Palopo,DNID.co.id – Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali terjadi di wilayah Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, pada Sabtu malam (28 Maret 2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Peristiwa tersebut melibatkan kelompok pemuda RW 03 dan RW 04 yang saling serang menggunakan batu dan busur panah rakitan (ketapel peluncur), sehingga sempat mengganggu ketertiban masyarakat dan akses jalan poros Salutete.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 20.45 WITA, tiga unit rumah warga di RW 04 diduga dilempari oleh orang tak dikenal (OTK).
Insiden ini kemudian memicu reaksi warga, termasuk para pemuda dan ibu-ibu yang turun ke jalan. Situasi semakin memanas setelah mendapat respons dari warga RW 03 hingga akhirnya terjadi aksi tawuran.
Tak berselang lama, pada pukul 21.00 WITA, personel Polsek Telluwanua yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Hasbiawan Kasim tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan upaya pembubaran.
Aparat juga membuka blokade jalan yang sebelumnya ditutup menggunakan batang kayu, meja, dan kursi oleh warga.
Sekitar pukul 21.20 WITA, situasi sempat kondusif. Namun, warga RW 04 masih berkumpul di jalan dan berupaya memprovokasi pihak RW 03.
Upaya tersebut berhasil diredam oleh personel gabungan dari Polsek Telluwanua dan Polres Palopo yang dipimpin Pawas IPTU Abd. Malik bersama IPDA Maestro.
Ketegangan kembali terjadi pada pukul 21.50 WITA setelah warga RW 04 terprovokasi oleh suara lemparan dari arah area persawahan. Meski demikian, aparat kembali berhasil menenangkan massa dan mengendalikan situasi.
Akhirnya, pada pukul 22.15 WITA, kondisi dinyatakan kondusif. Personel kepolisian tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik susulan.
Dari hasil penyisiran di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa dua anak panah, sepuluh batu kali, serta pecahan botol yang diduga digunakan dalam aksi tawuran.
Selain itu, tiga rumah warga RW 04 mengalami kerusakan pada bagian atap akibat lemparan batu.
Hingga saat ini, personel Polsek Telluwanua dan Polres Palopo masih melakukan pengamanan dan siaga di wilayah tersebut di bawah kendali Padal Regu 1 IPDA Pidal.
Diketahui, peristiwa ini merupakan kali kedua terjadi dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi pada Jumat malam (27 Maret 2026).
Konflik ini diduga dipicu oleh persoalan lama sejak tahun 2016 yang hingga kini belum terselesaikan.
Kapolsek Telluwanua, AKP H. Anwar, mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pemuda RW 03 dan RW 04, agar menahan diri dan tidak terpancing emosi. Permasalahan sekecil apa pun jangan diselesaikan dengan kekerasan karena hanya akan merugikan semua pihak,” ujar AKP H. Anwar.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengambil langkah tegas terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aksi tawuran ini. Hal ini penting untuk memberikan efek jera dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolsek juga mendorong peran aktif tiga pilar kelurahan bersama Forkopimcam Telluwanua untuk segera melakukan langkah preemtif melalui pertemuan damai atau tudang sipulung guna menyelesaikan konflik secara menyeluruh.
Pihak kepolisian berharap melalui upaya mediasi dan pendekatan persuasif, konflik berkepanjangan antar kelompok pemuda di wilayah tersebut dapat segera diakhiri demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.
























