Jamu Gendong, Warisan Tradisional Tetap Eksis Diminati Masyarakat

Makassar, DNID.co.id – Suara seruan “Jamu… jamu” terdengar sayup dari kejauhan, semakin jelas saat penjual Jamu Gendong mendekati pintu rumah. Saat mentari pagi menyinari bumi, seorang perempuan lansia dengan bakul jamunya melaju mengitari pemukiman di Kelurahan Parang Layang-Tabaringan, sesekali berhenti menunggu pembeli.

Disekitar Pasar Tradisional Cidu, bagian utara Kota Makassar, ia duduk dengan balutan kebaya khas. Warga mengenalnya dengan panggilan Mbak atau Bude, dengan nama asli Tugiem (65 tahun).

Perempuan asal Solo ini telah menjual jamu gendong selama 50 tahun,warisan tradisi yang dia bawa dari kampung halaman sejak berusia 15 tahun silam,yang merupakan warisan keluarganya turun temurun. Pada tahun 1976, ia hijrah ke Kota Makassar, yang kerap dijuluki Kota Angin Mamiri, untuk mengadu nasib.

Setiap pagi, ia mulai hari dengan membawa bakul besar (tenggok) berisi botol kaca bening yang berisi jamu kuning kecokelatan. Semua jamu merupakan hasil racikan sendiri yang diproses secara tradisional, tanpa menggunakan blender atau mesin apapun.

“Jamu dibuat dengan hati,”tuturnya.

Proses menumbuk rempah, meracik bahan, dan berkeliling gang tetap dilakukan seperti biasa. Bahan herbal yang digunakan antara lain kunyit, kencur, temulawak, sambiloto, serta campuran lain seperti gula untuk variasi rasa beras kencur. Setelah diolah, jamu dimasukkan ke dalam botol dan ditempatkan ke dalam bakul.

Proses pembuatan jamu memakan waktu berjam-jam. Ia mulai mengolah bahan rempah sejak pukul 03.00 dini hari hingga pukul 07.00 pagi, dan bahkan hafal kualitas setiap bahan seperti mengenal pelanggan lama.

Jamu disebut “gendong” karena bakul atau tenggok yang berisi jamu digendong di bagian belakang punggung saat menjajakan. Meskipun kini sudah ada penjual jamu yang menggunakan sepeda atau sepeda motor, jamu gendong tetap eksis dipertahankan Tugiem.

Dari berjualan jamu gendong,Tugiem mampu menafkahi 7 anaknya, hingga menyekolahkannya.

Tugiem, yang memiliki 7 anak, 13 cucu, dan 1 cicit, menjual berbagai jenis jamu seperti kunyit asam, beras kencur, pahitan sambiloto, dan air manis jahe, yang masing-masing memiliki manfaat kesehatan berbeda. Semua jamu yang dijualnya dibuat dari bahan baku pilihan sehingga tetap segar dan enak.

“Dengan pengalaman selama 50 tahun, saya tidak pernah bosan dan percaya jamu yang saya produksi disukai banyak orang,” ucapnya.

Harga jamunya berkisar antara 5 ribu hingga 10 ribu rupiah per gelas. Dari jualan jamu gendong, pundi rupiah berhasil dikumpulkan Tugiem berkisar 200 hingga 300 ribu per hari.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 28 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Zhira

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman
Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena
Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah
Resmikan Sekretariat “Rumah Besar”, IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online
Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait
KBPBI Terima Salinan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan ! Apresiasi Presiden Prabowo
Green Policing, Polresta Pangkalpinang Ajak Personel Peduli Lingkungan demi Masa Depan yang Lebih Hijau
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 01:43 WITA

Jumat Berkah Rumpi Cafe: Sinergi TNI-Polri, Jurnalis dan Pemuda Jaga Makassar Tetap Aman

Jumat, 6 November 2026 - 22:11 WITA

Hijaukan Wilayah Gowa, TMMD ke-130 Kodim 1409/Gowa Tanam 500 Pohon di Kalaserena

Jumat, 6 November 2026 - 22:02 WITA

Sinergi Tanpa Batas! Rumpi Cafe Gandeng TNI/Polri dan Jurnalis serta pemuda masyarakat Jaga Makassar Tetap Aman Sekaligus Gelar Jumat Berkah

Jumat, 6 November 2026 - 13:18 WITA

Hidupkan Green Policing, IPDA Agus Fardiansyah Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Jumat, 6 November 2026 - 13:06 WITA

Green Policing, Kapolres Bangka Barat Ajak Personel Jaga Kebersihan Potensi Wisata Air Terjun Pait

Jumat, 6 November 2026 - 13:01 WITA

KBPBI Terima Salinan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan ! Apresiasi Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 12:58 WITA

Green Policing, Polresta Pangkalpinang Ajak Personel Peduli Lingkungan demi Masa Depan yang Lebih Hijau

Jumat, 6 November 2026 - 11:54 WITA

Green Policing di Belitung, Kapolres dan Personel Turun Langsung Bersihkan Lingkungan

Berita Terbaru