39 Warga Bone Dapat Modal Usaha dari BAZNAS, Target Tahun Depan Jadi Muzaki
BAZNAS Bone Salurkan Modal Usaha untuk 39 Warga Kurang Mampu, Wabup Akmal Berharap Mustahik Naik Kelas Jadi Muzaki dan Soroti Potensi Zakat ASN Rp6 Miliar Setahun
Bone, DNID.co.id – Bukan bantuan konsumtif yang habis sekali pakai. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone memilih jalan memutar mustahik menjadi pengusaha.
Hal itu terlihat dalam penyaluran bantuan modal usaha di Masjid Agung Al-Markaz Al-Ma’arif, Rabu, (28/10/2026). Sebanyak 39 warga kurang mampu menerima suntikan modal segar untuk menggerakkan usaha kecil mereka.
Langkah ini sejalan dengan target penurunan angka kemiskinan di Bumi Arung Palakka. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin menyebut kemiskinan Bone sudah turun dari 9,13 persen menjadi 8,9 persen. Salah satu penopangnya adalah zakat produktif.
“Kita tidak ingin bantuan ini habis untuk konsumsi. Harapannya penerima hari ini yang mustahik, tahun depan sudah bisa jadi muzaki,” kata Andi Akmal saat memberikan sambutan.
Data BAZNAS sendiri menunjukkan pergeseran pola penyaluran. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, total Rp 302,6 juta lebih telah digelontorkan untuk 55 penerima. Porsi terbesar justru untuk modal usaha produktif, bukan bantuan karitatif.
Rinciannya, Rp 165,5 juta untuk 39 pelaku usaha, Rp 14,6 juta untuk 11 pelaku usaha di Kecamatan Sibulue, Rp 20 juta untuk renovasi dua masjid, dan Rp 102,5 juta untuk biaya pendidikan.
Dalam penyaluran kemarin saja, selain 39 penerima modal usaha, BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan Rp 7,5 juta untuk dua pelajar dan Rp 10 juta untuk Masjid Al-Muhajirin. Sementara UPZ Watampone menambah Rp 13,7 juta untuk 11 penerima lainnya.
Ketua BAZNAS Bone, Zainal Abidin menegaskan pihaknya tidak asal bagi. Semua penerima telah diverifikasi masuk dalam 8 golongan asnaf.
“Ini amanah dari muzaki, jadi harus tepat sasaran. Kami tidak henti bantu pemerintah, tapi tetap sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ia pun memberikan catatan keras kepada penerima modal.
“Jangan campur uang usaha dengan uang belanja dapur. Catat keluar masuk. Perbaiki manajemen. Targetnya setiap tahun usaha harus naik,” pesan Zainal.
Di sisi lain, Wabup Akmal menyoroti potensi besar yang belum tergarap maksimal, yakni zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia membuat simulasi sederhana. Jika 5.000 PNS di Bone rutin menyisihkan Rp 100 ribu per bulan untuk zakat, infak dan sedekah, maka akan terkumpul Rp 500 juta sebulan atau Rp 6 miliar setahun.
“Bayangkan berapa banyak warga yang bisa kita entaskan jika potensi Rp 6 miliar ini dikelola dengan baik. Kesadaran inilah yang harus kita dorong,” tegasnya.
Menurut Andi Akmal, kunci pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Perlu sinergi tiga kaki. Pemerintah, BAZNAS, dan Pengusaha yang membuka lapangan kerja dan taat membayar zakat.
Kegiatan penyaluran tersebut turut dihadiri jajaran komisioner BAZNAS, Kabag Kesra Setda Bone Nursalam, serta penggerak zakat Hj. Farida Hanafing.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
39 Warga Bone Dapat Modal Usaha dari BAZNAS, Target Tahun Depan Jadi Muzaki
RABU, 28 OKTOBER 2026
BAZNAS Bone Salurkan Modal Usaha untuk 39 Warga Kurang Mampu, Wabup Akmal Berharap Mustahik Naik Kelas Jadi Muzaki dan Soroti Potensi Zakat ASN Rp6 Miliar Setahun
Bone, DNID.co.id - Bukan bantuan konsumtif yang habis sekali pakai. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone memilih jalan memutar mustahik menjadi pengusaha.
Hal itu terlihat dalam penyaluran bantuan modal usaha di Masjid Agung Al-Markaz Al-Ma'arif, Rabu, (28/10/2026). Sebanyak 39 warga kurang mampu menerima suntikan modal segar untuk menggerakkan usaha kecil mereka.
Langkah ini sejalan dengan target penurunan angka kemiskinan di Bumi Arung Palakka. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin menyebut kemiskinan Bone sudah turun dari 9,13 persen menjadi 8,9 persen. Salah satu penopangnya adalah zakat produktif.
"Kita tidak ingin bantuan ini habis untuk konsumsi. Harapannya penerima hari ini yang mustahik, tahun depan sudah bisa jadi muzaki," kata Andi Akmal saat memberikan sambutan.
Data BAZNAS sendiri menunjukkan pergeseran pola penyaluran. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, total Rp 302,6 juta lebih telah digelontorkan untuk 55 penerima. Porsi terbesar justru untuk modal usaha produktif, bukan bantuan karitatif.
Rinciannya, Rp 165,5 juta untuk 39 pelaku usaha, Rp 14,6 juta untuk 11 pelaku usaha di Kecamatan Sibulue, Rp 20 juta untuk renovasi dua masjid, dan Rp 102,5 juta untuk biaya pendidikan.
Dalam penyaluran kemarin saja, selain 39 penerima modal usaha, BAZNAS juga menyalurkan bantuan pendidikan Rp 7,5 juta untuk dua pelajar dan Rp 10 juta untuk Masjid Al-Muhajirin. Sementara UPZ Watampone menambah Rp 13,7 juta untuk 11 penerima lainnya.
Ketua BAZNAS Bone, Zainal Abidin menegaskan pihaknya tidak asal bagi. Semua penerima telah diverifikasi masuk dalam 8 golongan asnaf.
"Ini amanah dari muzaki, jadi harus tepat sasaran. Kami tidak henti bantu pemerintah, tapi tetap sesuai ketentuan," ujarnya.
Ia pun memberikan catatan keras kepada penerima modal.
"Jangan campur uang usaha dengan uang belanja dapur. Catat keluar masuk. Perbaiki manajemen. Targetnya setiap tahun usaha harus naik," pesan Zainal.
Di sisi lain, Wabup Akmal menyoroti potensi besar yang belum tergarap maksimal, yakni zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia membuat simulasi sederhana. Jika 5.000 PNS di Bone rutin menyisihkan Rp 100 ribu per bulan untuk zakat, infak dan sedekah, maka akan terkumpul Rp 500 juta sebulan atau Rp 6 miliar setahun.
"Bayangkan berapa banyak warga yang bisa kita entaskan jika potensi Rp 6 miliar ini dikelola dengan baik. Kesadaran inilah yang harus kita dorong," tegasnya.
Menurut Andi Akmal, kunci pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Perlu sinergi tiga kaki. Pemerintah, BAZNAS, dan Pengusaha yang membuka lapangan kerja dan taat membayar zakat.
Kegiatan penyaluran tersebut turut dihadiri jajaran komisioner BAZNAS, Kabag Kesra Setda Bone Nursalam, serta penggerak zakat Hj. Farida Hanafing.