Anak Dikeroyok Hingga Luka Parah, Ortu Korban Harap Polsek Tompobulu Tangkap Pelaku

Jeneponto, dnid.co.id – Seorang pria asal Desa Tompobulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Hasanuddin (50), mengaku kecewa terhadap penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa anaknya.

Ia menilai proses hukum di Polsek Tompobulu, Polres Gowa berjalan lambat, sementara para terduga pelaku masih bebas berkeliaran.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada 18 Maret 2026 di Desa Datar, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Korban diketahui bernama Taufik, anak dari Hasanuddin, yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh seorang pria bernama Raihan bersama sejumlah rekannya.

Hasanuddin mengaku tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ia baru mengetahui insiden itu setelah menerima telepon dari keluarganya.

“Saya ditelepon sepupu, katanya anak saya dikeroyok dan kepalanya berdarah,” ungkapnya.

Ia kemudian bergegas menuju puskesmas tempat korban dirawat. Saat tiba, kondisi anaknya cukup memprihatinkan dengan luka serius di bagian kepala.

“Lukanya di kepala sampai berdarah, bagian bawah kepala juga memar, bahkan robek dan harus dijahit,” jelas Hasanuddin.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban hendak pergi menonton balap lari. Di tengah perjalanan, korban diduga dihadang oleh sekelompok orang sebelum akhirnya dikeroyok.

Sebagai orang tua, Hasanuddin berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku. Ia menilai, penanganan cepat sangat penting untuk memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.

“Harapan saya agar polisi segera bertindak. Supaya ada efek jera dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan hingga saat ini para terduga pelaku belum diamankan, padahal menurutnya bukti-bukti sudah cukup kuat dan kondisi korban mengalami luka serius.

“Para pelaku masih berkeliaran. Padahal anak saya luka parah,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tompobulu, Syamsuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Memang benar ada laporan pengeroyokan. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, baru satu orang terduga pelaku yang dapat diidentifikasi secara jelas. Sementara pelaku lainnya belum dikenali karena menutup wajah saat kejadian yang berlangsung pada malam hari.

“Dari keterangan saksi, baru satu orang yang diketahui. Yang lainnya menggunakan penutup kepala saat melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga telah mengambil keterangan dari pihak terlapor. Namun hingga kini belum ada pelaku yang diamankan karena proses masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami sudah ambil keterangan korban dan terlapor. Kasus ini masih dalam proses,” tutupnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian keluarga korban yang berharap adanya kejelasan hukum serta tindakan tegas dari aparat kepolisian demi keadilan bagi korban.

 

 

Simpan Gambar:

Jumat, 27 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Abhu

Editor: Redaksi

Sumber Berita: Wawancara orang tua korban dan pihak kepolisian

Penanggung Jawab: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tawuran Pemuda di Pentojangan Palopo Kembali Pecah, Polisi Amankan Situasi
Kanit Reskrim Polsek Tamalatea Jeneponto Diduga Peras Keluarga Pelaku Rp1,5 Juta
Penyerobotan Tanah di Kota Makassar Berlarut 3 Tahun, Penyidik: Berkas Sudah Dikirim, Belum Ada Kabar dari Kejaksaan
Manfaatkan Momen Lebaran, Spesialis Pencuri Gudang Kosong di Benda Berakhir di Jeruji Besi
Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Petugas Tol Ir Sutami Makassar Ancam Wartawan dan Larang Peliputan
Dua Remaja Diamankan Polisi Usai Rusak Motor Warga di Makassar
Mabuk Berat hingga Terkapar, Pemuda di Makassar Terciduk Polisi Bawa Sajam
Dugaan Penganiayaan Oknum Anggota di Polsek Kajang, Propam Tegaskan Penanganan Tegas dan Transparan
Berita ini 805 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 15:47 WITA

Tawuran Pemuda di Pentojangan Palopo Kembali Pecah, Polisi Amankan Situasi

Senin, 30 Maret 2026 - 14:35 WITA

Kanit Reskrim Polsek Tamalatea Jeneponto Diduga Peras Keluarga Pelaku Rp1,5 Juta

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:27 WITA

Penyerobotan Tanah di Kota Makassar Berlarut 3 Tahun, Penyidik: Berkas Sudah Dikirim, Belum Ada Kabar dari Kejaksaan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:01 WITA

Manfaatkan Momen Lebaran, Spesialis Pencuri Gudang Kosong di Benda Berakhir di Jeruji Besi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:50 WITA

Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Petugas Tol Ir Sutami Makassar Ancam Wartawan dan Larang Peliputan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:39 WITA

Dua Remaja Diamankan Polisi Usai Rusak Motor Warga di Makassar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:31 WITA

Mabuk Berat hingga Terkapar, Pemuda di Makassar Terciduk Polisi Bawa Sajam

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:27 WITA

Dugaan Penganiayaan Oknum Anggota di Polsek Kajang, Propam Tegaskan Penanganan Tegas dan Transparan

Berita Terbaru

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyerahkan dokumen Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dalam seremoni serah terima di Makassar.

Sosial Politik

Andi Akmal Serahkan LKPD, Audit BPK Dimulai Bone Bidik Opini Terbaik

Senin, 30 Mar 2026 - 21:06 WITA

Serba-Serbi

Grup Egaliter Alumni Unhas Halalbibalal di Red Corner

Senin, 30 Mar 2026 - 18:48 WITA