Mencuat Dugaan Pemalsuan Adminduk di Dukcapil Makassar, Warga Dinyatakan Meninggal Padahal Masih Hidup

Makassar, DNID.co.id – Dugaan maladministrasi hingga pemalsuan data kependudukan mencuat di Kota Makassar. Seorang warga bernama Putri (23), yang berdomisili di kawasan BTP, mengaku kaget setelah mengetahui dirinya tercatat telah meninggal dunia dalam sistem administrasi kependudukan (Adminduk), padahal ia masih hidup dan tidak pernah mengurus surat kematian.

Kasus ini terungkap saat Putri melakukan pengecekan data pribadinya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Makassar. Ia mengaku terkejut ketika petugas menyampaikan bahwa statusnya sudah tercatat meninggal dunia berdasarkan dokumen resmi.

“Saya tidak pernah mengajukan surat kematian. Suami saya juga tidak pernah buatkan. Tiba-tiba ada mi surat kematian atas nama saya. Saya kaget sekali,” ungkap Putri kepada awak media.

Menurut keterangan, surat kematian tersebut diterbitkan pada 18 Juli 2025 dan disebut berasal dari rekomendasi pihak Kelurahan Parangtambung. Putri menegaskan tidak mengetahui siapa yang mengajukan permohonan maupun yang menandatangani dokumen tersebut.

Hal senada disampaikan Ridwan (25), suami Putri. Ia membantah keras keterlibatannya dalam pengurusan surat kematian istrinya. Ridwan bahkan menduga telah terjadi pemalsuan tanda tangan dalam dokumen tersebut.

“Bukan saya yang mendaftar surat kematian istriku. Ini bukan tanda tangan saya. Saya keberatan dengan adanya pemalsuan tanda tangan yang menyatakan istri saya meninggal dunia,” tegas Ridwan.

Ridwan juga memastikan bahwa pada tanggal 20 Mei 2025, ia tidak pernah mendatangi kantor lurah maupun kantor Dukcapil untuk mengurus dokumen apa pun. Ia merasa dirugikan secara administrasi maupun psikologis atas kejadian ini.

Akibat status tersebut, Putri kini menghadapi persoalan serius terkait keabsahan data kependudukannya, termasuk akses terhadap layanan publik yang mensyaratkan data aktif. Ia berharap agar statusnya segera dipulihkan.

“Saya minta data saya diaktifkan kembali. Saya juga akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” tegas Putri.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait mekanisme verifikasi data dalam penerbitan dokumen kependudukan, khususnya surat kematian. Dugaan keterlibatan pihak kelurahan dan lemahnya pengawasan administrasi menjadi sorotan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Parangtambung maupun Dinas Dukcapil Kota Makassar terkait dugaan tersebut. Publik pun berharap adanya investigasi menyeluruh guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan wewenang serta memberikan keadilan bagi korban.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 9 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS
Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung
Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 23:48 WITA

Dari Pers, Pemerintahan hingga Bisnis, Alias Wello Beri Suntikan Motivasi untuk PJS

Rabu, 4 November 2026 - 22:00 WITA

Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 20:00 WITA

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum Tegas: Kawal Bibit Nanas dan Reklamasi Tanjung Bunga hingga Kejagung

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WITA

Mesin Kapal Mati dan Kabut Tebal, Begini Perjuangan Tiga Pemancing Pulang Selamat

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Berita Terbaru