam kandungan di RSUD Tenriawaru, pihak rumah sakit akhirnya angkat bicara. Jika sebelumnya keluarga mengungkap kronologi yang menyayat hati, kini RSUD memberikan penjelasan medis versi mereka dan menegaskan tidak ada kelalaian.

Kasus ini viral setelah keluarga pasien, Rahmawati, menggelar konferensi pers di kediamannya, Kamis (15/10/2026), sambil menggendong jenazah cucunya. Ia mengaku kecewa karena menantunya mengalami kram, keluar darah-lendir dan kesakitan hebat semalaman, namun dokter dinilai lambat merespons dan hanya diberi obat pereda nyeri.

Keluarga juga mempertanyakan alasan operasi ditunda dengan alasan berat bayi belum 2 Kg, hingga akhirnya ketuban pecah, tali pusat keluar, detak jantung bayi anjlok dari 160 ke 80, dan bayi dinyatakan meninggal dalam kandungan.

Menjawab kehebohan itu, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Andi Koneng Pratiwi, Sp.OG, didampingi jajaran RSUD Tenriawaru, di antaranya dr. H. Muskamal Tabbate, Sp.OG, dr. A. Adriana AT, MARS selaku Plt Kabid Pelayanan Medik, dr. A. Nurfajriani, M.Kes., Sp.KJ selaku Wadir Pelayanan Medik Dan Kepala Bagian Administrasi, Kepegawaian, Hukum, dan Humas. Junaedi, akhirnya memberikan klarifikasi resmi, Jumat (16/10/2026).

Menurut dr. Andi Koneng, pada Rabu sore sekitar pukul 14.00 WITA pasien mengeluh nyeri perut bawah dan diarahkan ke Ruang Dahlia untuk observasi.

“Kami berikan obat tokolitik yang berfungsi merelaksasi kontraksi agar nyeri berkurang. Setelah mengkonsumsi obat itu nyeri berangsur berkurang. Setelah itu kami lakukan pemeriksaan KTG (Kardiotokografi) untuk mengetahui kontraksi. Hasil KTG tidak ada tanda kontraksi ataupun his. Atas pertimbangan itulah saya tetap melakukan observasi hingga besok pagi,” jelas dr. Andi Koneng.

Ia pun menjelaskan soal berat bayi. Dua hari sebelumnya sudah di-USG, hasilnya baik, tidak ada lilitan tali pusat, hanya berat bayi kurang.

“Usia kehamilan 32 minggu berat bayinya cuma 1,7 kg sedangkan normalnya 2 atau 2,1 kg. Atas dasar itulah kami tidak melakukan terminasi sedini mungkin karena tidak ada tanda-tanda mau bersalin,” katanya.

Keesokan harinya sekitar pukul 07.00-07.30 WITA, pasien kembali nyeri dan direncanakan USG ulang. Namun hampir pukul 09.00 WITA, tiba-tiba ketuban pecah, pemeriksaan menunjukkan pembukaan dua. Selang 5 menit, saat pemeriksaan dalam oleh bidan, tiba-tiba tali pusat keluar melalui jalan lahir.

Kondisi tersebut dalam medis dikenal sebagai prolaps tali pusat, yakni tali pusat turun mendahului bagian terendah janin sehingga berisiko terjepit dan menghambat aliran darah serta oksigen ke bayi.

“Mengetahui kondisi tersebut, tim medis segera melakukan tindakan darurat untuk mengurangi tekanan pada tali pusat. Tindakan dilakukan dengan memasukkan tangan melalui vagina untuk menahan posisi kepala bayi agar tidak menekan tali pusat yang telah keluar, sembari mempersiapkan operasi darurat,” jelasnya.

Soal tudingan lambat, dr. Andi Koneng tegas membantah.

“Dianggap penanganan lambat tidak, karena saat tali pusat keluar langsung dilakukan persiapan kamar dan persiapan operasi dilakukan pada pukul 10.05 WITA dan selesai sekitar pukul 10.30 WITA. Tidak ada keterlambatan penanganan maupun kelalaian yang menyebabkan sang bayi meninggal, semua tindakan sudah sesuai prosedur. Detak jantung bayi masih baik pada malam sebelumnya. Penurunan detak jantung terjadi setelah tali pusat keluar,” tegasnya.

Direktur RSUD Tenriawaru, dr. H. A. Muhammad Syahrir, mengaku telah menemui keluarga pasien dan menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa.

“Kan orang minta maaf tidak mesti salah, kita sudah datang ke sana, sekaligus menyampaikan belasungkawa, saya fikir sudah tidak masalah,” ungkapnya.

Direktur juga menegaskan semua sudah sesuai SOP.

“Kami sudah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga pasien, tapi bukan maaf karena mengakui lalai, semua sudah dilakukan sesuai standar yang ada,” kata dr. Syahrir.

Dengan klarifikasi ini, RSUD Tenriawaru berharap polemik bisa diluruskan bahwa kematian bayi tersebut akibat komplikasi prolaps tali pusat yang merupakan kondisi kegawatdaruratan obstetri, bukan karena kelalaian penanganan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 16 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Komperensi Pers BLUD RS Tenriawaru

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Irigasi Bilokka Capai 73,36%, Pemprov Sulsel Targetkan Petani Sidrap Bisa Tiga Kali Tanam
Waspada! Udara Terburuk di Sulsel Ada di Maros, Bupati Wajibkan Pakai Masker
Antre BBM Tanpa Pelat Belakang, Puluhan Dump Truck di Bone Jadi Sorotan Warga
Polri Kembalikan Hak Buruh Rp70,3 Miliar Lewat Desk Ketenagakerjaan
PHRI Pangkalpinang Bidik Wisatawan Sumsel Lewat Sales Mission
Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis
Dinding Penahan Retak Proyek Rp 12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng Ancam Keselamatan, Ahli: Ini Bom Waktu, Harus Dibongkar
Jumat Keliling, Kapolres Palopo Imbau Warga Waspada Penipuan Online hingga Balap Liar
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:00 WITA

Irigasi Bilokka Capai 73,36%, Pemprov Sulsel Targetkan Petani Sidrap Bisa Tiga Kali Tanam

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:11 WITA

Waspada! Udara Terburuk di Sulsel Ada di Maros, Bupati Wajibkan Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:32 WITA

Antre BBM Tanpa Pelat Belakang, Puluhan Dump Truck di Bone Jadi Sorotan Warga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Polri Kembalikan Hak Buruh Rp70,3 Miliar Lewat Desk Ketenagakerjaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:53 WITA

PHRI Pangkalpinang Bidik Wisatawan Sumsel Lewat Sales Mission

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:23 WITA

Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:38 WITA

Dinding Penahan Retak Proyek Rp 12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng Ancam Keselamatan, Ahli: Ini Bom Waktu, Harus Dibongkar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Jumat Keliling, Kapolres Palopo Imbau Warga Waspada Penipuan Online hingga Balap Liar

Berita Terbaru